SELAMAT BERGABUNG DI SITUS INTELEKTUAL MUDA INDONESIA

Situs orang- orang intelektual Muda Indonesia yang ingin menuangkan hasil pemikirannya untuk Kemajuan Bangsa Indonesia ke depannya. Tuangkan pemikiran anda di blog ini. Mari mengawasi dan mengkritik jalannya pemerintahan dan pembangunan di Daerah khususnya dan di Negara Indonesia pada umumnya dari segala sudut pembaharuan. Sehingga di Daerah menjadi Daerah yang maju dan makmur serta menjadi daerah percontohan di Indonesia dan Negara Indonesia menjadi negara yang maju dan kuat perekonomiannya di tengah- tengah peradaban dunia.

Potret Desa Padangbolak

Potret Desa Padangbolak
Sopo Godang Desa Nagasaribu

Rabu, 25 Februari 2009

TRAGEDI AMBON BAG 4

Saksi Yehova

Februari 5, 2008 · & Komentar

Saksi Yehova adalah sebuah organisasi internasional yang berdasarkan kepada prinsip merahasiakan organisasi, dan memunculkan ide ke permukaan, baik yang bersifat agamis ataupun politis.

Muncul di Amerika Serikat pada pertengahan kedua abad ke-19. Organisasi ini mengklaim sebagai organisasi Masehi. Tapi dalam kenyataannya adalah organisasi yang terang-terangan di bawah dominasi Yahudi, dan aktif atas biaya mereka. Organisasi ini lebih dikenal; sejak tahun 1931 M.

Dan secara resmi telah diakui di Amerika Serikat, sebelum kemunculannya dengan nama tersebut pada tahun 1844 M.

images1.jpg

Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya
Saksi Yehova didirikan tahun 1874 M, oleh seorang pendeta, Charles Taze Rusell (1862 - 1916 M). Pada waktu itu dikenal dengan nama “Aliran Russselisme” dan “Pengkaji-pengkaji Baru Injil”.

Charles Taze Russel dilahirkan pada tanggal 16 Februari 1852 di Pennsylvania, Amerika Serikat. Pada tahun 1870, ia membentuk suatu Bible Class (= Kelas Alkitab), dan pada tahun 1876 ia diangkat menjadi pendeta oleh grup tersebut. Pada tahun 1879, ia mulai menerbitkan majalah kemudian menulis buku.

Pucuk pimpinan Saksi Yehova selanjutnya digantikan oleh Joseph Franklin Rutherford (1869-1942 M), yang pada tahun 1917 M, mengarang sebuah buku “Jatuhnya Babil”. Babil adalah sebuah lambang bagi semua organisasi yang ada di dunia. Di bawah pimpinannya, pada tahun 1931, nama Saksi Yehova mulai dipakai. Nama ini didasarkan atas Yes 43:10-12. Ia mati pada tanggal 8 Januari 1942, dan diganti oleh Natan Homer Knorr (1905 M).

Knorr mulai mengenal ajaran Saksi Yehovah pada waktu ia masih ada di Sekolah Menengah Atas. Pada tahun 1942 ia menggantikan Rutherford menjadi pemimpin Saksi Yehovah. Pada masa Knorr, sekte ini mampu menjadi sebuah negara di dalam negara. Ia mati pada bulan Juni 1977, dan digantikan oleh Frederick W. Franz.

Lembaga penerbitan mereka disebut ‘Perkumpulan Siswa-siswa Alkitab’; dulu letaknya di Batuceper no 47, Jakarta. Sekarang sudah tidak lagi di sana, karena sekarang di Indonesia mereka termasuk organisasi terlarang (1976).

Ajaran Saksi Yehovah kelihatannya lebih sederhana dan lebih mudah diterima oleh akal dibandingkan dengan ajaran kristen (khususnya tentang konsep Trinitas). Hal ini menyebabkan banyak orang Kristen yang dari dulu selalu bingung/tidak mengerti tentang doktrin Trinitas menjadi pengikut mereka.

Dari tahun 1942-1952 (hanya dalam 10 tahun!) jumlah orang-orang Saksi Yehovah meningkat secara luar biasa:

  1. di Amerika Serikat meningkat 2 x lipat.
  2. di Asia meningkat 5 x lipat.
  3. di Eropa meningkat 7 x lipat.
  4. di Amerika Selatan meningkat 15 x lipat.

Kalau ada yang bertanya, “Mengapa mereka bisa bertumbuh begitu pesat?“, maka salah satu jawabnya adalah karena orang Saksi Yehovah tidak membedakan antara Pendeta dengan orang awam. Hampir semua orang Saksi Yehova dilatih untuk memberitakan ‘Injil’ dan 65 % anggota-anggota Saksi Yehova aktif memberitakan ‘Injil’ (bandingkan dengan orang Kristen yang menurut statistik hanya 0,5 % yang memberitakan Injil).

