Indonesia untuk kondisi saat ini harus lebih berani mengambil sikap dan keputusan untuk memutuskan hubungan diplomasi dengan malaysia dan segera menarik seluruh warga Indonesia dari Malaysia. Hal ini dilakukan karena malaysia sudah semakin merajalela ingin menguasai sebagian kepulauan Indonesia dan tidak mau berdiplomasi lagi masalah perbatasan laut antara kedua negara, bahkan mereka sudah berani mengklaim kesenian dan kebudayaan Indonesia menjadi milik mereka. Malaysia sudah mulai mencoba- coba untuk perlahan-lahan menguasai kepulauan, kesenian dan kebudayaan Indonesia, semenjak malaysia berhasil mengambil alih pulau sipadan dan siligitan dari Tanah Air Indonesia, dan Malaysia juga melihat berbagai kelemahan Indonesia, baik dari sisi Ekonomi, pemerintahan yang hancur, korupsi dimana-mana, hukum yang mandul, pertahanan keamanan yang lemah. Ini yang membuat malaysia semakin tidak takut lagi dengan Indonesia, bahkan mereka yang akan lambat laun mengobari semboyan "Ganyang Indonesia".
Melihat kondisi Indonesia sekarang ini, dari segala sisi cukup memprihatinkan, baik dari sisi ekonomi, pemerintahan, hukum, politik, pendidikan, kesehatan, pertanian, kehutanan, perkebunan, yang semua tidak ada perbaikan yang cukup mengarah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Indonesia harus berani dari sekarang untuk melakukan perubahan yang mendasar terhadap kondisi perekonomian dan pemerintahan Indonesia. Kalau kita lihat lahan tanah masih cukup luas yang kosong di Indonesia, bisa dimamfaatkan untuk para TKI dan warga negara Indonesia di Malaysia. Tarik seluruh warga dan TKI dari Indonesia dan diberikan lowongan kerja yang sesuai dengan keahliannya. TKI perkebunan dari malaysia dan Pembantu Rumah Tangga, diberikan lahan yang cukup di wilayah negara Republik Indonesia, diberikan penyuluhan dan modal untuk menggarap lahan tersebut. Sehingga seluruh TKI dan warga negara Indonesia yang ada dimalaysia punya lowongan kerja di Indonesia yang bisa membuat kesejahteraan bagi mereka. Kita harus melakukan ini sekarang, sebab sudah banyak warga negara Indonesia tertindas dan tidak diperlakukan tidak sewenang-wenang di Malaysia.
Wahai para pemimpin dan para pemikir intelektua yang ada di Indonesia ini, mari kita kawal dan kita rencanakan dari sekarang agar transfomasi Warga Negara Indonesia yang ada di Malaysia bisa secepatnya punya pekerjaan dan lahan pekerjaan di Indonesia.
Dengan seperti itu, negara Indonesia punya harkat dan martabat ditengah- tengah peradaban Dunia. Jangan hanya kita mengalah saja, tetapi kita harus melakukan terobosan untuk kemajuan dan kemaslahatan dan keadilan bagi seluruh warga negara Indonesia, punya perlindungan dari pemerintah terhadap kemajuan dan kelangsungan hidupnya di Indonesia. Jangan kita biarkan warga negara Indonesia ada yang melarat satupun. Itu adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah Indonesia. MARI KITA PIKIRKAN DARI SEKARANG....................
MERDEKAAAAAAAAAAAA...............
Media untuk Menyalurkan Hasil Pemikiran Para Intelektual Muda Indonesia
SELAMAT BERGABUNG DI SITUS INTELEKTUAL MUDA INDONESIA
Situs orang- orang intelektual Muda Indonesia yang ingin menuangkan hasil pemikirannya untuk Kemajuan Bangsa Indonesia ke depannya. Tuangkan pemikiran anda di blog ini. Mari mengawasi dan mengkritik jalannya pemerintahan dan pembangunan di Daerah khususnya dan di Negara Indonesia pada umumnya dari segala sudut pembaharuan. Sehingga di Daerah menjadi Daerah yang maju dan makmur serta menjadi daerah percontohan di Indonesia dan Negara Indonesia menjadi negara yang maju dan kuat perekonomiannya di tengah- tengah peradaban dunia.
