SELAMAT BERGABUNG DI SITUS INTELEKTUAL MUDA INDONESIA

Situs orang- orang intelektual Muda Indonesia yang ingin menuangkan hasil pemikirannya untuk Kemajuan Bangsa Indonesia ke depannya. Tuangkan pemikiran anda di blog ini. Mari mengawasi dan mengkritik jalannya pemerintahan dan pembangunan di Daerah khususnya dan di Negara Indonesia pada umumnya dari segala sudut pembaharuan. Sehingga di Daerah menjadi Daerah yang maju dan makmur serta menjadi daerah percontohan di Indonesia dan Negara Indonesia menjadi negara yang maju dan kuat perekonomiannya di tengah- tengah peradaban dunia.

Potret Desa Padangbolak

Potret Desa Padangbolak
Sopo Godang Desa Nagasaribu

Sabtu, 16 April 2011

Kabupaten Padang Lawas Utara Menuju Daerah Yang Makmur dan Sejahtera

Semenjak kabupaten paluta dimekarkan dari kabupaten induk kabupaten tapanuli selatan, momen awal yang patut kita syukuri dan kita banggakan karena dengan otonom yang diberikan sesuai amanat undang undang untuk bisa memberikan pelayanan yang merata ke masyarakat serta pembangunan insfrastruktur umum untuk kepentingan masyarakat serta kesejahteraan rakyat bisaterwujud dan terpenuhi.

Dari sisi pembangunan yang merata, pemerintah akan lebih fokus dan bisa mewujudkan pembangunan insfrastruktur daerah yang lebih kecil dibanding dengan daerah yang cakupan atauwilayahnya lebih luas, sehingga pemerataan pembangunan itu sulit diwujudkan atau dijalankan secara merata dan berkeadilan, sehingga semua lapisan masyarakat sampai kepelosokdesa bisa merasakan pembangunan itu sendiri. Dengan adanya pemekaran diharapkan pememerintah bisa menjalankan pembangunan yang merata yaitu pembangunan jalan raya yang menghubungkan pelosok desa dengan pusat pasar desa masing masing bahkan bisa menghubungkan pelosok desa dengan pusat kota gunung tua yang merupakan ibu kota padang lawas utara.

Selanjutnya pembanguna sarana kesehatan masyarakat yang memadai yaitu puskesmas diharapkan ada disetiap desa sehingga pelayanan masyarakat bisa terpenuhi sesuai amanat undang undang dimana kesehatan masyarakat dijamin oleh negara.

Disamping itu perlu adanya pembangunan gedung gedung sekolah dan fasilitas umum yang lengkapseperti ketersediaan buku buku yang terkini, laboratorium fisika, biologi, bahasa, komputer yang lengkap. Yang tidak boleh kalah penting adalah pembangunan pasar tradisional yang modern untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Didalam program pembangunan yang dijalankan dalam semua bidang pembanguna baik pembanguna jalan raya dan jembatan, pembangunan puskesmas, pembangunan gedung sekolah, pembangunan pasar tradisional, harus menganut unsur seni, kreatif, inovatif, tahan lama serta mengandung unsur pariwisata. Disamping itu dalam pelaksanaannya dilapangan harus menganut unsur saling menguntungkan, artinya dalam pelaksanaan setiap lelang tender oleh dinas PU, harus disampaikan secara terbuka berapa fee atau keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan pemenang tender. Teknisnya adalah diharapkan dengan sistim terbuka seperti ini, tidak ada lagi korupsi dengan mengambil keuntungan sebanyak banyaknya dari total alokasi tender, sehingga mutu dari pembangunan yang dilaksanakan tidak tahan lama alias pembanunan yang dilakukan tidak bertahan jangka panjang. Didalam pelaksanaannya dilapangan harus diawasi oleh lembaga independen, bisa gabungan dari team ahli, tokoh masyarakat serta pemuda masyarakat, sehingga mutu dari pembangunan itu betul betul bermamfaat tahan lama untuk kepentingan masyarakat.

Dengan menerapkan pembangunan yang berkualitas serta memenuhi unsur seni, kreatif, inovatif, tahan lama serta menganut unsur pariwisata, maka otomatis kesejahteraan rakyat akan tercapai. Dalam arti kata, apabila jalan raya yang menghubungkan pedesaan dengan pusat pasar sudah bagus, tentu pendapatan dan perekonomian rakyat akan meningkat. Apabila sarana kesehatan masyarakat tersedia dan lengkap, tentu masyarakat akan semakin semangat bekerja dan daya pikirnya akan sehat dalam mengupayakan bagaimana usahanya bisa berkembang. Sebab kesehatan raga akan mempengaruhi semangat masyarakat untuk bekerja lebih baik dan daya pikirnya akan semakin lemah.

Selanjutnya, kalau sarana sekolah lengkap mulai dari sekolah dasar sampai sekolah atas, tentu akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang akan memikirkan dan mengupayakan bagaimana pembangunan bagsa bisa lebih baik dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai.

Dan yang tidak kalah penting adalah apabila pasar tradisional dikelola dengan unsur seni, kreatif dan inovatif serta menganut unsur pariwisata, tentu turis lokal bahkan mancanegara akan berdatangan kedaerah kita, sehingga pendapatan para pedagang tentu akan meningkat.

Kalau pembangunan daerah kita benahi dari semua sisi dengan menganut unsur seni, kreatifn inovatif, berkualitas dan tahan lama serta menganut unsur pariwisata, maka otomatis kesejahteraan masyarakat akan terwujud dan merata disemua lapisan masyarakat. Jadi pemerintah adalah fasilitatornya untuk mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera.

Untuk mewujudkan daerah paluta menjadi daerah yang masyarakatnya makmur dan sejahtera dan terpandang dari daerah lain, dibutuhkan pemimpin yang punya visi/tujuan, punya kemampuan untuk mengelolanya, serta punya kemauan dan impian untuk menjalankannya. Karena tanpa modal itu, mustahil daerah kita yang baru dimekarkan bisa maju dan berkembang dan masyarakatnya sejahtera. Tetapi tinggal hanya sebatas pemekaran yang tidak ada perbedaannya ketika dalam kontek kabupaten tapanui selatan. Kita memperjuangkan pemekaran, tentu kita ingin perbedaan menuju daerah yang maju dan berkembang dimana pembangunan terus menerus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan menerapkan unsur seni, kreatif,inovatif,berkualitas dan tahan lama serta menganut unsur pariwisata, sehingga daerah kita menjadi kota modern dan maju dibandingkan dengan daerah lain serta masyarakatnya sejahtera dan makmur.

Bangunlah para pemimpinku, khususnya bupati padang lawas utara, mari kita mulai dari sekarang membangun daerah kita ini menjadi kota modern dan maju, kota pariwisata Serta kota impian semua kota yang ada di indonesia, kita jadikan paluta menjadi kota histeri yang patut dijadikan panutan bagi kota kota lainnya di indonesia.

Hidup ini adalah sementara, mari kita ukir kenangan yang tidak terlupakan sepanjang masa, dimana para generasi muda akan mengenang kita sebagai bapak tokoh pembangunan, tokoh yang cukup dikenang sepanjang masa yang tertuang dalam buku sejarah pembangunan kota padanglawas utara. Bahkan akan dibuatkan monumen tugu mengenai pribadi kita sebagai tokoh pembaharuan masyarakat modern, bahkan mendapat gelar kehormatan dari negara dan dari civitas akademik profesor.

Majulah daerahku paluta, sejahteralah rakyatku menuju kota impian.

Merdeka...

Rabu, 25 Agustus 2010

TARIK TKI DAN KEDUBES RI DARI MALAYSIA

Indonesia untuk kondisi saat ini harus lebih berani mengambil sikap dan keputusan untuk memutuskan hubungan diplomasi dengan malaysia dan segera menarik seluruh warga Indonesia dari Malaysia. Hal ini dilakukan karena malaysia sudah semakin merajalela ingin menguasai sebagian kepulauan Indonesia dan tidak mau berdiplomasi lagi masalah perbatasan laut antara kedua negara, bahkan mereka sudah berani mengklaim kesenian dan kebudayaan Indonesia menjadi milik mereka. Malaysia sudah mulai mencoba- coba untuk perlahan-lahan menguasai kepulauan, kesenian dan kebudayaan Indonesia, semenjak malaysia berhasil mengambil alih pulau sipadan dan siligitan dari Tanah Air Indonesia, dan Malaysia juga melihat berbagai kelemahan Indonesia, baik dari sisi Ekonomi, pemerintahan yang hancur, korupsi dimana-mana, hukum yang mandul, pertahanan keamanan yang lemah. Ini yang membuat malaysia semakin tidak takut lagi dengan Indonesia, bahkan mereka yang akan lambat laun mengobari semboyan "Ganyang Indonesia".

Melihat kondisi Indonesia sekarang ini, dari segala sisi cukup memprihatinkan, baik dari sisi ekonomi, pemerintahan, hukum, politik, pendidikan, kesehatan, pertanian, kehutanan, perkebunan, yang semua tidak ada perbaikan yang cukup mengarah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Indonesia harus berani dari sekarang untuk melakukan perubahan yang mendasar terhadap kondisi perekonomian dan pemerintahan Indonesia. Kalau kita lihat lahan tanah masih cukup luas yang kosong di Indonesia, bisa dimamfaatkan untuk para TKI dan warga negara Indonesia di Malaysia. Tarik seluruh warga dan TKI dari Indonesia dan diberikan lowongan kerja yang sesuai dengan keahliannya. TKI perkebunan dari malaysia dan Pembantu Rumah Tangga, diberikan lahan yang cukup di wilayah negara Republik Indonesia, diberikan penyuluhan dan modal untuk menggarap lahan tersebut. Sehingga seluruh TKI dan warga negara Indonesia yang ada dimalaysia punya lowongan kerja di Indonesia yang bisa membuat kesejahteraan bagi mereka. Kita harus melakukan ini sekarang, sebab sudah banyak warga negara Indonesia tertindas dan tidak diperlakukan tidak sewenang-wenang di Malaysia.