Orang Saksi Yehova menggunakan literatur dengan luar biasa hebatnya. Dimulai pada tahun 1879 (saat itu judulnya adalah The Herald of the Morning) dengan jumlah hanya 6000 exemplar / bulan. Pada tahun 1976 sudah mencapai 10 juta exemplar / bulan, dan sudah diterjemahkan ke dalam 79 bahasa. Pada tahun 1985 mencapai 17,8 juta exemplar / bulan, dan diterjemahkan ke dalam 106 bahasa. Majalah Awake! (= Sadarlah!) pada tahun 1976 mencapai 9 juta exemplar / bulan. Pada tahun 1985 mencapai 15,6 juta exemplar / bulan dan diterje-mahkan ke dalam 34 bahasa. Dari kategori majalah agama, kedua majalah ini pernah menduduki ranking I dan ranking II di seluruh dunia!

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya

Berikut ini adalah pokok-pokok pikiran dari Saksi Yehovah:

  1. Diyakini, bahwa Yahudi adalah Tuhan bagi mereka, dan Isa adalah “Presiden” bagi kerajaan Allah.
  2. Diyakininya kitab suci orang-orang Kristen, tetapi ditafsirkannya menurut kepentingan mereka sendiri.
  3. Taat buta kepada pemimpin-pemimpin mereka.
  4. Dieksploitasiikannya nama Al Masih dan kitab suci untuk mencapai tujuan mereka, yaitu menegakkan sebuah negara agama duniawi untuk menguasai dunia.
  5. Tidak dipercayainya akhirat dan neraka. Diyakininya, bahwa surga itu akan berada di dunia, dalam kerajaan mereka.
  6. Diyakininya, sudah dekatnya masa perang pembebasan yang dipimpin oleh Yesus Kristus, sementara mereka adalah prajurit-prajuritnya yang akan menghancurkan semua penguasa yang ada di bumi.
  7. Dipetiknya dari kitab suci, bagian-bagian yang menumbuhkan rasa cinta kepada Israel dan Yahudi, kemudian disebarkannya.
  8. Tidak dipercayainya ruh dan keabadiannya. Dan mereka mempunyai kuil khusus untuk mereka sendiri yang disebut “Aula Kerajaan” atau “Rumah Tuhan”.
  9. Persaudaraan umat manusia hanya terbatas pada mereka sendiri tanpa adanya manusia lain.
  10. Diperanginya sistem dan perundang-undangan buatan manusia, dan dikumandangkannya sikap membangkang. Dimusuhinya semua agama kecuali agama Yahudi. Dan ketua-ketua mereka semuanya adalah Yahudi.
  11. Diakuinya kesucian kitab-kitab yang dianggap suci oleh Yahudi, yaitu 19 buah kitab. Diyakininya trinitas, dan ditafsirkannya dengan: Yehova, Tuhan Anak, dan Ruhul Qudus.
  12. Seorang anggota dalam organisasi ini melewati beberapa tahapan yang sulit, dan untuk mencapainya harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang kejam dan berat.

Di samping itu, Saksi Yehovah memiliki sejumlah ciri-ciri fisik sebagaimana di bawah ini:
Membangun sebuah menara, yakni sebuah kubah yang berpojok tujuh, yang menjadi lambang Yahudi, baik lambang agama maupun lambang nasional. Membangun bintang enam, yang juga merupakan lambang Yahudi.

Membangun nama “Yehova”, dan ditulisnya dengan bahasa Ibrani. Yehova adalah Tuhan menurut Yahudi. Diantara kitab-kitab Organisasi Saksi Yahova :

  1. Sebuah majalah yang terbit dengan nama “Monumen Pengawasan Zionis” berbicara atas nama mereka. Kemudian majalah itu dirubah namanya menjadi “Monumen Pengawasan” untuk menyembunyikan kata Zionis.
  2. Berita yang baik tentang kerajaan (masuknya adalah kerajaan mereka yang diimpikan).
  3. Dasar kepercayaan terhadap dunia baru.
  4. Telah dekat masanya pengobatan umat.
  5. Hidup dengan mengharapkan sistem yang adil dan baru.
  6. Akar Pemikiran dan Keyakinannya

Mereka bisa dikategorikan sebagai sekte Masehi yang menyendiri dalam sebuah faham yang spesifik. Tetapi dalam kenyataannya, mereka dalam dominasi Yahudi secara nyata, dan mengadopsi keyakinan-keyakinan Yahudisme sekeseluruhan, dan bekerja aktif untuk kepentingan Yahudi. Mereka terpengaruh dengan para filosof kuno, khususnya para filosof Yahudi. Mereka mempunyai hubungan yang erat dengan Israel, dan organisasi-organisasi Yahudi Internasional, seperti Massonisme. Mereka mempunyai hubungan kerja sama dengan organisasi-organisasi missionaris Kristen, organisasi-organisasi Komunis dan Sosialis Internasional. Mereka mempunyai hubungan yang erat dengan orang-orang yang berpengaruh dari Yahudi dan Amerika.

Penyebaran dan Kawasan Pengaruhnya
Hampir tak ada satu negara pun di dunia ini yang terlepas dari aktifitas organisasi bawah tanah yang berbahaya ini. Markas mereka berpusat di Amerika, distrik Broklyn-New York, dengan alamat :124 Columbia Heights, Brooklyn New York, USA. Negara-negara yang ada aktivitas mereka sampai tahun 1955 M, mencapai 158 negara, waktu itu anggotanya berjumlah 632.929 orang. Propagandisnya berjumlah 1.814 orang. Oleh karena itu, berapakah gerangn jumlah mereka sekarang ?