Potret Desa Padangbolak
Sopo Godang Desa Nagasaribu
Rabu, 25 Agustus 2010
Rabu, 12 Mei 2010
KORUPSI DAN MAKELAR KASUS MASIH SUSAH DITEGAKKAN DI INDONESIA
Dari kasus yang terjadi dalam tahun 2009 dan terus merambah ke tahun 2010, dari kasus Cicak dan Buaya sampai ke kasus Bank Century serta Gayus Tambunan. Dari berbagai kasus ini nampak jelas bahwa penegakan hukum di Indonesia masih belum terlaksana secara nyata, masih separuh hati dan masih ada unsur suka dan tidak suka bahkan masih ada seorang makelar kasus, dimana makelar kasus ini punya drama dan strategi bisa mengatur sebuah kejadian dan perkara bisa direkayasa begitu rupa, sehingga seseorang yang berkepentingan terhadap kasus ini bisa dimenangkan. Makelar kasus ini punya power dan hubungan dekat dengan oknum penyidik polisi dan punya kekuatan untuk mempengaruhi para hakim dan jaksa sebagai penegak hukum, dan didalam persidangan tersebut sudah diatur dan dipilih siapa hakim dan jaksa yang akan melakukan persidangan tersebut. Begitulah begitu bobroknya bahkan hancurnya penegekan hukum indonesia ini, kalau boleh saya katakan inilah era dimana penegakan hukum di Indonesia ini sangat memprihatinkan sekali.
Kasus cicak dan buaya merupakan pekerjaan makelar kasus, untuk memecah belah penegakan hukum di Indonesia, anatara oknum polisi dan lembaga pemberantasan korupsi KPK. Hal ini sudah jelas ada sekelompok orang di Indonesia ini yang menginginkan KPK itu harus di bubarkan, karena lembaga ini dianggap punya power yang besar untuk memberantas korupsi dan makelar kasus di Indonesia ini. Sehingga dibuatlah rekayasa dan dinyatakan pejabat KPK bibit dan candra melakukan penerimaan suap terhadap beberapa kasus yang ditangani oleh kedua pejabat KPK tersebut. Hal ini merupakan salah satu kerjaan makelar kasus, yang susunan dramanya sangat rapi sekali. Kasus ini membuat oknum polisi turun tangan untuk melakukan penyelidikan terus turun ke penyidikan, yang berimpas kedua lembaga penegak hukum ini saling menunjukkan kekuatannya, yang akhirnya disebut kasus cicak dan buaya.
Kita sebagai rakyat Indonesia harus bijak membaca dan menyikapi kasus ini, kita jangan sampai terlena yang akhirnya akan membuat lembaga KPK ini hilang dari Indonesia, padahal lembaga ini sangat penting sekali untuk mengawasi dan menindak terhadap pelaku korupsi di Indonesia ini.
Disamping itu ada satu lagi lembaga yang harus betul- betul kita kawal keberadaannya sampai kapanpun, yaitu Mahkamah Konstitusi, jangan sampai ada makelar kasus yang membuat pejabat bahkan lembaga ini dihapus.
Masih banyak lagi kasus yang sangat jelas kita lihat bahwa penegakan hukum di Indonesia ini memang sudah bobrok sekali, kita sebagai rakyat indonesia mari bersatu untuk tetap mengawasi bahkan mengawal agar penegakan hukum di Indonesia kembali jaya sesuai dengan seharusnya. Jangan sekali- kali melawan kekuatan rakyat, apabila rakyat sudah mengamuk dan bosan sebagai penonton, maka kehancuran dan lompatan kuantum kemarahan rakyat untuk melakukan revolusi pasti akan segera dijalankan sebagai salah satu alternatif untuk penegakan keadilan dan hukum di Indonesia kembali jalan sebenarnya.
Selamat berjuang...
Kasus cicak dan buaya merupakan pekerjaan makelar kasus, untuk memecah belah penegakan hukum di Indonesia, anatara oknum polisi dan lembaga pemberantasan korupsi KPK. Hal ini sudah jelas ada sekelompok orang di Indonesia ini yang menginginkan KPK itu harus di bubarkan, karena lembaga ini dianggap punya power yang besar untuk memberantas korupsi dan makelar kasus di Indonesia ini. Sehingga dibuatlah rekayasa dan dinyatakan pejabat KPK bibit dan candra melakukan penerimaan suap terhadap beberapa kasus yang ditangani oleh kedua pejabat KPK tersebut. Hal ini merupakan salah satu kerjaan makelar kasus, yang susunan dramanya sangat rapi sekali. Kasus ini membuat oknum polisi turun tangan untuk melakukan penyelidikan terus turun ke penyidikan, yang berimpas kedua lembaga penegak hukum ini saling menunjukkan kekuatannya, yang akhirnya disebut kasus cicak dan buaya.