Wahai para pemimpin dan para pemikir intelektua yang ada di Indonesia ini, mari kita kawal dan kita rencanakan dari sekarang agar transfomasi Warga Negara Indonesia yang ada di Malaysia bisa secepatnya punya pekerjaan dan lahan pekerjaan di Indonesia.

Dengan seperti itu, negara Indonesia punya harkat dan martabat ditengah- tengah peradaban Dunia. Jangan hanya kita mengalah saja, tetapi kita harus melakukan terobosan untuk kemajuan dan kemaslahatan dan keadilan bagi seluruh warga negara Indonesia, punya perlindungan dari pemerintah terhadap kemajuan dan kelangsungan hidupnya di Indonesia. Jangan kita biarkan warga negara Indonesia ada yang melarat satupun. Itu adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah Indonesia. MARI KITA PIKIRKAN DARI SEKARANG....................

MERDEKAAAAAAAAAAAA...............

Rabu, 12 Mei 2010

KORUPSI DAN MAKELAR KASUS MASIH SUSAH DITEGAKKAN DI INDONESIA

Dari kasus yang terjadi dalam tahun 2009 dan terus merambah ke tahun 2010, dari kasus Cicak dan Buaya sampai ke kasus Bank Century serta Gayus Tambunan. Dari berbagai kasus ini nampak jelas bahwa penegakan hukum di Indonesia masih belum terlaksana secara nyata, masih separuh hati dan masih ada unsur suka dan tidak suka bahkan masih ada seorang makelar kasus, dimana makelar kasus ini punya drama dan strategi bisa mengatur sebuah kejadian dan perkara bisa direkayasa begitu rupa, sehingga seseorang yang berkepentingan terhadap kasus ini bisa dimenangkan. Makelar kasus ini punya power dan hubungan dekat dengan oknum penyidik polisi dan punya kekuatan untuk mempengaruhi para hakim dan jaksa sebagai penegak hukum, dan didalam persidangan tersebut sudah diatur dan dipilih siapa hakim dan jaksa yang akan melakukan persidangan tersebut. Begitulah begitu bobroknya bahkan hancurnya penegekan hukum indonesia ini, kalau boleh saya katakan inilah era dimana penegakan hukum di Indonesia ini sangat memprihatinkan sekali.

Kasus cicak dan buaya merupakan pekerjaan makelar kasus, untuk memecah belah penegakan hukum di Indonesia, anatara oknum polisi dan lembaga pemberantasan korupsi KPK. Hal ini sudah jelas ada sekelompok orang di Indonesia ini yang menginginkan KPK itu harus di bubarkan, karena lembaga ini dianggap punya power yang besar untuk memberantas korupsi dan makelar kasus di Indonesia ini. Sehingga dibuatlah rekayasa dan dinyatakan pejabat KPK bibit dan candra melakukan penerimaan suap terhadap beberapa kasus yang ditangani oleh kedua pejabat KPK tersebut. Hal ini merupakan salah satu kerjaan makelar kasus, yang susunan dramanya sangat rapi sekali. Kasus ini membuat oknum polisi turun tangan untuk melakukan penyelidikan terus turun ke penyidikan, yang berimpas kedua lembaga penegak hukum ini saling menunjukkan kekuatannya, yang akhirnya disebut kasus cicak dan buaya.

Kita sebagai rakyat Indonesia harus bijak membaca dan menyikapi kasus ini, kita jangan sampai terlena yang akhirnya akan membuat lembaga KPK ini hilang dari Indonesia, padahal lembaga ini sangat penting sekali untuk mengawasi dan menindak terhadap pelaku korupsi di Indonesia ini.

Disamping itu ada satu lagi lembaga yang harus betul- betul kita kawal keberadaannya sampai kapanpun, yaitu Mahkamah Konstitusi, jangan sampai ada makelar kasus yang membuat pejabat bahkan lembaga ini dihapus.

Masih banyak lagi kasus yang sangat jelas kita lihat bahwa penegakan hukum di Indonesia ini memang sudah bobrok sekali, kita sebagai rakyat indonesia mari bersatu untuk tetap mengawasi bahkan mengawal agar penegakan hukum di Indonesia kembali jaya sesuai dengan seharusnya. Jangan sekali- kali melawan kekuatan rakyat, apabila rakyat sudah mengamuk dan bosan sebagai penonton, maka kehancuran dan lompatan kuantum kemarahan rakyat untuk melakukan revolusi pasti akan segera dijalankan sebagai salah satu alternatif untuk penegakan keadilan dan hukum di Indonesia kembali jalan sebenarnya.

Selamat berjuang...

Sabtu, 06 Februari 2010

KASUS BANK CENTURY SIMBOL INDONESIA MENUJU ERA KEHANCURAN

Kasus bank Century adalah salah satu kasus yang melibatkan banyak pejabat negara yang menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi/materialistik semata, tanpa memandang kepentingan masyarakat yang lebih besar. Kasus ini merupakan simbol kekuasaan yang sangat buruk sekali dimata masyarakat, padahal sebenarnya kekuasaan itu dipergunakan untuk kemakmuran dan kemaslahatan rakyat indonesia. Kalau simbol kekuasaan yang ada seperti ini berkembang terus dibumi Indonesia ini, khususnya di level pemerintahan pusat, daerah, maka kemakmuran dan kesejahteraan rakyat itu mustahil diwujudkan. Kalaupun terwujud butuk waktu yang sangat lama sampai 100 tahun kedepan. Seharusnya dari sisi lamanya indonesia merdeka, sudah lebih 100 tahun, seyogianya rakyat Indoensia sudah makmur dan pendapatan per kapitanya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, tetapi justru sebaliknya, kemelaratan dan kemiskinan yang kita lihat dan kita saksikan dilapisan masyarakat kita sekarang. Ada apa yang terjadi didalam diri kepemimpinan daerah atau pemerintah kita? Atau dalam arti kata ada apa yang terjadi dalam simbol kepemimpinan negara atau pemerintah kita??

Salah satu contoh kasus adalah bank century, sampai sekarang belum jelas penyelesaiannya, masih berbelit- belit, padahal sudah jelas bahwa dalam pengambilan kebijakan bahwa bank century dikatakan sistimatik, okelah sistematik dan perlu penyelamatan, tapi penyelamatannya harus jelas dan transparan, kemana saja uang disalurkan oleh lembaga penyelamatan pinjaman itu, sehingga totalnya sampai 6.7 T. Ini kita tidak tahu kemana saja uang sebesar 6.7 triliun itu, apakah untuk dibagi- bagi untuk kepentingan politik dan pribadi?? Sehingga kambing hitamnya dibuatlah bank century kategori sistematik, supaya ada cara untuk meraup kekayaan negara ini untuk kepentingan pribadi dan golongan. Kalau teknik seperti itu sudah lamanya kita tahu itu, kita masyarakat biasa saja tahu teknik akal- akalan seperti itu. Jadilah seorang pengambil kebijakan atau seorang simbol pemerintahan yang berpihak kepada kemaslahatan ummat indonesia ini.

Kalau pengambil kebijakan atau simbol pememerintahan berjiwa kotor dan tidak jujur seperti ini terus merajalela di negeri ini, maka yakinlah negeri ini akan hancur dibilas oleh kemajuan dan persaingan global yang semakin menghantui kita, secara tidak sadar kita belum siap karena dinegara sendiri masih banyak permasalahan yang harus dibenahi.

Kalau hal ini terjadi, maka negara ini perlu lompatan kuantum untuk menuju perbaikan tersebut yaitu revolusi besar- besaran, dengan cara pembenahan seluruh insfrastruktur pemerintahan kita, mulai dari penegakan keadilan dan pemberantasan korupsi harus betul- betul ditegakkan tanpa pandang bulu. Penyelamatan perekonomian negara ini, dengan membenahi sistim peraturan ketenaga kerjaan yang tidak hanya berpihak kepada pengusaha saja, tapi berpihak kepada pekerja. Membangun lapangan kerja yang banyak, dengan membangun pabrik- pabrik manufaktur untuk kemaslahan bangsa sendiri. Membangun insfrastrukture jalan dan jembatan yang menghubungkan pelosok desa dengan perkotaan, memberikan pelayanan kesehatan yang merata kepada semua lapisan masyarakat.

Sebenarnya kalau kita mau, sangat mudah untuk melaksanakannya, sangat gampang?? Yang sulit adalah dari diri pribadi sendiri itu masih ada penyakit korupsi dan ingin memperkaya diri sendiri. Itu yang harus dibenahi duluan, yaitu penyakit jiwa yang merusak para simbol pemerintahan kita, seharusnya sebelum masuk kedalam pejabat daerah/ pemerintah, harus betul- betul diperiksa dan dibenahai jiwa dan hatinya, yaitu dengan ditrainingkan ke lembaga yang memberikan pencerahan rohani dan spritual, suapaya mereka sadar bahwa hidup ini adalah sementara dan yang paling kuasa adalah sang Allah SWT.

Rabu, 25 Februari 2009

TRAGEDI AMBON BAG 4

Saksi Yehova

Februari 5, 2008 · & Komentar

Saksi Yehova adalah sebuah organisasi internasional yang berdasarkan kepada prinsip merahasiakan organisasi, dan memunculkan ide ke permukaan, baik yang bersifat agamis ataupun politis.

Muncul di Amerika Serikat pada pertengahan kedua abad ke-19. Organisasi ini mengklaim sebagai organisasi Masehi. Tapi dalam kenyataannya adalah organisasi yang terang-terangan di bawah dominasi Yahudi, dan aktif atas biaya mereka. Organisasi ini lebih dikenal; sejak tahun 1931 M.

Dan secara resmi telah diakui di Amerika Serikat, sebelum kemunculannya dengan nama tersebut pada tahun 1844 M.

images1.jpg

Sejarah Berdiri dan Tokoh-tokohnya
Saksi Yehova didirikan tahun 1874 M, oleh seorang pendeta, Charles Taze Rusell (1862 - 1916 M). Pada waktu itu dikenal dengan nama “Aliran Russselisme” dan “Pengkaji-pengkaji Baru Injil”.