Sebagian negara yang tahu bahaya aktifitas mereka, maka aktifitas mereka dilarangnya. Negara-negara itu antara lain: Singapore, Libanon, Cote d’ Ivoire, Filipina, Iraq, Norwegia, Kamerun, Cina, Turki, Swiss, Rumania, dan Belanda. Namun mereka masih mempunyai aktivitas di negara-negara tersebut dengan cara khusus dan rahasia. Adapun di negara-negara Afrika dan dunia Islam, pada umumnya mereka bekerja sama dengan organisasi-organisasi missionaris Kristen.

Diterbitkannya beribu-ribu buku, brosur dan surat kabar dan dibagi-bagikannya dengan cuma-cuma. Sesuatu yang menunjukan kekuatan aset keuangan mereka. Mereka juga mempunyai sekolah khusus untuk mereka sendiri, perkebunan, penerbitan dan pers. Masing-masing biro tersebut memiliki manajemen sendiri-sendiri. Mereka mempunyai kantor-kantor penerjemah dan pengarang, dan mempunyai tim ahli keagamaan untuk menafsirkan kitab-kitab suci sesuai dengan kepentingan mereka. Mereka mempunyai kerja sama yang besar dengan organisasi kedutaan, yang bekerja aktif untuk kepentingan Yahudi.

Organisasi ini, bisa mengambil manfat dari anggotanya untuk aktif sebagai intel, mata-mata dan agen propaganda. Wallahu a’lam.

Sumber:
1.Lembaga Kajian dan Penelitian WAMY, Ensiklopedi Mini tentang Gerakan Keagamaan dan Pemikiran, Al-I’tishom & Al-Ishlahy, Jakarta, 2002.

2.Pusat Informasi dan Komunikasi Islam (Alislam.or.id). Dll.

Kategori: zionisme

2 tanggapan so far ↓

  • andy // Agustus 19, 2008 pada 5:33 am

    Saksi Yehova didirikan tahun 1874 M, oleh Charles Taze Rusell (1862 - 1916 M).

    Orang2 saksi Yehova memang hampir semua pengikut mereka sangat paham tentang isi Alkitab dan mereka sangat aktive dalam penjabarannya untuk mencari pengikut2 baru. Menurut saksi Yehova bahwa merekalah yang paling benar dimata Tuhan. Tetapi Charles Taze lupa bahwa Alkitab yang mereka pegang itu adalah milik gereja Katolik. Gereja katoliklah yang menyusun dan mengkanonisasi isi Alkitab mana kitab2 yang berasal dari wahyu Ilahi dan mana yang bukan. Ini dibentuk oleh gereja katolik sejak abad 3. Sementara Saksi Yehova dibentuk oleh Charles Taze tahun 1874 Sesudah Masehi. Kalau saksi Yehova mau membuat kesaksian menurut ukuran mereka tanpa mengatakan bahwa diluar dari aliran mereka, tidak ada kebenaran… itu salah… boleh mengatakan diluar aliran mereka itu salah, kalau mereka memiliki Alkitab sendiri… tapi Alkitab yang mereka pegang itu adalah milik Gereja Katolik…. aneh dan sangat tidak konsisten….

  • abdullah // Januari 21, 2009 pada 6:27 am

    Setuju andy,bahkan mereka menghujad Gereja Katholik mulai cara beribadah hingga sistim hirarki Katholik….menurutku itu hanya dagelan Agama yg kurang lucu.


cara menghadapi orang kristen dlm debat *

September 6, 2008 · & Komentar

ahmad dedat memberitahukan dalm bukunya bagaimana cara mengdhadapi sikap orang kristen yang kalah dalam perdebatan

Orang-orang Kristen yang Sombong

Tak akan pernah Anda temui seorang misionaris, apakah itu Katholik, Protestan, atau salah seorang dari seribu satu sekte dan golongan Kristen, yang tidak, secara umum, mensyaratkan bahwa orang yang menjadi sasaran misi da’wahnya harus menerima “Injil”-nya sebagai kitab terakhir dalam setiap opini keagamaan. Satu-satunya jawaban yang dimiliki orang itu (sasaran misionaris) adalah, mengutip ayat-ayat Injil yang bertentangan dengan para misionaris atau mendebat penafsiran mereka.

Pertanyaan yang Mantap

Ketika seorang Muslim membuktikan suatu masalah dari kitab Injil milik umat Kristen, dan ketika seorang pendeta profesional tidak dapat menyangkal argumen-argumen tersebut –cara umat Kristen mengelak adalah dengan pertanyaan– “Apakah Anda menerima Injil sebagai firman Tuhan?” Dalam menghadapi hal itu, pertanyaannya terlihat mudah, tetapi jawaban sederhana “Ya” atau “Tidak” tidak dapat diberikan sebagai jawaban. Pertama kali seseorang harus menerangkan posisinya. Tetapi orang Kristen tersebut tidak akan memberikan kesempatan tersebut. Dia menjadi tidak sabar. “Jawab - ‘Ya atau Tidak!” dia memaksa. Bangsa Yahudi melakukan hal yang sama terhadap Yesus 2000 tahun yang lalu.