Kita sebagai rakyat Indonesia harus bijak membaca dan menyikapi kasus ini, kita jangan sampai terlena yang akhirnya akan membuat lembaga KPK ini hilang dari Indonesia, padahal lembaga ini sangat penting sekali untuk mengawasi dan menindak terhadap pelaku korupsi di Indonesia ini.
Disamping itu ada satu lagi lembaga yang harus betul- betul kita kawal keberadaannya sampai kapanpun, yaitu Mahkamah Konstitusi, jangan sampai ada makelar kasus yang membuat pejabat bahkan lembaga ini dihapus.
Masih banyak lagi kasus yang sangat jelas kita lihat bahwa penegakan hukum di Indonesia ini memang sudah bobrok sekali, kita sebagai rakyat indonesia mari bersatu untuk tetap mengawasi bahkan mengawal agar penegakan hukum di Indonesia kembali jaya sesuai dengan seharusnya. Jangan sekali- kali melawan kekuatan rakyat, apabila rakyat sudah mengamuk dan bosan sebagai penonton, maka kehancuran dan lompatan kuantum kemarahan rakyat untuk melakukan revolusi pasti akan segera dijalankan sebagai salah satu alternatif untuk penegakan keadilan dan hukum di Indonesia kembali jalan sebenarnya.
Selamat berjuang...
Sabtu, 06 Februari 2010
KASUS BANK CENTURY SIMBOL INDONESIA MENUJU ERA KEHANCURAN
Kasus bank Century adalah salah satu kasus yang melibatkan banyak pejabat negara yang menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi/materialistik semata, tanpa memandang kepentingan masyarakat yang lebih besar. Kasus ini merupakan simbol kekuasaan yang sangat buruk sekali dimata masyarakat, padahal sebenarnya kekuasaan itu dipergunakan untuk kemakmuran dan kemaslahatan rakyat indonesia. Kalau simbol kekuasaan yang ada seperti ini berkembang terus dibumi Indonesia ini, khususnya di level pemerintahan pusat, daerah, maka kemakmuran dan kesejahteraan rakyat itu mustahil diwujudkan. Kalaupun terwujud butuk waktu yang sangat lama sampai 100 tahun kedepan. Seharusnya dari sisi lamanya indonesia merdeka, sudah lebih 100 tahun, seyogianya rakyat Indoensia sudah makmur dan pendapatan per kapitanya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, tetapi justru sebaliknya, kemelaratan dan kemiskinan yang kita lihat dan kita saksikan dilapisan masyarakat kita sekarang. Ada apa yang terjadi didalam diri kepemimpinan daerah atau pemerintah kita? Atau dalam arti kata ada apa yang terjadi dalam simbol kepemimpinan negara atau pemerintah kita??
Salah satu contoh kasus adalah bank century, sampai sekarang belum jelas penyelesaiannya, masih berbelit- belit, padahal sudah jelas bahwa dalam pengambilan kebijakan bahwa bank century dikatakan sistimatik, okelah sistematik dan perlu penyelamatan, tapi penyelamatannya harus jelas dan transparan, kemana saja uang disalurkan oleh lembaga penyelamatan pinjaman itu, sehingga totalnya sampai 6.7 T. Ini kita tidak tahu kemana saja uang sebesar 6.7 triliun itu, apakah untuk dibagi- bagi untuk kepentingan politik dan pribadi?? Sehingga kambing hitamnya dibuatlah bank century kategori sistematik, supaya ada cara untuk meraup kekayaan negara ini untuk kepentingan pribadi dan golongan. Kalau teknik seperti itu sudah lamanya kita tahu itu, kita masyarakat biasa saja tahu teknik akal- akalan seperti itu. Jadilah seorang pengambil kebijakan atau seorang simbol pemerintahan yang berpihak kepada kemaslahatan ummat indonesia ini.
Kalau pengambil kebijakan atau simbol pememerintahan berjiwa kotor dan tidak jujur seperti ini terus merajalela di negeri ini, maka yakinlah negeri ini akan hancur dibilas oleh kemajuan dan persaingan global yang semakin menghantui kita, secara tidak sadar kita belum siap karena dinegara sendiri masih banyak permasalahan yang harus dibenahi.