Charles Taze Russel dilahirkan pada tanggal 16 Februari 1852 di Pennsylvania, Amerika Serikat. Pada tahun 1870, ia membentuk suatu Bible Class (= Kelas Alkitab), dan pada tahun 1876 ia diangkat menjadi pendeta oleh grup tersebut. Pada tahun 1879, ia mulai menerbitkan majalah kemudian menulis buku.

Pucuk pimpinan Saksi Yehova selanjutnya digantikan oleh Joseph Franklin Rutherford (1869-1942 M), yang pada tahun 1917 M, mengarang sebuah buku “Jatuhnya Babil”. Babil adalah sebuah lambang bagi semua organisasi yang ada di dunia. Di bawah pimpinannya, pada tahun 1931, nama Saksi Yehova mulai dipakai. Nama ini didasarkan atas Yes 43:10-12. Ia mati pada tanggal 8 Januari 1942, dan diganti oleh Natan Homer Knorr (1905 M).

Knorr mulai mengenal ajaran Saksi Yehovah pada waktu ia masih ada di Sekolah Menengah Atas. Pada tahun 1942 ia menggantikan Rutherford menjadi pemimpin Saksi Yehovah. Pada masa Knorr, sekte ini mampu menjadi sebuah negara di dalam negara. Ia mati pada bulan Juni 1977, dan digantikan oleh Frederick W. Franz.

Lembaga penerbitan mereka disebut ‘Perkumpulan Siswa-siswa Alkitab’; dulu letaknya di Batuceper no 47, Jakarta. Sekarang sudah tidak lagi di sana, karena sekarang di Indonesia mereka termasuk organisasi terlarang (1976).

Ajaran Saksi Yehovah kelihatannya lebih sederhana dan lebih mudah diterima oleh akal dibandingkan dengan ajaran kristen (khususnya tentang konsep Trinitas). Hal ini menyebabkan banyak orang Kristen yang dari dulu selalu bingung/tidak mengerti tentang doktrin Trinitas menjadi pengikut mereka.

Dari tahun 1942-1952 (hanya dalam 10 tahun!) jumlah orang-orang Saksi Yehovah meningkat secara luar biasa:

  1. di Amerika Serikat meningkat 2 x lipat.
  2. di Asia meningkat 5 x lipat.
  3. di Eropa meningkat 7 x lipat.
  4. di Amerika Selatan meningkat 15 x lipat.

Kalau ada yang bertanya, “Mengapa mereka bisa bertumbuh begitu pesat?“, maka salah satu jawabnya adalah karena orang Saksi Yehovah tidak membedakan antara Pendeta dengan orang awam. Hampir semua orang Saksi Yehova dilatih untuk memberitakan ‘Injil’ dan 65 % anggota-anggota Saksi Yehova aktif memberitakan ‘Injil’ (bandingkan dengan orang Kristen yang menurut statistik hanya 0,5 % yang memberitakan Injil).

Orang Saksi Yehova menggunakan literatur dengan luar biasa hebatnya. Dimulai pada tahun 1879 (saat itu judulnya adalah The Herald of the Morning) dengan jumlah hanya 6000 exemplar / bulan. Pada tahun 1976 sudah mencapai 10 juta exemplar / bulan, dan sudah diterjemahkan ke dalam 79 bahasa. Pada tahun 1985 mencapai 17,8 juta exemplar / bulan, dan diterjemahkan ke dalam 106 bahasa. Majalah Awake! (= Sadarlah!) pada tahun 1976 mencapai 9 juta exemplar / bulan. Pada tahun 1985 mencapai 15,6 juta exemplar / bulan dan diterje-mahkan ke dalam 34 bahasa. Dari kategori majalah agama, kedua majalah ini pernah menduduki ranking I dan ranking II di seluruh dunia!

Pemikiran dan Doktrin-doktrinnya

Berikut ini adalah pokok-pokok pikiran dari Saksi Yehovah:

  1. Diyakini, bahwa Yahudi adalah Tuhan bagi mereka, dan Isa adalah “Presiden” bagi kerajaan Allah.
  2. Diyakininya kitab suci orang-orang Kristen, tetapi ditafsirkannya menurut kepentingan mereka sendiri.
  3. Taat buta kepada pemimpin-pemimpin mereka.
  4. Dieksploitasiikannya nama Al Masih dan kitab suci untuk mencapai tujuan mereka, yaitu menegakkan sebuah negara agama duniawi untuk menguasai dunia.
  5. Tidak dipercayainya akhirat dan neraka. Diyakininya, bahwa surga itu akan berada di dunia, dalam kerajaan mereka.
  6. Diyakininya, sudah dekatnya masa perang pembebasan yang dipimpin oleh Yesus Kristus, sementara mereka adalah prajurit-prajuritnya yang akan menghancurkan semua penguasa yang ada di bumi.
  7. Dipetiknya dari kitab suci, bagian-bagian yang menumbuhkan rasa cinta kepada Israel dan Yahudi, kemudian disebarkannya.
  8. Tidak dipercayainya ruh dan keabadiannya. Dan mereka mempunyai kuil khusus untuk mereka sendiri yang disebut “Aula Kerajaan” atau “Rumah Tuhan”.
  9. Persaudaraan umat manusia hanya terbatas pada mereka sendiri tanpa adanya manusia lain.
  10. Diperanginya sistem dan perundang-undangan buatan manusia, dan dikumandangkannya sikap membangkang. Dimusuhinya semua agama kecuali agama Yahudi. Dan ketua-ketua mereka semuanya adalah Yahudi.
  11. Diakuinya kesucian kitab-kitab yang dianggap suci oleh Yahudi, yaitu 19 buah kitab. Diyakininya trinitas, dan ditafsirkannya dengan: Yehova, Tuhan Anak, dan Ruhul Qudus.
  12. Seorang anggota dalam organisasi ini melewati beberapa tahapan yang sulit, dan untuk mencapainya harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang kejam dan berat.

Di samping itu, Saksi Yehovah memiliki sejumlah ciri-ciri fisik sebagaimana di bawah ini:
Membangun sebuah menara, yakni sebuah kubah yang berpojok tujuh, yang menjadi lambang Yahudi, baik lambang agama maupun lambang nasional. Membangun bintang enam, yang juga merupakan lambang Yahudi.

Membangun nama “Yehova”, dan ditulisnya dengan bahasa Ibrani. Yehova adalah Tuhan menurut Yahudi. Diantara kitab-kitab Organisasi Saksi Yahova :

  1. Sebuah majalah yang terbit dengan nama “Monumen Pengawasan Zionis” berbicara atas nama mereka. Kemudian majalah itu dirubah namanya menjadi “Monumen Pengawasan” untuk menyembunyikan kata Zionis.
  2. Berita yang baik tentang kerajaan (masuknya adalah kerajaan mereka yang diimpikan).
  3. Dasar kepercayaan terhadap dunia baru.
  4. Telah dekat masanya pengobatan umat.
  5. Hidup dengan mengharapkan sistem yang adil dan baru.
  6. Akar Pemikiran dan Keyakinannya

Mereka bisa dikategorikan sebagai sekte Masehi yang menyendiri dalam sebuah faham yang spesifik. Tetapi dalam kenyataannya, mereka dalam dominasi Yahudi secara nyata, dan mengadopsi keyakinan-keyakinan Yahudisme sekeseluruhan, dan bekerja aktif untuk kepentingan Yahudi. Mereka terpengaruh dengan para filosof kuno, khususnya para filosof Yahudi. Mereka mempunyai hubungan yang erat dengan Israel, dan organisasi-organisasi Yahudi Internasional, seperti Massonisme. Mereka mempunyai hubungan kerja sama dengan organisasi-organisasi missionaris Kristen, organisasi-organisasi Komunis dan Sosialis Internasional. Mereka mempunyai hubungan yang erat dengan orang-orang yang berpengaruh dari Yahudi dan Amerika.

Penyebaran dan Kawasan Pengaruhnya
Hampir tak ada satu negara pun di dunia ini yang terlepas dari aktifitas organisasi bawah tanah yang berbahaya ini. Markas mereka berpusat di Amerika, distrik Broklyn-New York, dengan alamat :124 Columbia Heights, Brooklyn New York, USA. Negara-negara yang ada aktivitas mereka sampai tahun 1955 M, mencapai 158 negara, waktu itu anggotanya berjumlah 632.929 orang. Propagandisnya berjumlah 1.814 orang. Oleh karena itu, berapakah gerangn jumlah mereka sekarang ?

Sebagian negara yang tahu bahaya aktifitas mereka, maka aktifitas mereka dilarangnya. Negara-negara itu antara lain: Singapore, Libanon, Cote d’ Ivoire, Filipina, Iraq, Norwegia, Kamerun, Cina, Turki, Swiss, Rumania, dan Belanda. Namun mereka masih mempunyai aktivitas di negara-negara tersebut dengan cara khusus dan rahasia. Adapun di negara-negara Afrika dan dunia Islam, pada umumnya mereka bekerja sama dengan organisasi-organisasi missionaris Kristen.

Diterbitkannya beribu-ribu buku, brosur dan surat kabar dan dibagi-bagikannya dengan cuma-cuma. Sesuatu yang menunjukan kekuatan aset keuangan mereka. Mereka juga mempunyai sekolah khusus untuk mereka sendiri, perkebunan, penerbitan dan pers. Masing-masing biro tersebut memiliki manajemen sendiri-sendiri. Mereka mempunyai kantor-kantor penerjemah dan pengarang, dan mempunyai tim ahli keagamaan untuk menafsirkan kitab-kitab suci sesuai dengan kepentingan mereka. Mereka mempunyai kerja sama yang besar dengan organisasi kedutaan, yang bekerja aktif untuk kepentingan Yahudi.

Organisasi ini, bisa mengambil manfat dari anggotanya untuk aktif sebagai intel, mata-mata dan agen propaganda. Wallahu a’lam.

Sumber:
1.Lembaga Kajian dan Penelitian WAMY, Ensiklopedi Mini tentang Gerakan Keagamaan dan Pemikiran, Al-I’tishom & Al-Ishlahy, Jakarta, 2002.