Pembaca dengan segera menyetujui bahwa sesuatu tidaklah selalu hitam atau putih. Di antara keduanya ada ber-jenis jenis bayangan abu-abu. Jika Anda mengatakan “Ya” untuk pertanyaan ini, itu berarti Anda siap menelan mentah-mentah semuanya, dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu. Jika Anda memberi tanggapan dengan mengatakan “Tidak”, dengan cepat ia melepaskan diri dari fakta-fakta yang Anda sajikan, dan mengumpulkan dukungan dari teman-teman-nya dengan: “Lihatlah, orang ini tidak percaya terhadap Injil! Apa haknya menjelaskan kasusnya dari kitab kita?” Dengan tipe argumen seperti ini ia tertolong menghindari isu tersebut. Apa yang harus dilakukan oleh seorang Mubaligh? Ia harus menjelaskan posisinya berhadapan dengan Injil, sebagaimana seharusnya.

Tiga Tingkat Pembuktian

Sebagai orang Islam, kita tanpa keraguan mengakui bahwa dalam Injil ada tiga jenis kesaksian berbeda yang dapat dikenali tanpa memerlukan pelatihan khusus apapun, yaitu:

  • Di dalam Injil Anda dapat mengenali apa yang mungkin digambarkan sebagai “Firman Tuhan”.

  • Anda juga dapat melihat apa yang digambarkan sebagai “Perkataan Nabi Tuhan”.

  • Dan Anda akan mengamati bahwa Injil adalah catatan dari para saksi yang melihat atau yang mendengar, atau tulisan seseorang berdasarkan cerita orang. Yang seperti itu adalah “Perkataan Sejarawan”.

Anda tidak perlu mencari contoh-contoh dari berbagai jenis bukti yang berbeda di dalam Injil. Kutipan berikut akan memperjelas hal tersebut:

Tipe pertama:

  • “Aku akan membangkitkan seorang Nabi bagi mereka . . . Aku akan menaruh Firman Ku . . . dan ia akan mengatakan kepada mereka segala apa yang Ku perintahkan kepadanya.” (Injil - Ulangan 18: 18).
    “Aku, Akulah Tuhan, dan tidak ada juru selamat selain daripada-Ku.” (Injil - Yesaya 43: 11).

  • “Berpalinglah kepada Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Aku-lah Allah dan tidak ada yang lain.” (Injil - Yesaya 45: 22).

Perhatikan kata ganti orang pertama (yang diberi tekanan) dalam referensi di atas, dan tanpa kesulitan Anda akan menyetujui bahwa redaksi pernyataan tersebut sepertinya layak sebagai firman Tuhan.

Tipe kedua:

  • “… Yesus berseru dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” (artinya: Allah Ku, Allah Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?….” (Injil - Matius 27: 46).

  • “Jawab Yesus kepadanya, ‘Hukum yang utama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita adalah Tuhan yang Esa’… ” (Injil - Markus 12: 29).

  • “Jawab Yesus kepadanya: ‘Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain daripada Allah saja’…” (Injil - Markus 10: 18).

Bahkan seorang anak kecil pun dapat menegaskan bahwa: Yesus “berseru,” Yesus “menjawab,” dan Yesus “berkata,” adalah perkataan dari orang yang dijadikan utusan-Nya, yaitu perkataan Nabi Tuhan.

Tipe ketiga:

“Dan dari jauh, Ia (Yesus) melihat pohon Ara yang sudah berdaun. Ia (Yesus) mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia (Yesus) mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia (Yesus) tiba disitu, Ia (Yesus) tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, …” (Injil - Markus 1 1: 13).

Kesaksian tipe ketiga ini banyak terdapat di dalam Injil, yaitu kata-kata orang ketiga. Perhatikan kata ganti kepunyaan yang telah diberi penekanan, itu semua bukanlah Firman Tuhan atau Perkataan Nabi-Nya, tetapi “perkataan sejarawan”.

Amatlah mudah bagi seorang muslim membedakan ketiga tipe redaksi dari bukti di atas, karena semua itu juga terdapat dalam kepercayaannya. Dibanding pengikut agama lain, seorang muslim paling beruntung karena berbagai macam catatan tersebut terdapat dalam kitab yang terpisah!

Pertama: Tipe pertama –Firman Tuhan– ditemukan dalam kitab yang disebut Kitab Suci Al-Qur’an.

Kedua: Tipe kedua –Perkataan Nabi Tuhan–, (Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) dicatat di dalam kitab yang disebut Hadits.

Ketiga: Bukti tipe ketiga ini berlimpah-limpah jumlahnya dalam berbagai buku sejarah Islam yang berbeda, beberapa ditulis oleh orang-orang berpengetahuan yang dapat dipercaya, dan yang lainnya ditulis oleh orang-orang yang kurang dapat dipercaya, tetapi umat Islam dianjurkan menyimpan kitab-kitab tersebut dalam buku yang terpisah!

Umat Islam menjaga ketiga tipe tersebut secara terpisah, sesuai tingkatan sumbernya, dengan tidak menyamakannya. Sebaliknya, Injil berisi campuran berbagai literatur, yang berisi hal-hal yang memalukan, mesum dan cabul –semua dalam sampul yang sama. Seorang Kristen terpaksa mengakui persamaan spiritual terhadap semuanya, dan ini menyebabkannya menjadi tidak beruntung.