Kalau hal ini terjadi, maka negara ini perlu lompatan kuantum untuk menuju perbaikan tersebut yaitu revolusi besar- besaran, dengan cara pembenahan seluruh insfrastruktur pemerintahan kita, mulai dari penegakan keadilan dan pemberantasan korupsi harus betul- betul ditegakkan tanpa pandang bulu. Penyelamatan perekonomian negara ini, dengan membenahi sistim peraturan ketenaga kerjaan yang tidak hanya berpihak kepada pengusaha saja, tapi berpihak kepada pekerja. Membangun lapangan kerja yang banyak, dengan membangun pabrik- pabrik manufaktur untuk kemaslahan bangsa sendiri. Membangun insfrastrukture jalan dan jembatan yang menghubungkan pelosok desa dengan perkotaan, memberikan pelayanan kesehatan yang merata kepada semua lapisan masyarakat.
Sebenarnya kalau kita mau, sangat mudah untuk melaksanakannya, sangat gampang?? Yang sulit adalah dari diri pribadi sendiri itu masih ada penyakit korupsi dan ingin memperkaya diri sendiri. Itu yang harus dibenahi duluan, yaitu penyakit jiwa yang merusak para simbol pemerintahan kita, seharusnya sebelum masuk kedalam pejabat daerah/ pemerintah, harus betul- betul diperiksa dan dibenahai jiwa dan hatinya, yaitu dengan ditrainingkan ke lembaga yang memberikan pencerahan rohani dan spritual, suapaya mereka sadar bahwa hidup ini adalah sementara dan yang paling kuasa adalah sang Allah SWT.
Salah satu contoh kasus adalah bank century, sampai sekarang belum jelas penyelesaiannya, masih berbelit- belit, padahal sudah jelas bahwa dalam pengambilan kebijakan bahwa bank century dikatakan sistimatik, okelah sistematik dan perlu penyelamatan, tapi penyelamatannya harus jelas dan transparan, kemana saja uang disalurkan oleh lembaga penyelamatan pinjaman itu, sehingga totalnya sampai 6.7 T. Ini kita tidak tahu kemana saja uang sebesar 6.7 triliun itu, apakah untuk dibagi- bagi untuk kepentingan politik dan pribadi?? Sehingga kambing hitamnya dibuatlah bank century kategori sistematik, supaya ada cara untuk meraup kekayaan negara ini untuk kepentingan pribadi dan golongan. Kalau teknik seperti itu sudah lamanya kita tahu itu, kita masyarakat biasa saja tahu teknik akal- akalan seperti itu. Jadilah seorang pengambil kebijakan atau seorang simbol pemerintahan yang berpihak kepada kemaslahatan ummat indonesia ini.
Kalau pengambil kebijakan atau simbol pememerintahan berjiwa kotor dan tidak jujur seperti ini terus merajalela di negeri ini, maka yakinlah negeri ini akan hancur dibilas oleh kemajuan dan persaingan global yang semakin menghantui kita, secara tidak sadar kita belum siap karena dinegara sendiri masih banyak permasalahan yang harus dibenahi.
Kalau hal ini terjadi, maka negara ini perlu lompatan kuantum untuk menuju perbaikan tersebut yaitu revolusi besar- besaran, dengan cara pembenahan seluruh insfrastruktur pemerintahan kita, mulai dari penegakan keadilan dan pemberantasan korupsi harus betul- betul ditegakkan tanpa pandang bulu. Penyelamatan perekonomian negara ini, dengan membenahi sistim peraturan ketenaga kerjaan yang tidak hanya berpihak kepada pengusaha saja, tapi berpihak kepada pekerja. Membangun lapangan kerja yang banyak, dengan membangun pabrik- pabrik manufaktur untuk kemaslahan bangsa sendiri. Membangun insfrastrukture jalan dan jembatan yang menghubungkan pelosok desa dengan perkotaan, memberikan pelayanan kesehatan yang merata kepada semua lapisan masyarakat.
Sebenarnya kalau kita mau, sangat mudah untuk melaksanakannya, sangat gampang?? Yang sulit adalah dari diri pribadi sendiri itu masih ada penyakit korupsi dan ingin memperkaya diri sendiri. Itu yang harus dibenahi duluan, yaitu penyakit jiwa yang merusak para simbol pemerintahan kita, seharusnya sebelum masuk kedalam pejabat daerah/ pemerintah, harus betul- betul diperiksa dan dibenahai jiwa dan hatinya, yaitu dengan ditrainingkan ke lembaga yang memberikan pencerahan rohani dan spritual, suapaya mereka sadar bahwa hidup ini adalah sementara dan yang paling kuasa adalah sang Allah SWT.
Langganan:
Postingan (Atom)