2.Pusat Informasi dan Komunikasi Islam (Alislam.or.id). Dll.

Kategori: zionisme

2 tanggapan so far ↓

  • andy // Agustus 19, 2008 pada 5:33 am

    Saksi Yehova didirikan tahun 1874 M, oleh Charles Taze Rusell (1862 - 1916 M).

    Orang2 saksi Yehova memang hampir semua pengikut mereka sangat paham tentang isi Alkitab dan mereka sangat aktive dalam penjabarannya untuk mencari pengikut2 baru. Menurut saksi Yehova bahwa merekalah yang paling benar dimata Tuhan. Tetapi Charles Taze lupa bahwa Alkitab yang mereka pegang itu adalah milik gereja Katolik. Gereja katoliklah yang menyusun dan mengkanonisasi isi Alkitab mana kitab2 yang berasal dari wahyu Ilahi dan mana yang bukan. Ini dibentuk oleh gereja katolik sejak abad 3. Sementara Saksi Yehova dibentuk oleh Charles Taze tahun 1874 Sesudah Masehi. Kalau saksi Yehova mau membuat kesaksian menurut ukuran mereka tanpa mengatakan bahwa diluar dari aliran mereka, tidak ada kebenaran… itu salah… boleh mengatakan diluar aliran mereka itu salah, kalau mereka memiliki Alkitab sendiri… tapi Alkitab yang mereka pegang itu adalah milik Gereja Katolik…. aneh dan sangat tidak konsisten….

  • abdullah // Januari 21, 2009 pada 6:27 am

    Setuju andy,bahkan mereka menghujad Gereja Katholik mulai cara beribadah hingga sistim hirarki Katholik….menurutku itu hanya dagelan Agama yg kurang lucu.


cara menghadapi orang kristen dlm debat *

September 6, 2008 · & Komentar

ahmad dedat memberitahukan dalm bukunya bagaimana cara mengdhadapi sikap orang kristen yang kalah dalam perdebatan

Orang-orang Kristen yang Sombong

Tak akan pernah Anda temui seorang misionaris, apakah itu Katholik, Protestan, atau salah seorang dari seribu satu sekte dan golongan Kristen, yang tidak, secara umum, mensyaratkan bahwa orang yang menjadi sasaran misi da’wahnya harus menerima “Injil”-nya sebagai kitab terakhir dalam setiap opini keagamaan. Satu-satunya jawaban yang dimiliki orang itu (sasaran misionaris) adalah, mengutip ayat-ayat Injil yang bertentangan dengan para misionaris atau mendebat penafsiran mereka.

Pertanyaan yang Mantap

Ketika seorang Muslim membuktikan suatu masalah dari kitab Injil milik umat Kristen, dan ketika seorang pendeta profesional tidak dapat menyangkal argumen-argumen tersebut –cara umat Kristen mengelak adalah dengan pertanyaan– “Apakah Anda menerima Injil sebagai firman Tuhan?” Dalam menghadapi hal itu, pertanyaannya terlihat mudah, tetapi jawaban sederhana “Ya” atau “Tidak” tidak dapat diberikan sebagai jawaban. Pertama kali seseorang harus menerangkan posisinya. Tetapi orang Kristen tersebut tidak akan memberikan kesempatan tersebut. Dia menjadi tidak sabar. “Jawab - ‘Ya atau Tidak!” dia memaksa. Bangsa Yahudi melakukan hal yang sama terhadap Yesus 2000 tahun yang lalu.

Pembaca dengan segera menyetujui bahwa sesuatu tidaklah selalu hitam atau putih. Di antara keduanya ada ber-jenis jenis bayangan abu-abu. Jika Anda mengatakan “Ya” untuk pertanyaan ini, itu berarti Anda siap menelan mentah-mentah semuanya, dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu. Jika Anda memberi tanggapan dengan mengatakan “Tidak”, dengan cepat ia melepaskan diri dari fakta-fakta yang Anda sajikan, dan mengumpulkan dukungan dari teman-teman-nya dengan: “Lihatlah, orang ini tidak percaya terhadap Injil! Apa haknya menjelaskan kasusnya dari kitab kita?” Dengan tipe argumen seperti ini ia tertolong menghindari isu tersebut. Apa yang harus dilakukan oleh seorang Mubaligh? Ia harus menjelaskan posisinya berhadapan dengan Injil, sebagaimana seharusnya.

Tiga Tingkat Pembuktian

Sebagai orang Islam, kita tanpa keraguan mengakui bahwa dalam Injil ada tiga jenis kesaksian berbeda yang dapat dikenali tanpa memerlukan pelatihan khusus apapun, yaitu:

  • Di dalam Injil Anda dapat mengenali apa yang mungkin digambarkan sebagai “Firman Tuhan”.

  • Anda juga dapat melihat apa yang digambarkan sebagai “Perkataan Nabi Tuhan”.

  • Dan Anda akan mengamati bahwa Injil adalah catatan dari para saksi yang melihat atau yang mendengar, atau tulisan seseorang berdasarkan cerita orang. Yang seperti itu adalah “Perkataan Sejarawan”.

Anda tidak perlu mencari contoh-contoh dari berbagai jenis bukti yang berbeda di dalam Injil. Kutipan berikut akan memperjelas hal tersebut:

Tipe pertama:

  • “Aku akan membangkitkan seorang Nabi bagi mereka . . . Aku akan menaruh Firman Ku . . . dan ia akan mengatakan kepada mereka segala apa yang Ku perintahkan kepadanya.” (Injil - Ulangan 18: 18).
    “Aku, Akulah Tuhan, dan tidak ada juru selamat selain daripada-Ku.” (Injil - Yesaya 43: 11).

  • “Berpalinglah kepada Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Aku-lah Allah dan tidak ada yang lain.” (Injil - Yesaya 45: 22).

Perhatikan kata ganti orang pertama (yang diberi tekanan) dalam referensi di atas, dan tanpa kesulitan Anda akan menyetujui bahwa redaksi pernyataan tersebut sepertinya layak sebagai firman Tuhan.

Tipe kedua:

  • “… Yesus berseru dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” (artinya: Allah Ku, Allah Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?….” (Injil - Matius 27: 46).

  • “Jawab Yesus kepadanya, ‘Hukum yang utama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita adalah Tuhan yang Esa’… ” (Injil - Markus 12: 29).

  • “Jawab Yesus kepadanya: ‘Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain daripada Allah saja’…” (Injil - Markus 10: 18).

Bahkan seorang anak kecil pun dapat menegaskan bahwa: Yesus “berseru,” Yesus “menjawab,” dan Yesus “berkata,” adalah perkataan dari orang yang dijadikan utusan-Nya, yaitu perkataan Nabi Tuhan.

Tipe ketiga:

“Dan dari jauh, Ia (Yesus) melihat pohon Ara yang sudah berdaun. Ia (Yesus) mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia (Yesus) mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia (Yesus) tiba disitu, Ia (Yesus) tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, …” (Injil - Markus 1 1: 13).

Kesaksian tipe ketiga ini banyak terdapat di dalam Injil, yaitu kata-kata orang ketiga. Perhatikan kata ganti kepunyaan yang telah diberi penekanan, itu semua bukanlah Firman Tuhan atau Perkataan Nabi-Nya, tetapi “perkataan sejarawan”.

Amatlah mudah bagi seorang muslim membedakan ketiga tipe redaksi dari bukti di atas, karena semua itu juga terdapat dalam kepercayaannya. Dibanding pengikut agama lain, seorang muslim paling beruntung karena berbagai macam catatan tersebut terdapat dalam kitab yang terpisah!

Pertama: Tipe pertama –Firman Tuhan– ditemukan dalam kitab yang disebut Kitab Suci Al-Qur’an.

Kedua: Tipe kedua –Perkataan Nabi Tuhan–, (Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) dicatat di dalam kitab yang disebut Hadits.

Ketiga: Bukti tipe ketiga ini berlimpah-limpah jumlahnya dalam berbagai buku sejarah Islam yang berbeda, beberapa ditulis oleh orang-orang berpengetahuan yang dapat dipercaya, dan yang lainnya ditulis oleh orang-orang yang kurang dapat dipercaya, tetapi umat Islam dianjurkan menyimpan kitab-kitab tersebut dalam buku yang terpisah!

Umat Islam menjaga ketiga tipe tersebut secara terpisah, sesuai tingkatan sumbernya, dengan tidak menyamakannya. Sebaliknya, Injil berisi campuran berbagai literatur, yang berisi hal-hal yang memalukan, mesum dan cabul –semua dalam sampul yang sama. Seorang Kristen terpaksa mengakui persamaan spiritual terhadap semuanya, dan ini menyebabkannya menjadi tidak beruntung.

Kategori: kristologi

6 tanggapan so far ↓

  • ilham r.a. // September 26, 2008 pada 3:04 pm

    bruakakakakaakkkkaaaaaak khaaaaaaah (>o<;) udah tunggu aja kiamat da ah hey orang-orang bodoh! sesungguhnya kalian akan melihat hari yang di janjikan oleh-Nya. dan Allah menyesatkan siapa saja yang dia inginkan, jadi lu ngapain sih ngurusin amat, insyaAllah ini adalah yg terbaik menurut perhitungannya karena sesungguhnya dia mahamemperhitungkan.

  • ilham r.a. // September 26, 2008 pada 3:06 pm

    btw lakum dinukum waliyadin….
    ps: stupid=death ilmu=hidup

  • kendiboy // Oktober 4, 2008 pada 9:32 am

    Wah benar 2 Saya pernah membaca kutipan Kitab Kidung Agung Masya Alloh masak di dalam kitab suci ada perkataan2 yang cabul.