Kategori: kristologi

6 tanggapan so far ↓

  • ilham r.a. // September 26, 2008 pada 3:04 pm

    bruakakakakaakkkkaaaaaak khaaaaaaah (>o<;) udah tunggu aja kiamat da ah hey orang-orang bodoh! sesungguhnya kalian akan melihat hari yang di janjikan oleh-Nya. dan Allah menyesatkan siapa saja yang dia inginkan, jadi lu ngapain sih ngurusin amat, insyaAllah ini adalah yg terbaik menurut perhitungannya karena sesungguhnya dia mahamemperhitungkan.

  • ilham r.a. // September 26, 2008 pada 3:06 pm

    btw lakum dinukum waliyadin….
    ps: stupid=death ilmu=hidup

  • kendiboy // Oktober 4, 2008 pada 9:32 am

    Wah benar 2 Saya pernah membaca kutipan Kitab Kidung Agung Masya Alloh masak di dalam kitab suci ada perkataan2 yang cabul.

    Mahasuci Alloh dengan segala Firmannya,

    Hanya Al-quranlah benar2 kitabsuci dari Kalam Alloh.SWT

  • umat Tuhan // Oktober 5, 2008 pada 5:27 am

    seenggaknya katholik gak mengeluarkan larangan merokok

  • simon // Desember 26, 2008 pada 12:20 pm

    kalian pnya cara pandang yg salah……
    kristen ga seburuk itu…KASIH adalah dasar segalanya,,dan Keselamatan aadalah upahnya…
    and 1 lagi…hanya Yesus jalan keselamatan.Ga ada yg lain…

  • umar // Februari 19, 2009 pada 2:14 am

    untuk simon, buktikan utk diri loe sendiri kalo kitab suci loe itu asli sehingga pantas jd panutan loe.


tentang ISLAM : Di dalam Injil

Agustus 27, 2008 · & Komentar

  • “Beban bagi Arab … ” (Injil - Yesaya 21: 13)

    Beban: berarti tanggung jawab Arab Muslim, dan tentu saja semua umat Islam saat ini sekarang, untuk menyebarkan agama Islam.

    Yesaya menyebutkan ini setelah melihat bayangan sebuah pasukan keledai dan pasukan unta (Yesaya 21: 7). Pasukan keledai ternyata adalah Yesus Alaihis-Salam yang memasuki Yerusalem dengan mengendarai dua keledai (Matius 21: 7). Lalu siapa “pasukan unta”?

    Tidak lain adalah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang datang sekitar enam ratus tahun sesudah kedatangan Yesus Kristus. Jika kesimpulan ini tidak dapat diterima, maka berarti kenabian masih belum terpenuhi.’

  • “… desa-desa yang didiami Kedar” (Injil-Yesaya 42: 11).

    “Arab dan semua pemuka Kedar… ” (Injil - Yehezkiel 27: 21)

    Ensiklopedi Injil standar Internasional mengutip yang berikut ini dari A. S. Fulton:

    • ” … Dari rumpun Ismail, Kedar adalah yang paling penting, dan oleh karena itu pada masa berikutnya nama tersebut diaplikasikan untuk semua suku-suku liar padang pasir Melalui Kedar (Arab Keidar) geneolog Muslim menelusuri nenek moyang Muhammad dari Ismail.”

  • “… Dia (Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) tampak bersinar dari pegunungan Paran (di Arab) dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus (mengacu pada saat penaklukan Makkah oleh Muhammad).” (Injil - Ulangan 33: 2).

  • “… dan Aku (Tuhan) akan membangkitkan kecemburuan mereka (bangsa Yahudi) dengan yang bukan umat (bangsa Arab) dan akan menyakiti hati mereka (bangsa Yahudi) dengan bangsa yang bebal,” (bangsa Arab sebelum Islam). (Injil - Ulangan 32: 21)

BACCA adalah MAKKAH: Ka’bah yang suci dibangun oleh Nabi Ibrahim Alaihis-salam dan anaknya Ismail Alaihis-salam di Makkah.

Nama Makkah disebut dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Fath (48): 24. Nama lain Makkah adalah Bakka, tergantung dialek sukunya: hal ini juga disebut sekali dalam Surat Ali ‘Imran (3): 96, yaitu:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dlbangun (untuk tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Sungguh mengagumkan, kota Bakka ini disebut oleh Nabi Daud Alaihis-salam dalam Injil:

“Apabila melintasi lembah Bakka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.” (Injil - Mazmur 84:7).

MUHAMMAD Shallallahu Alaihi wa Sallam:

  • Nabi Tuhan yang benar berdasarkan Injil

    • ” … setiap roh (maksudnya setiap Nabi) yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.” (Injil - 1 Yohanes 4: 2).

      Bandingkan dengan kitab suci Al-Qur’an surat Ali ‘Im-ran (3) ayat 45 dan banyak referensi Qur’an lainnya dimana Yesus diarahkan sebagai Kristus.

  • Nama Muhammad Disebutkan di Dalam Injil:

    • “Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya (Muhammad) menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai putra-putri Yerusalem.” (Injil -Kidung Agung 5: 16).

      Dalam naskah Ibrani asli, kata “Muhummedim” diterjemahkan menjadi “segala sesuatu menarik” yang pada dasarnya adalah kata Muhummed dengan tambahan “im”. Dalam bahasa Ibrani “im” digunakan untuk menyatakan jamak.

  • Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Adalah Seorang “Penolong” Seperti Yesus Alaihis-salam.

    • “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia me-nyertai kamu selama-lamanya.” (Injil - Yohanes 14: 16).

      Yesus Alaihis-salam adalah penolong pertama, dan yang lain tentunya seperti dia, sama seperti Yesus, seorang manusia dan bukan Tuh

dlm islam orang murtad harus dibunuh dalam hadits bukhari dinyatakan jika ada orang yang murtad dari agamanya maka bunuhlah ia

“… Janganlah engkau merasa sayang kepadanya (orang yang murtad); janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya.”

“Tetapi bunuhlah dia: Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia …” (Injil -Ulangan 13: 8,9).

ini adalah beberapa hal yang menyangkut tentang isalm dalam alkitab terdahulu


wahai saudaraku Akankah Masjid Aqsha Segera Roboh?

Februari 3, 2008 · 1 Komentar

al-aqsa-dan-quba.jpg

Buku yang berjudul : Lamunan-lamunan (The Daydreams) di atas baru-baru ini telah dipublikasikan di Palestina. Di sini para penulis mengadopsi empat scenario yang mungkin terjadi terhadap masa depan Al Aqsha. Skenario pertama menyerukan pembangunan 10 tiang sebagai wujud dari 10 Perintah Tuhan (Ten Commandments) di dekat bagian barat dinding Al Aqsha dan ketinggiannya sejajar dengan pekarangan Qubbah ash Shahrah. Teori kedua adalah hampir mirip dengan yang pertama yang menyeru untuk membangun kembali tempat ibadah ketiga (al Haikal) secara vertikal di dekat bagian barat dinding Al Aqsha. Jadi itu akan lebih tinggi dari masjid Al Aqsha dan akan dihubungkan dengan sisi internal pekarangan Al Aqsha. Teori ketiga adalah dengan mengadopsi keinginan untuk alih arsitektur dengan menganjurkan penggalian jalan berbentuk spiral yang dalam di sekitar Qubbah ash Shahrah. Terakhir, teori keempat menyerukan pembangunan kembali tempat ibadah al Haikal ini pada reruntuhan Al Aqsha secara umum.

Jerusalem :
Setelah kembali dari kunjungan ke Amerika Serikat pada tanggal 26 Pebruari 1997, Perdana Menteri Benyamin Netanyahu mengambil suatu keputusan yang sangat serius untuk membangun pemukiman baru di bukit Abu Ghneim di Jarusalem. Hal ini digambarkan oleh mendiang Raja Jordan, Raja Hussein sebagai aksi pembangunan pemukiman terakhir yang pernah disampaikan oleh Perdana Menteri Israel tersebut kepadanya. Pemukiman ini adalah salah satu dari serial pemukiman yang dibangun oleh Zionis sejak agresi mereka yang dimulai pada tanggal 5 Juni 1967. Ini dengan maksud untuk melingkari kota dengan pemukiman-pemukiman Yahudi dan upaya me-Yahudikan Jerusalem. Dengan rencana ini, Israel berupaya untuk memperkuat pencaplokannya terhadap kota dan mengisolasinya dari kota-kota lain. Ini juga dengan maksud untuk menerapkan fakta geografis dan demografis yang baru terhadap perubahan kultural dan demografis di kota suci ini.

Langkah-langkah konsolidasi dan penguatan yang dilakukan di kota Jerusalem hendaknya tidak membuat kita lupa akan upaya-upaya penggalian yang dilakukan di bawah Masjid Suci Al Aqsha. Penggalian-penggalian ini telah sampai pada tahapan yang membayakan dan hampir meruntuhkan Al Aqsha, khususnya dengan upaya-upaya Israel yang berkesinambungan untuk membangun kembali apa yang mereka sebut dengan tempat peribadatan ketiga (third Temple atau al Haikal) di atas reruntuhan Al Aqsha. Hal-hal berikut ini menyingkap beberapa gelagat dan implikasi yang mengindikasikan rencana ini.

Hadiah yang diberikan kepada kepada Gereja Yunani, kepala Uskup Maxim Soloum pada tanggal 29 Desember 1996 yang merupakan patung perak Jerusalem dengan tanpa Al Aqsha dan digantikan dengan Al Haikal.

Tayangan TV Israel menayangkan acara dokumenter yang memperlihatan bahwa Al Aqsha segera akan runtuh akibat gempa bumi yang akan terjadi di wilayah ini dalam tempo dua tahun. Lebih dari itu, penggalian-penggalian yang ada akan membantu proses keruntuhan ini yaitu dengan cara semakin diperlemah fondasi-fondasinya. Dan karena para geologis mengkonfirmasikan bahwa wilayah ini adalah salah satu dari titik gempa yang paling aktif di dunia.

Buku yang baru terbit di Palestina berjudul “The Daydreams” (Lamunan-lamunan) di mana para penulis Israel memberikan empat hipotesa untuk menghancurkan Al Aqsha dan membangun kembali Al Haikal.

