Kasus bank Century adalah salah satu kasus yang melibatkan banyak pejabat negara yang menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi/materialistik semata, tanpa memandang kepentingan masyarakat yang lebih besar. Kasus ini merupakan simbol kekuasaan yang sangat buruk sekali dimata masyarakat, padahal sebenarnya kekuasaan itu dipergunakan untuk kemakmuran dan kemaslahatan rakyat indonesia. Kalau simbol kekuasaan yang ada seperti ini berkembang terus dibumi Indonesia ini, khususnya di level pemerintahan pusat, daerah, maka kemakmuran dan kesejahteraan rakyat itu mustahil diwujudkan. Kalaupun terwujud butuk waktu yang sangat lama sampai 100 tahun kedepan. Seharusnya dari sisi lamanya indonesia merdeka, sudah lebih 100 tahun, seyogianya rakyat Indoensia sudah makmur dan pendapatan per kapitanya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, tetapi justru sebaliknya, kemelaratan dan kemiskinan yang kita lihat dan kita saksikan dilapisan masyarakat kita sekarang. Ada apa yang terjadi didalam diri kepemimpinan daerah atau pemerintah kita? Atau dalam arti kata ada apa yang terjadi dalam simbol kepemimpinan negara atau pemerintah kita??
Salah satu contoh kasus adalah bank century, sampai sekarang belum jelas penyelesaiannya, masih berbelit- belit, padahal sudah jelas bahwa dalam pengambilan kebijakan bahwa bank century dikatakan sistimatik, okelah sistematik dan perlu penyelamatan, tapi penyelamatannya harus jelas dan transparan, kemana saja uang disalurkan oleh lembaga penyelamatan pinjaman itu, sehingga totalnya sampai 6.7 T. Ini kita tidak tahu kemana saja uang sebesar 6.7 triliun itu, apakah untuk dibagi- bagi untuk kepentingan politik dan pribadi?? Sehingga kambing hitamnya dibuatlah bank century kategori sistematik, supaya ada cara untuk meraup kekayaan negara ini untuk kepentingan pribadi dan golongan. Kalau teknik seperti itu sudah lamanya kita tahu itu, kita masyarakat biasa saja tahu teknik akal- akalan seperti itu. Jadilah seorang pengambil kebijakan atau seorang simbol pemerintahan yang berpihak kepada kemaslahatan ummat indonesia ini.
Kalau pengambil kebijakan atau simbol pememerintahan berjiwa kotor dan tidak jujur seperti ini terus merajalela di negeri ini, maka yakinlah negeri ini akan hancur dibilas oleh kemajuan dan persaingan global yang semakin menghantui kita, secara tidak sadar kita belum siap karena dinegara sendiri masih banyak permasalahan yang harus dibenahi.
Kalau hal ini terjadi, maka negara ini perlu lompatan kuantum untuk menuju perbaikan tersebut yaitu revolusi besar- besaran, dengan cara pembenahan seluruh insfrastruktur pemerintahan kita, mulai dari penegakan keadilan dan pemberantasan korupsi harus betul- betul ditegakkan tanpa pandang bulu. Penyelamatan perekonomian negara ini, dengan membenahi sistim peraturan ketenaga kerjaan yang tidak hanya berpihak kepada pengusaha saja, tapi berpihak kepada pekerja. Membangun lapangan kerja yang banyak, dengan membangun pabrik- pabrik manufaktur untuk kemaslahan bangsa sendiri. Membangun insfrastrukture jalan dan jembatan yang menghubungkan pelosok desa dengan perkotaan, memberikan pelayanan kesehatan yang merata kepada semua lapisan masyarakat.
Sebenarnya kalau kita mau, sangat mudah untuk melaksanakannya, sangat gampang?? Yang sulit adalah dari diri pribadi sendiri itu masih ada penyakit korupsi dan ingin memperkaya diri sendiri. Itu yang harus dibenahi duluan, yaitu penyakit jiwa yang merusak para simbol pemerintahan kita, seharusnya sebelum masuk kedalam pejabat daerah/ pemerintah, harus betul- betul diperiksa dan dibenahai jiwa dan hatinya, yaitu dengan ditrainingkan ke lembaga yang memberikan pencerahan rohani dan spritual, suapaya mereka sadar bahwa hidup ini adalah sementara dan yang paling kuasa adalah sang Allah SWT.
Media untuk Menyalurkan Hasil Pemikiran Para Intelektual Muda Indonesia
SELAMAT BERGABUNG DI SITUS INTELEKTUAL MUDA INDONESIA
Situs orang- orang intelektual Muda Indonesia yang ingin menuangkan hasil pemikirannya untuk Kemajuan Bangsa Indonesia ke depannya. Tuangkan pemikiran anda di blog ini. Mari mengawasi dan mengkritik jalannya pemerintahan dan pembangunan di Daerah khususnya dan di Negara Indonesia pada umumnya dari segala sudut pembaharuan. Sehingga di Daerah menjadi Daerah yang maju dan makmur serta menjadi daerah percontohan di Indonesia dan Negara Indonesia menjadi negara yang maju dan kuat perekonomiannya di tengah- tengah peradaban dunia.
Potret Desa Padangbolak
Sopo Godang Desa Nagasaribu