    Mahasuci Alloh dengan segala Firmannya,

    Hanya Al-quranlah benar2 kitabsuci dari Kalam Alloh.SWT

  • umat Tuhan // Oktober 5, 2008 pada 5:27 am

    seenggaknya katholik gak mengeluarkan larangan merokok

  • simon // Desember 26, 2008 pada 12:20 pm

    kalian pnya cara pandang yg salah……
    kristen ga seburuk itu…KASIH adalah dasar segalanya,,dan Keselamatan aadalah upahnya…
    and 1 lagi…hanya Yesus jalan keselamatan.Ga ada yg lain…

  • umar // Februari 19, 2009 pada 2:14 am

    untuk simon, buktikan utk diri loe sendiri kalo kitab suci loe itu asli sehingga pantas jd panutan loe.


tentang ISLAM : Di dalam Injil

Agustus 27, 2008 · & Komentar

  • “Beban bagi Arab … ” (Injil - Yesaya 21: 13)

    Beban: berarti tanggung jawab Arab Muslim, dan tentu saja semua umat Islam saat ini sekarang, untuk menyebarkan agama Islam.

    Yesaya menyebutkan ini setelah melihat bayangan sebuah pasukan keledai dan pasukan unta (Yesaya 21: 7). Pasukan keledai ternyata adalah Yesus Alaihis-Salam yang memasuki Yerusalem dengan mengendarai dua keledai (Matius 21: 7). Lalu siapa “pasukan unta”?

    Tidak lain adalah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang datang sekitar enam ratus tahun sesudah kedatangan Yesus Kristus. Jika kesimpulan ini tidak dapat diterima, maka berarti kenabian masih belum terpenuhi.’

  • “… desa-desa yang didiami Kedar” (Injil-Yesaya 42: 11).

    “Arab dan semua pemuka Kedar… ” (Injil - Yehezkiel 27: 21)

    Ensiklopedi Injil standar Internasional mengutip yang berikut ini dari A. S. Fulton:

    • ” … Dari rumpun Ismail, Kedar adalah yang paling penting, dan oleh karena itu pada masa berikutnya nama tersebut diaplikasikan untuk semua suku-suku liar padang pasir Melalui Kedar (Arab Keidar) geneolog Muslim menelusuri nenek moyang Muhammad dari Ismail.”

  • “… Dia (Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) tampak bersinar dari pegunungan Paran (di Arab) dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus (mengacu pada saat penaklukan Makkah oleh Muhammad).” (Injil - Ulangan 33: 2).

  • “… dan Aku (Tuhan) akan membangkitkan kecemburuan mereka (bangsa Yahudi) dengan yang bukan umat (bangsa Arab) dan akan menyakiti hati mereka (bangsa Yahudi) dengan bangsa yang bebal,” (bangsa Arab sebelum Islam). (Injil - Ulangan 32: 21)

BACCA adalah MAKKAH: Ka’bah yang suci dibangun oleh Nabi Ibrahim Alaihis-salam dan anaknya Ismail Alaihis-salam di Makkah.

Nama Makkah disebut dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Fath (48): 24. Nama lain Makkah adalah Bakka, tergantung dialek sukunya: hal ini juga disebut sekali dalam Surat Ali ‘Imran (3): 96, yaitu:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dlbangun (untuk tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Sungguh mengagumkan, kota Bakka ini disebut oleh Nabi Daud Alaihis-salam dalam Injil:

“Apabila melintasi lembah Bakka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.” (Injil - Mazmur 84:7).

MUHAMMAD Shallallahu Alaihi wa Sallam:

  • Nabi Tuhan yang benar berdasarkan Injil

    • ” … setiap roh (maksudnya setiap Nabi) yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.” (Injil - 1 Yohanes 4: 2).

      Bandingkan dengan kitab suci Al-Qur’an surat Ali ‘Im-ran (3) ayat 45 dan banyak referensi Qur’an lainnya dimana Yesus diarahkan sebagai Kristus.

  • Nama Muhammad Disebutkan di Dalam Injil:

    • “Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya (Muhammad) menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai putra-putri Yerusalem.” (Injil -Kidung Agung 5: 16).

      Dalam naskah Ibrani asli, kata “Muhummedim” diterjemahkan menjadi “segala sesuatu menarik” yang pada dasarnya adalah kata Muhummed dengan tambahan “im”. Dalam bahasa Ibrani “im” digunakan untuk menyatakan jamak.

  • Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Adalah Seorang “Penolong” Seperti Yesus Alaihis-salam.

    • “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia me-nyertai kamu selama-lamanya.” (Injil - Yohanes 14: 16).

      Yesus Alaihis-salam adalah penolong pertama, dan yang lain tentunya seperti dia, sama seperti Yesus, seorang manusia dan bukan Tuh

dlm islam orang murtad harus dibunuh dalam hadits bukhari dinyatakan jika ada orang yang murtad dari agamanya maka bunuhlah ia

“… Janganlah engkau merasa sayang kepadanya (orang yang murtad); janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya.”

“Tetapi bunuhlah dia: Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia …” (Injil -Ulangan 13: 8,9).

ini adalah beberapa hal yang menyangkut tentang isalm dalam alkitab terdahulu


wahai saudaraku Akankah Masjid Aqsha Segera Roboh?

Februari 3, 2008 · 1 Komentar

al-aqsa-dan-quba.jpg

Buku yang berjudul : Lamunan-lamunan (The Daydreams) di atas baru-baru ini telah dipublikasikan di Palestina. Di sini para penulis mengadopsi empat scenario yang mungkin terjadi terhadap masa depan Al Aqsha. Skenario pertama menyerukan pembangunan 10 tiang sebagai wujud dari 10 Perintah Tuhan (Ten Commandments) di dekat bagian barat dinding Al Aqsha dan ketinggiannya sejajar dengan pekarangan Qubbah ash Shahrah. Teori kedua adalah hampir mirip dengan yang pertama yang menyeru untuk membangun kembali tempat ibadah ketiga (al Haikal) secara vertikal di dekat bagian barat dinding Al Aqsha. Jadi itu akan lebih tinggi dari masjid Al Aqsha dan akan dihubungkan dengan sisi internal pekarangan Al Aqsha. Teori ketiga adalah dengan mengadopsi keinginan untuk alih arsitektur dengan menganjurkan penggalian jalan berbentuk spiral yang dalam di sekitar Qubbah ash Shahrah. Terakhir, teori keempat menyerukan pembangunan kembali tempat ibadah al Haikal ini pada reruntuhan Al Aqsha secara umum.

Jerusalem :
Setelah kembali dari kunjungan ke Amerika Serikat pada tanggal 26 Pebruari 1997, Perdana Menteri Benyamin Netanyahu mengambil suatu keputusan yang sangat serius untuk membangun pemukiman baru di bukit Abu Ghneim di Jarusalem. Hal ini digambarkan oleh mendiang Raja Jordan, Raja Hussein sebagai aksi pembangunan pemukiman terakhir yang pernah disampaikan oleh Perdana Menteri Israel tersebut kepadanya. Pemukiman ini adalah salah satu dari serial pemukiman yang dibangun oleh Zionis sejak agresi mereka yang dimulai pada tanggal 5 Juni 1967. Ini dengan maksud untuk melingkari kota dengan pemukiman-pemukiman Yahudi dan upaya me-Yahudikan Jerusalem. Dengan rencana ini, Israel berupaya untuk memperkuat pencaplokannya terhadap kota dan mengisolasinya dari kota-kota lain. Ini juga dengan maksud untuk menerapkan fakta geografis dan demografis yang baru terhadap perubahan kultural dan demografis di kota suci ini.

Langkah-langkah konsolidasi dan penguatan yang dilakukan di kota Jerusalem hendaknya tidak membuat kita lupa akan upaya-upaya penggalian yang dilakukan di bawah Masjid Suci Al Aqsha. Penggalian-penggalian ini telah sampai pada tahapan yang membayakan dan hampir meruntuhkan Al Aqsha, khususnya dengan upaya-upaya Israel yang berkesinambungan untuk membangun kembali apa yang mereka sebut dengan tempat peribadatan ketiga (third Temple atau al Haikal) di atas reruntuhan Al Aqsha. Hal-hal berikut ini menyingkap beberapa gelagat dan implikasi yang mengindikasikan rencana ini.

Hadiah yang diberikan kepada kepada Gereja Yunani, kepala Uskup Maxim Soloum pada tanggal 29 Desember 1996 yang merupakan patung perak Jerusalem dengan tanpa Al Aqsha dan digantikan dengan Al Haikal.

Tayangan TV Israel menayangkan acara dokumenter yang memperlihatan bahwa Al Aqsha segera akan runtuh akibat gempa bumi yang akan terjadi di wilayah ini dalam tempo dua tahun. Lebih dari itu, penggalian-penggalian yang ada akan membantu proses keruntuhan ini yaitu dengan cara semakin diperlemah fondasi-fondasinya. Dan karena para geologis mengkonfirmasikan bahwa wilayah ini adalah salah satu dari titik gempa yang paling aktif di dunia.

Buku yang baru terbit di Palestina berjudul “The Daydreams” (Lamunan-lamunan) di mana para penulis Israel memberikan empat hipotesa untuk menghancurkan Al Aqsha dan membangun kembali Al Haikal.

Beberapa ekstrimis Israel mengindikasikan bahwa kelahiran Sapi Merah, sebagaimana digambarkan dalam kitab Injil yang lahir di tempat dekat Haifa merupakan sinyal surgawi bahwa pembangunan kembali Al Haikal ketiga di Jerusalem telah semakin mendekat. Namun mereka menganggap itu adalah sebuah mu’jizat, mereka harus menunggu hingga Sapi berusia 3 tahun kemudian mereka akan memulai pembangunan tempat ibadah ini.

Sheikh Ra’ed Salah adalah seorang Walikota Um Al Fahem mengungkapkan bahwa upaya Yahudi untuk memasuki masjid Al Marwani yang terletak di sebelah timur ruangan bawah Al Aqsha melalui sebuah pintu gerbang di sebelah selatan tembok Al Aqsha telah berhenti pada minggu terakhir bulan Ramadhan.