Beberapa ekstrimis Israel mengindikasikan bahwa kelahiran Sapi Merah, sebagaimana digambarkan dalam kitab Injil yang lahir di tempat dekat Haifa merupakan sinyal surgawi bahwa pembangunan kembali Al Haikal ketiga di Jerusalem telah semakin mendekat. Namun mereka menganggap itu adalah sebuah mu’jizat, mereka harus menunggu hingga Sapi berusia 3 tahun kemudian mereka akan memulai pembangunan tempat ibadah ini.

Sheikh Ra’ed Salah adalah seorang Walikota Um Al Fahem mengungkapkan bahwa upaya Yahudi untuk memasuki masjid Al Marwani yang terletak di sebelah timur ruangan bawah Al Aqsha melalui sebuah pintu gerbang di sebelah selatan tembok Al Aqsha telah berhenti pada minggu terakhir bulan Ramadhan.

Dalam perkembangan lain, kantor Perdana Menteri telah mengizinkan orang Yahudi untuk melakukan sembahyang di Al Aqsha dengan alasan bahwa hal itu tidak pernah dilarang. Lagi pula langkah ini sejalan dengan pembangunan pemukiman baru di Abu Ghneium dan penggalian-penggalian di bawah Al Aqsha berlanjut yang dimulai dari pendudukan Israel pertama pada tahun 1967. Dalam kontek ini, sebuah video yang disiapkan oleh Sheikh Ra’ed Salah dan Najeh Bkeirat, ketua Komite Peninggalan Islam, memperlihatkan bahwa beberapa terowongan yang terdapat di Al Aqsha mengancam kehancuran fondasi-fondasinya. Salah satu dari terowongan dimulai dari wilayah barat daya Al Aqsha sepanjang bagian barat tembok kira-kira 4 meter dari tembok, dengan ketinggian antara 6-9 meter dan berjarak 30 meter. Terowongan ini berakhir dengan batu-batu kecil yang baru-baru ini dibangun dan dapat dibuang dengan mudah. Tentu hasilnya akan menjadi semakin mudah untuk memasuki ke jantung masjid Al Aqsha. Terowongan yang paling besar berada di bawah apa yang disebut dengan Pintu Tunggal (Al Mefred), di mana dua terowongan lainnya berada di bawah Pintu Ganda. Masing-masing kedua terowongan ini menuju ke ruangan bawah tanah tepat di bawah masjid Al Aqsha. Maka dari itu, penggalian-penggalian di bagian barat dan sisi selatan Al Aqsha dan pintu kuburan Al Rahma menyebabkan beberapa hal berikut ini :

(i) Dipindahkannya lebih dari 100 kuburan dan tempat keramat para Sahabat Rasulullah dan Tabiin di lokasi kuburan yang terletak di bagian barat Al Aqsha.

(ii) Terdapat beberapa keretakan dan kerusakan pada dinding-dinding Al Aqsha, khususnya pada dinding di bagian selatan di mana kaset dokumenter itu mengungkapkanya bahwa Yahudi menggunakan itu sebagai tempat untuk menyimpan kertas-kertas mereka termasuk lagu himne-himne dan lagu pujian sebagai bagian dari acara ritual mereka. Ini artinya bahwa mereka telah mulai mempergunakan seperti yang mereka lakukan di Tembok Ratap (al Buraq). Dan mereka ingin merubah tempat itu menjadi tempat peribadatan sebagaimana terjadi sebelumnya dengan tembok Al Buraq.

(iii) Merubah hal-hal yang istimewa di sekitar Al Aqsha, di samping membangun secara intensif menara tinggi yang dapat dianggap sebagai bagian dari pembangunan tempat peribadatan ketiga (al Haikal). Lebih dari itu, Otoritas Arkeologi Israel membangun rumah peristirahatan semacam bar dekat dengan jendela-jendela masjid suci Al Aqsha. Dan bar ini dapat dijadikan sebagai tempat bagi para mereka yang bercinta dan mempertontonkan perbuatan keji mereka kepada khalayak ramai.

Skenario Yahudi Menghancurkan Al Aqsha dan Membangun Tempat Ibadah :

Buku yang berjudul : Lamunan-lamunan (The Daydreams) di atas baru-baru ini telah dipublikasikan di Palestina. Di sini para penulis mengadopsi empat scenario yang mungkin terjadi terhadap masa depan Al Aqsha. Skenario pertama menyerukan pembangunan 10 tiang sebagai wujud dari 10 Perintah Tuhan (Ten Commandments) di dekat bagian barat dinding Al Aqsha dan ketinggiannya sejajar dengan pekarangan Qubbah ash Shahrah. Teori kedua adalah hampir mirip dengan yang pertama yang menyeru untuk membangun kembali tempat ibadah ketiga (al Haikal) secara vertikal di dekat bagian barat dinding Al Aqsha. Jadi itu akan lebih tinggi dari masjid Al Aqsha dan akan dihubungkan dengan sisi internal pekarangan Al Aqsha. Teori ketiga adalah dengan mengadopsi keinginan untuk alih arsitektur dengan menganjurkan penggalian jalan berbentuk spiral yang dalam di sekitar Qubbah ash Shahrah. Terakhir, teori keempat menyerukan pembangunan kembali tempat ibadah al Haikal ini pada reruntuhan Al Aqsha secara umum. Dan teori terakhir ini punya banyak konsep masa depan yang imajiner. Kita telah mencantumkan dalam makalah yang dipublikasikan pada bulan Agustus 1995 yang mengatakan bahwa sekitar tujuh organisasi Yahudi telah siap untuk membangun kembali al Haikal. Yang pertama telah mempersiapkan rancangan geometric dan arsitekturnya. Yang kedua terlah mempersiapkan batu-batu khusus yang akan dipergunakan. Yang ketiga telah mempersiapkan dekorasi dan rancangan interior. Yang keempat akan mempersiapkan kostum khusus yang akan digunakan tempat ibadah ini. Dan yang kelima menggalang dana untuk membiayai pembangunan ini. Sementara itu, Shiekh Ekremeh Sabri, salah satu khatib Al Aqsha menyebutkan dalam salah satu ceramahnya di Jum’at kedua di bulan Ramadan bahwa organisasi Yahudi telah memperingatkannya bahwa Al Aqsha akan diratakan dengan bumi guna pembangunan tempat ibadah ke tiga ini.