Dalam perkembangan lain, kantor Perdana Menteri telah mengizinkan orang Yahudi untuk melakukan sembahyang di Al Aqsha dengan alasan bahwa hal itu tidak pernah dilarang. Lagi pula langkah ini sejalan dengan pembangunan pemukiman baru di Abu Ghneium dan penggalian-penggalian di bawah Al Aqsha berlanjut yang dimulai dari pendudukan Israel pertama pada tahun 1967. Dalam kontek ini, sebuah video yang disiapkan oleh Sheikh Ra’ed Salah dan Najeh Bkeirat, ketua Komite Peninggalan Islam, memperlihatkan bahwa beberapa terowongan yang terdapat di Al Aqsha mengancam kehancuran fondasi-fondasinya. Salah satu dari terowongan dimulai dari wilayah barat daya Al Aqsha sepanjang bagian barat tembok kira-kira 4 meter dari tembok, dengan ketinggian antara 6-9 meter dan berjarak 30 meter. Terowongan ini berakhir dengan batu-batu kecil yang baru-baru ini dibangun dan dapat dibuang dengan mudah. Tentu hasilnya akan menjadi semakin mudah untuk memasuki ke jantung masjid Al Aqsha. Terowongan yang paling besar berada di bawah apa yang disebut dengan Pintu Tunggal (Al Mefred), di mana dua terowongan lainnya berada di bawah Pintu Ganda. Masing-masing kedua terowongan ini menuju ke ruangan bawah tanah tepat di bawah masjid Al Aqsha. Maka dari itu, penggalian-penggalian di bagian barat dan sisi selatan Al Aqsha dan pintu kuburan Al Rahma menyebabkan beberapa hal berikut ini :

(i) Dipindahkannya lebih dari 100 kuburan dan tempat keramat para Sahabat Rasulullah dan Tabiin di lokasi kuburan yang terletak di bagian barat Al Aqsha.

(ii) Terdapat beberapa keretakan dan kerusakan pada dinding-dinding Al Aqsha, khususnya pada dinding di bagian selatan di mana kaset dokumenter itu mengungkapkanya bahwa Yahudi menggunakan itu sebagai tempat untuk menyimpan kertas-kertas mereka termasuk lagu himne-himne dan lagu pujian sebagai bagian dari acara ritual mereka. Ini artinya bahwa mereka telah mulai mempergunakan seperti yang mereka lakukan di Tembok Ratap (al Buraq). Dan mereka ingin merubah tempat itu menjadi tempat peribadatan sebagaimana terjadi sebelumnya dengan tembok Al Buraq.

(iii) Merubah hal-hal yang istimewa di sekitar Al Aqsha, di samping membangun secara intensif menara tinggi yang dapat dianggap sebagai bagian dari pembangunan tempat peribadatan ketiga (al Haikal). Lebih dari itu, Otoritas Arkeologi Israel membangun rumah peristirahatan semacam bar dekat dengan jendela-jendela masjid suci Al Aqsha. Dan bar ini dapat dijadikan sebagai tempat bagi para mereka yang bercinta dan mempertontonkan perbuatan keji mereka kepada khalayak ramai.

Skenario Yahudi Menghancurkan Al Aqsha dan Membangun Tempat Ibadah :

Buku yang berjudul : Lamunan-lamunan (The Daydreams) di atas baru-baru ini telah dipublikasikan di Palestina. Di sini para penulis mengadopsi empat scenario yang mungkin terjadi terhadap masa depan Al Aqsha. Skenario pertama menyerukan pembangunan 10 tiang sebagai wujud dari 10 Perintah Tuhan (Ten Commandments) di dekat bagian barat dinding Al Aqsha dan ketinggiannya sejajar dengan pekarangan Qubbah ash Shahrah. Teori kedua adalah hampir mirip dengan yang pertama yang menyeru untuk membangun kembali tempat ibadah ketiga (al Haikal) secara vertikal di dekat bagian barat dinding Al Aqsha. Jadi itu akan lebih tinggi dari masjid Al Aqsha dan akan dihubungkan dengan sisi internal pekarangan Al Aqsha. Teori ketiga adalah dengan mengadopsi keinginan untuk alih arsitektur dengan menganjurkan penggalian jalan berbentuk spiral yang dalam di sekitar Qubbah ash Shahrah. Terakhir, teori keempat menyerukan pembangunan kembali tempat ibadah al Haikal ini pada reruntuhan Al Aqsha secara umum. Dan teori terakhir ini punya banyak konsep masa depan yang imajiner. Kita telah mencantumkan dalam makalah yang dipublikasikan pada bulan Agustus 1995 yang mengatakan bahwa sekitar tujuh organisasi Yahudi telah siap untuk membangun kembali al Haikal. Yang pertama telah mempersiapkan rancangan geometric dan arsitekturnya. Yang kedua terlah mempersiapkan batu-batu khusus yang akan dipergunakan. Yang ketiga telah mempersiapkan dekorasi dan rancangan interior. Yang keempat akan mempersiapkan kostum khusus yang akan digunakan tempat ibadah ini. Dan yang kelima menggalang dana untuk membiayai pembangunan ini. Sementara itu, Shiekh Ekremeh Sabri, salah satu khatib Al Aqsha menyebutkan dalam salah satu ceramahnya di Jum’at kedua di bulan Ramadan bahwa organisasi Yahudi telah memperingatkannya bahwa Al Aqsha akan diratakan dengan bumi guna pembangunan tempat ibadah ke tiga ini.

Deklarasi Berhubungan Dengan Jalan di bawah Al Aqsha :

Surat kabar harian Israel, Yediot Ahrenout yang terbit pada tanggal 21 Maret 1997 menggungkapkan bahwa pasukan bersenjata Israel telah melakukan penggalian di bawah Al Aqsha untuk mencari jalan setapak yang menjadi pintu masuk tempat ibadah (al Haikal) 2000 tahun yang lalu. Sumber-sumber Israel mengatakan bahwa jalan setapak ini telah ditemukan secara insidental satu minggu sebelum penggalian dimulai oleh Pemda kota. Penggalian ini berada di bawah halaman Al Buraq (Tembok Ratap) dekat bagian barat dan selatan dinding-dinding Al Aqsha. Ini dilakukan dengan alasan mengerjakan jaringan pembuangan kotoran.

Kemudian, Pemda memberhentikan penggalian ini dengan galian yang sudah sedalam 4 meter dan mengundang beberapa tenaga ahli dari Departemen Arkeologi. Direktur Jenderal Departemen ini, Amir Dury mengklaim bahwa jalan setapak yang ditemukan di bawah tanah berasal dari zaman eksisnya tempat ibadah yang kedua (second Temple). Itu merupakan salah satu jalan utama yang melintasi Jerusalem ke arah selatan dan utara yang berseberangan dengan sebelah barat dinding Al Aqsha.

Kelahiran Sapi Merah Diperingati :

Para Yahudi ekstimis menerima kelahiran sapi merah sebagai sinyal suci bahwa pembangunan kembali tempat ibadah yang ketiga (third Temple) sudah dekat. Ini telah dikonfirmasi oleh sekelompok Rabi (ulama) Yahudi di saat sapi merah itu lahir bulan lalu di ladang (kibbutz) milik para ekstrimis di dekat daerah Haifa. Karena sapi tersebut memiliki karakteristik sapi sakral yang dicantumkan di dalam kitab Injil. Menurut Perjanjian Lama, sapi merah tanpa bintik-bintik adalah sangat penting buat pemurnian ajaran ritual Yahudi. Jadi sapi ini akan disembelih dan dibakar, kemudian debunya dijadikan minyak yang dipergunakan dalam acara-acara keagamaan yang akan diadakan sebelum pembangunan kembali tempat ibadah yang ketiga persis di atas Al Aqsha. Para ekstrimis mengklaim bahwa tidak ada sapi merah yang lahir sejak tempat ibadah yang kedua (second Temple) dihancurkan oleh orang-orang Romawi. Jadi kelahiran sapi merah dianggap sebagai suatu mukjizat yang dapat memungkinkan mereka untuk memasuki tempat-tempat keramat dan suci di kota Jerusalem. Namun, mereka harus menunggu hingga sapi ini berusia tiga tahun dan pada saat itu mereka dapat memulai pembangunan kembali tempat ibadah ketiga (third Temple). Yahuda Atzion, seorang anggota kelompok yang berusaha untuk meledakkan Qubbah ash Shahrah pada tahun 1985 mengatakan bahwa mereka telah menunggu kedatangan mukjizat ini dari Tuhan selama 2000 tahun. Akhirnya mereka telah dianugerahkan sapi merah oleh Tuhan yang mereka nanti-nantikan.

Yahudi Boleh Sembahyang di Al Aqsha :

Menurut sumber harian Israel Ha’aretz, surat jawaban yang baru-baru ini dikirimkan oleh Sha’oun Stien, seorang konsultan Perdana Menteri, kepada Yesrael Medad, kepala Temple Mount Group, ia menulis bahwa sejauh apa yang ia ketahui bahwa Yahudi punya hak untuk sembahyang di Temple Mount, Masjid Al Aqsha. Dan mereka tidak pernah dilarang untuk melakukan hal tersebut. Karenanya, ia menyampaikan kepada kepala dinas kepolisian kota Jerusalem, Mayor Jenderal Ya’eir Yetshaky, untuk mengizinkan orang Yahudi melakukan ibadah dan acara-acara ritual secara tenang dan damai dengan koordinasi penuh dari pihak dinas kepolisian Jerusalem.

TRAGEDI AMBON BAG 3

SELAMAT ATAS KESYAHIDANNYA

ASSAALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH WABAROKATU

SEGALA KEMULIAN SERTA KESEMPURNAAN HANYA MILIK ALLAH DAN SEGALA KEKUATAN SERTA KEKUASAAN HANYA UNTUK ALLAH AZZA WAJALLA

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu BENCI Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.{AL BAQARAH :216}

KAMI SEBAGAI KAUM MUSLIMIN UMUMNYA KHUSNYA DARI SAYA PRIBADI MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS KESYAHIDAN IMAM SEMUDRA ,MUKLAS,AMROZI SEMOGA ALLAH MERAHMATI KALIAN WAHAI MUJAHID WALAUPUN HUJATAN ,CACIAN,MAKIAN,DR ORANG MUNAFIK MENERPA KALIAN SUNGGUH KAMI BESERTA KALIAN WAHAI SAUDARKU BUAT KELUARGA BESAR PARA SYUHADA BERBAHAGILAH KARENA KALIAN AKAN MEMPEROLEH SYAFAAT WALAUPUN TERLAMBAT SY MENYAMPIKANNYA

→ No CommentsKategori: DAKWAH

IRONIS!!!

September 28, 2008 · & Komentar

bertepatan dengan hari Jum’at, YESUS KRISTUS putera Tuhan yang diutus pada domba-domba Israel telah dijatuhi hukuman mati, disalib! Demikianlah cerita yang tersurat dalam kitab suci ummat Kristen, Perjanjian Baru.

Di lembah GOLGOTTA Bethlehem Yerusalem, kira-kira pukul 3 sore pada Jum’at yang na’as itu, dalam keadaan hampir telanjang, Yesus sang Putera telah menjalani hukuman matinya. Itulah klimaks dari kegagalan missinya. Ia gagal total menanam benih di atas ketandusan bangsanya. James M. Stalker berkata dalam bukunya:

“Belum pernah di dunia ini sesuatu kegagalan begitu mutlak nampaknya seperti kegagalan Tuhan Yesus. Tubuhnya terkapar dalam kubur. Musuh-musuhnya sudah menang. Kematian mengakhiri segala pertentangan dan dari kedua yang bertentangan itu, kemenangan adalah pada pihak pemimpin-pemimpin Yahudi. Tuhan Yesus sudah tampak dan menyatakan diri sebagai Messias. Tetapi Ia bukanlah jenis Messias yang mereka idam­idamkan. Pengikut-pengikutnya sedikit saja jumlahnya dan tidak berpengaruh. Masa kerjanya singkat sekali. Sekarang Ia sudah mati dan tamatlah riwayatnya.

Alangkah ironisnya peristiwa itu. Betapa tidak, sang BAPAK di sorga seolah­olah tidak mengenal watak hakiki bangsa Israel “selalu berkhianat” terutama terhadap Utusan-utusan yang datang. Ah, lagi-lagi Tuhan Bapak itu telah lalai mempersiapkan keamanan menjelang Sang Putera datang ketengah domba­domba Israel. Ataukah ada unsur kesengajaan sang BAPAK membunuh PUTERANYA sendiri?

Cobalah lihat peristiwa yang menimpa diri Yesus ini. Bahkan pengikut-pengikutnya yang sedikit itupun mengingkari dia. SIMON PETRUS murid yang dicinta dan menyintai juga meninggalkannya. Bukan itu saja, ia banyak menyaksikan adegan-adegan hina atas Gurunya. Ia menyaksikan Gurunya dituntut di depan pengadilan, tapi ia diam saja. Ia menyaksikan pukulan-pukulan tinju menjatuhi tubuh Gurunya, ia diam saja. Saat Gurunya diludahi, ia diam saja. Ketika orang bertanya apakah ia kenal Yesus, ia menjawab: “Aku tidak kenal orang itu.” Sampai tiga kali orang bertanya padanya, Simon Petrus murid yang terdekat itu tetap menyangkal. Padahal ia pernah bersumpah di hadapan Gurunya:

“Biarpun hamba mati bersama-sama TUHAN tiada hamba akan menyangkali Tuhan.

Takutkah ia? Ataukah ia sehaluan dengan Judas Iskariot si pengkhianat?!! Cobalah lihat yang lain, seluruh lapisan masrakat, orang-orang Yahudi, orang tua ahli-ahli Taurat, seluruhnya ikut melibatkan diri mereka atas pembunuhan yang keji. Bahkan yang memilih vonis salib adalah mereka. Tatkala kematian di salib berakhir dengan jeritan putus harap: “Ya Tuhan! Ya Tuhan, mengapa Engkau tinggalkan Aku” (Eli Eli Lama Sabakhtani), sedangkan dari sang BAPAK di sorga tiada juga datang jawaban atas panggilan putera yang menyayat pilu, maka berakhirlah sudah kisah dramatis di lembah Golgotta. Sebaliknya dari kisah yang tamat, dimulailah awal persengketaan religius di kalangan theoloog-theoloog Kristen terhadap diri Yesus. Figur siapa “YESUS KRISTUS” menjadi pokok fundamentil dari kekacauan iman yang tak habis-habisnya.

Siapakah sebenarnya ia itu? Seorang manusia, Superman, Juru Selamat yang celaka, SEMI (setengah) GOD, ataukah ia PUTERA Tuhan atau TUHAN itu sendiri? Itulah soal-soal yang memusingkan akal, mengacaukan keyakinan kaum kristen. Missinya yang singkat dan gagal total, kematiannya yang hina di palang kayu, membuktikan secara nyata betapa mati gersang rohani bangsa Yahudi dan betapa sia-sia serta konyol setiap Utusan Tuhan yang datang pada mereka.

Adalah satu hal yang wajar bila sejarah Yesus berakhir pada kematiannya: Sebagaimana yang dikatakan James Stalker: “Sekarang ia sudah mati dan tamatlah riwayatnya.”

Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian; Sejarah Kristen mulai menampilkan lembaran-lembaran babak baru tentang Yesus. Justru dengan kisah “SESUDAH MATINYA” itulah, jalan baru telah terbuka lempang bagi kelangsungan iman kristiani. Kematian Yesus bukan penutup dari kegagalannya, demikian theolog-theolog Kristen berbicara. Dari kematian timbul masa cerah. Samuel Zwemer berkata:

“Syukur kepada Allah bahwa berita Injil tidak berakhir dengan kematian Kristus. Cerita itu tidak tammat dengan jeritan kemenangannya “sudah selesai.” Demikian juga amanat kerasulan. Kematian Kristus disusul oleh kebangkitannya. “

Orang-orang yang menjadi saksi mata kisah kebangkitan dari maut tersebut, termasuk murid-muridnya yang ingkar, konon memperoleh kembali keyakinan mereka akan Tuhannya Yesus. Kebangkitan dari maut memancarkan cahaya baru, kata Samuel.6 Karenanya kegagalan missi beralih success, yang ingkar balik percaya, yang berdosa putih kembali, dan tammatnya kisah Kristus karena kematiannya menjadi berlanjut.

James Stalker berkata:

“Karena kebangkitannya dari maut maka kebangkitan itu sendiri adalah MUJIZAT terbesar, sehingga karenanya SELURUH KEHIDUPANNYA YANG AJAIB menjadi dapat dipercaya.”

Rasul Paulus juga berkata:

“Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kepercayaanmu dan kamu masih hidup dalam dosamu. “

Itulah makna kebangkitan. Sayangnya kebangkitan itu hanya berjalan 40 hari.

Pada hari ke-40 dari kematian Yesus maka tubuhnya yang dipermuliakan itupun kembalilah ke tempatnya yang sejati, di sebelah KANAN ALLAH BAPAK.
Tidak semua kaum Yahudi yang mati rohani sempat menjadi saksi-saksi mata.
Konon kepercayaan hanya menjalar pada segelintir manusia yang melihat kisah kebangkitan itu. Apakah yang melihat sanggup bertahan, padahal semenjak Yesus lenyap telah timbul kontroversi-kontroversi religius yang tak kunjung selesai. Bertahun­tahun awan gelap meliputi ummat Masehi. Opini-opini yang bertentangan mengenai siapa YESUS KRISTUS melanda kaum pendeta, kaum paderi, uskup­uskup dan Paus-paus. Mereka saling berbantah, saling mengucil, saling melaknat dan mengutuk. Masa gelap dan silang sengketa ini harus disudahi serta dicarikan obat penawar demi kelangsungan hidup agama itu sendiri.

Hal inilah yang menyebabkan kisah versi Perjanjian Baru masih berlanjut.

Pada akhirnya diketemukanlah semacam obat penawar yang kelihatannya dipaksakan pada tubuh yang sedang sakit itu. Obatnya tidak lagi berkisar pada cerita “KUBURAN KOSONG” atau pada “KEMATIAN TUHAN DISALIB” atau pada cerita “BANGKIT DARI MAUT” melainkan pada cerita baru: “KEDATANGAN KEMBALI ALMASIH” ke atas dunia ini.

sungguh sangat ironis sekali!!!!!

→ 2 CommentsKategori: kristologi

Pencipta dan Beberapa Sifat-Nya

September 18, 2008 · Tidak ada Komentar

Jelas bahwa kita tidak menciptakan diri kita sendiri dan tak ada makhluk mana pun yang mampu menciptakan dirinya dari sesuatu tanpa wujud perantara. Untuk itu, Allah . menjelaskan dalam kitab suci Al-Qur’an,

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?”

(ath thuur: 35.)


Semua makhluk berasal dari
Sang Pencipta,


“(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala se­suatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.”

(al anaam: 102)


“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya.”

(at tiin: 4)

Allah sebagai Pencipta adalah Mahaunik dan tidak ada menyerupai-Nya. Dia tiada dilahirkan clan satu-satunya Tuhan,

“Katakanlah, ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”

(al ikhlas: 1-4)

Dia Maha Pemurah, Pengasih, dan Penyayang. Dia membalas semua kebaikan dan menerima tobat orang yang benar-benar menyesali perbuatannya. la memberi ampunan pada siapa yang ia Kehendaki clan tidak akan memberi ampunan pada setiap menyekutukan-Nya clan akan mati dalam keadaan dosa yang tak terampuni.

“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Se­sungguhnya Allah mengampuni dosa-2 semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’”

(az zumar :53.)


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

(an nissa:48.)


i. Tujuan Penciptaan Manusia

Allah mencipta manusia semata-mata agar menghambakan diri kepada-Nya,


“Dan Aku tidak menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

(adz dzariyyat :56)

Dengan memberi makan, air minum, tempat tinggal, reproduksi keturun­an, dan banyak lagi lainnya yang berkaitan dengan kehidupan manusia, me­nurut Islam, dapat ditransformasikan sebagai amal ‘ibadah jika disertai niat memberi pelayanan terhadap Allah.

ii. Jejak Risalah Para Nabi

Dalam jiwa manusia, Allah meniupkan sifat naluri yang mengantarkan penghambaan kepada-Nya sejauh tidak ada campur tangan pihak luar.9 Guna mengatasi kemungkinan adanya pengaruh luaran, Allah swt. mengutus para rasul dari masa ke masa agar terhindar dari penyembahan berhala atau pun khurafat dan membimbing manusia pada penyembahan yang benar.