Deklarasi Berhubungan Dengan Jalan di bawah Al Aqsha :

Surat kabar harian Israel, Yediot Ahrenout yang terbit pada tanggal 21 Maret 1997 menggungkapkan bahwa pasukan bersenjata Israel telah melakukan penggalian di bawah Al Aqsha untuk mencari jalan setapak yang menjadi pintu masuk tempat ibadah (al Haikal) 2000 tahun yang lalu. Sumber-sumber Israel mengatakan bahwa jalan setapak ini telah ditemukan secara insidental satu minggu sebelum penggalian dimulai oleh Pemda kota. Penggalian ini berada di bawah halaman Al Buraq (Tembok Ratap) dekat bagian barat dan selatan dinding-dinding Al Aqsha. Ini dilakukan dengan alasan mengerjakan jaringan pembuangan kotoran.

Kemudian, Pemda memberhentikan penggalian ini dengan galian yang sudah sedalam 4 meter dan mengundang beberapa tenaga ahli dari Departemen Arkeologi. Direktur Jenderal Departemen ini, Amir Dury mengklaim bahwa jalan setapak yang ditemukan di bawah tanah berasal dari zaman eksisnya tempat ibadah yang kedua (second Temple). Itu merupakan salah satu jalan utama yang melintasi Jerusalem ke arah selatan dan utara yang berseberangan dengan sebelah barat dinding Al Aqsha.

Kelahiran Sapi Merah Diperingati :

Para Yahudi ekstimis menerima kelahiran sapi merah sebagai sinyal suci bahwa pembangunan kembali tempat ibadah yang ketiga (third Temple) sudah dekat. Ini telah dikonfirmasi oleh sekelompok Rabi (ulama) Yahudi di saat sapi merah itu lahir bulan lalu di ladang (kibbutz) milik para ekstrimis di dekat daerah Haifa. Karena sapi tersebut memiliki karakteristik sapi sakral yang dicantumkan di dalam kitab Injil. Menurut Perjanjian Lama, sapi merah tanpa bintik-bintik adalah sangat penting buat pemurnian ajaran ritual Yahudi. Jadi sapi ini akan disembelih dan dibakar, kemudian debunya dijadikan minyak yang dipergunakan dalam acara-acara keagamaan yang akan diadakan sebelum pembangunan kembali tempat ibadah yang ketiga persis di atas Al Aqsha. Para ekstrimis mengklaim bahwa tidak ada sapi merah yang lahir sejak tempat ibadah yang kedua (second Temple) dihancurkan oleh orang-orang Romawi. Jadi kelahiran sapi merah dianggap sebagai suatu mukjizat yang dapat memungkinkan mereka untuk memasuki tempat-tempat keramat dan suci di kota Jerusalem. Namun, mereka harus menunggu hingga sapi ini berusia tiga tahun dan pada saat itu mereka dapat memulai pembangunan kembali tempat ibadah ketiga (third Temple). Yahuda Atzion, seorang anggota kelompok yang berusaha untuk meledakkan Qubbah ash Shahrah pada tahun 1985 mengatakan bahwa mereka telah menunggu kedatangan mukjizat ini dari Tuhan selama 2000 tahun. Akhirnya mereka telah dianugerahkan sapi merah oleh Tuhan yang mereka nanti-nantikan.

Yahudi Boleh Sembahyang di Al Aqsha :

Menurut sumber harian Israel Ha’aretz, surat jawaban yang baru-baru ini dikirimkan oleh Sha’oun Stien, seorang konsultan Perdana Menteri, kepada Yesrael Medad, kepala Temple Mount Group, ia menulis bahwa sejauh apa yang ia ketahui bahwa Yahudi punya hak untuk sembahyang di Temple Mount, Masjid Al Aqsha. Dan mereka tidak pernah dilarang untuk melakukan hal tersebut. Karenanya, ia menyampaikan kepada kepala dinas kepolisian kota Jerusalem, Mayor Jenderal Ya’eir Yetshaky, untuk mengizinkan orang Yahudi melakukan ibadah dan acara-acara ritual secara tenang dan damai dengan koordinasi penuh dari pihak dinas kepolisian Jerusalem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Isilah Komentar di atas

Bagaimana pandangan anda dengan hadirnya blog ini?