“….dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

(al israa:15.)

Allah sebagai Sang Pencipta membersihkan para utusan-Nya dari segala bentuk perilaku jahat serta memberi kebaikan budi. Mereka sebagai model per­contohan dan memerintahkan semua pihak agar mengikuti jejak kepe­mimpinannya dalam menghambakan diri pada Allah swt.. Esensi risalahnya tak mengenal batas waktu sepanjang sejarah.

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’.“

(al anbiyya :25)

Semua risalah para nabi adalah


“Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-Ku.”

(as syuarraa:108)

Ungkapan singkat “tiada tuhan melainkan Allah”adalah kata kunci yang menyatukan semua para nabi sejak Nabi Adam hingga Muhammad. Kitab AI­Qui an menyebut tema ini berulang kali meminta perhatian khususnya Yahudi dan Nasrani.

2. Rasul Terakhir

Di daerah tandus lagi panas, Mekah, Nabi Ibrahim pernah bermimpi bahwa seorang dari bangsa Nomad akan tinggal di lembah tandus itu yang akan menggembirakan Sang Pencipta


“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (AI-Qur’an) dan Al-Hikmah (As­Sunnah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

(al baqarah :129)

Dan waktu yang telah ditentukan, di tempat yang tandus ini, Allah mengabulkan doa yang disemburkan Nabi Ibrahim lahirnya nabi terakhir untuk seluruh kemanusiaan.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(al mu’min: 40.)


“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi pe­ringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”

(al qashash: 28.)

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

(Al Anbiyaa’:107.)

Sebagaimana yang Allah kehendaki, tibalah seorang penggembala kam­bing buta huruf diberi tugas menerima, mengajar, dan menyebarkan wahyu hingga berakhirnya sejarah: suatu beban yang lebih berat dari apa yang telah diberikan pada para rasul sebelumnya.

→ No CommentsKategori: DAKWAH

perdebatan tiada arti

September 13, 2008 · Tidak ada Komentar

“KALO ENTE NGOMONGIN KRISTEN,
BOLEH DONG ANE NGOMONGIN ISLAM…
BIAR IMBANG COY..

MAEN KE BLOG ANE YAAH…..”

entah apa yang diharapkan manusia ini sy merasa tidak heran tentang ajakan ini karena memang sy telah menggugat keyakinan yang paling sakral dalam suatu agama

dia menunjukan sy blognya hasil copy paste dari FFI situs kafirin terbesar yang didanai langsung dari amrik untuk membelokan dan menghancurkan aqidah umat islam sebetulnya ajakan perdebatan seperti ini sungguh tiada arti kenapa??

karena kami berdua mempunyai sudut pandang yang berbeda tentang islamsatu contoh :”jika anda membenci seseorang apa anda akan melihat kebaikannya ? jawabannya anda akan mencari keburukannya jika tidak ada keburukannya anda akan mencari kesalahannya jika anda di beritahu segudang kebaikannya anda tidak akan percaya bahkan kesombongan lah yang akan anda berikan”

begitulah jika kita umat muslim jika berdebat dengan kafirin apalagi yang membenci islam di FFI jangan harap anda akan tenang kenapa bagaimana kita bisa berdebat dgn pikiran terbuka belom-belom mereka sudah menghina allah dan rasul dengan keterlaluan penghinaan yang malah akan membuat kita beram setengah mati bedakan dengan perdebatan kita tentang jesus atau isa apa ada yang menghina dengan keterlaluan seperti itu itu saja kita sudah bisa bedakan

nah jika kita sering kesana di situs kafirin itu maka bacalah firman allah ini

Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam, {an nissa :140}

kenapa allah mengatakan seperti ini supaya kamu jagan ragu tantang isalam sama seperti mereka wahai umat muhamamd dan hanya orang munafik lah yang ragu tentang islam

nah mungkin ada yang ingin tau kenapa saya menghentikan perdebatan tiada berguna dengan mereka sehingga melalaikan hak dan kewajiban saya sendiri dan sibuk berdebat saya tidak melarang anda berdebat silahkan tapi anda harus memahami islam terlebih dahulu dengan benar sehingga anda bisa membedakan atara hak dan batil karena mereka juga memakai hadits dan alquran yang diselewengkan


kenapa sy keluar?

  1. waktu karena sy terlalu banyak menghabiskan waktu sy hanya untuk mengajak orang yang buta dan tuli untuk bisa melihat dan mendengar serta menghidupkan hati yaag mati padahal saya tidak mempu karena hanya allahlah yang mampu
  2. jika kita berdebat kita akan disuruh meyakini hadits dhaif mereka serta pemelintirinran ayat alquran mereka tapi jika anda memberikan hadits tentang kebaikan islam dan arti ayat alquran yang benar apa mereka mau menerima jika mereka mau kebenaran mereka akan menerima tapi kenyataannya mereka malah menolak sugguh mereka hanya ingi dien isalm ini bengkok tapi allah berkehendak apa yang dikhendaki walau orang kafir benci satu contoh:” mereka mengatakan muhammad penipu,pezinah,perampok lalau memberikan kepada kita ayat serta ahdit tapi jika kita berikan ayat yang sebaliknya bahwa muhmmad itu alamin,pemalu dengan wanita,serta dermawan bahkan dalam kematian naya di tidak meninggalkan apa apa beda dengan firaun,kaisar,kisra yang meninggalkan banyak harta dan istana yang megah padahal jika kita lihat umat islam mampu membuat apa yang diperbuat kisra dan kaisar tapi kenapa muhammad tdk ingin saat kita berikan kebaikan isalm tentang merubah keadaan jahiliyah dan ketika kita berika ayat bahwa allah menolak keras dia adalah dewa bulan dan matahari dan melarang menyembahnya mereka malah berpendapat sebaliknya ” wahai saudaraku mereka tidak inginkan kebaikan dalam perdebatan itu tapi mereka hanya ingin mem perolok-olok ,menghancurkan serta menghibur hati mereka yang berkubang tenggelam dalam dosa hawa nafsu dan syahwat
  3. andalan ayat mereka adalah ayat perang untuk mendiskreditkan islam tapi tahukan kalian kenapa islam perlu senjata karena kebatilan memaksakan kebatilan ,kediktatoran,kezaliman denga senjata maka islam harus membabat habis itu semua untuk membersihkan kesyirikan kezaliman dan penindasan dengan senjata pula bukankah itu yang dilakukan musa ,daud ,sulaiman bayangkan wahai saudara komunis,kapitalis,zionisme ,demokrasi barbar ala amrik bukankah mereka memakai senjata dan menggunakan perang untuk memaksa ideologi mereka yang bobrok lantas ketika islam ingin menghentikan penindasan dengan senjata disalahkan dan yang lain tidak disalahkan mereka mengatakan islam akan membabat batang leher kalian lantas apa gunanya jizyah mereka beralasan jizyah atau pajaknya tinggi lantas kenapa yahudi,nasrani miskin zaman rasul dan khulafaur rasyidin diberikan baitul mal diberikan mahalan mana dengan pajak yang ada sekarang mulai dari PBB,TANAH,USAHA sampai parkir yang terkecil jika anda hitung dengan pajak islam maka mahalan mana ?maka dari itu saya keluar

jika saya kemukakan sungguh akan memakan tempat dan waktu saya mengetik jika anda ingin berdebat anda harus memahami tabiat dien ini terlebih dahulu atau jika kalian merasa tidak sanggup baik dalm ilmu dan hati untuk berhadapan dan menerima cercaan mereka tentang allah lebih baik anda tinggalkan .

Maka katakanlah: “Sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang manunggu. {tunus :20}

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang? {muhamad :18}

wahai saudaraku sebetulnya kita tidak perlu risih tapi kita harus yakin bahwa betullah apa yang dikatakan allah dan rasulnya perbuatan mereka bukan hanya pada zaman ini tapi kake moyang kafirin mereka juga sudah menghina islam seperti

Leo III ( 717-741 ) ,Johannes dari Damaskus ( ± 652-750 ),‘Abdul Masih al-Kindi ( ± 873 ),Petrus Venerabilis (Peter the Venerable 1094-1156),Ricoldo da Monte Croce (±1243-1320),Martin Luther (1483-1546)

serta orientalis yang banyak tersebar setiap zaman dan waktu kalau zaman kita khan ali sina tapi apakah itu mampu merubah keyakinana kita tentang allah dan rasulnya tidak bahkan sampai sekarang allah tetap menyempurnakan nikmatnya tentang islam walau orang kafir benci setenagah mati

dalam perjalanan sejarah jug ada orang jujur terhadap islam

“Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Seorang Nabi pahlawan telah diutus untuk mereka dengan sebuah kata yang dapat mereka percaya: Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada (Spanyol) telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi (India) di tangannya yang lain. Memantulkan keberanian, kemegahan dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari sebagian besar dunia dalam waktu yang lama. Keyakinan adalah hebat, memberikan kehidupan. Sejarah sebuah bangsa menjadi bermanfaat, meninggikan jiwa, hebat, secepat keyakinannya. Bangsa Arab ini, Muhammad, dan satu abad tersebut, tidak lah seperti jika bunga api jatuh, sebuah percikan, pada dunia yang terlihat hitam, padang pasir yang tak terkenal; tetapi pasir ternyata mesiu yang meledakkan, nyala api surga dari Delhi sampai Granada! Saya katakan, manusia yang besar selalu seperti cahaya surga. Manusia yang lain menunggunya seperti bahan bakar, dan kemudian mereka semua akan berkobar juga.”

Demikian penutup pidato Thomas Carlyle, salah seorang pemikir terbesar abad lalu. Saat itu hari Jum’at, 8 Mei 1840. Temanya: “Pahlawan sebagai Nabi”. Pendengarnya: adalah umat Kristen Anglican - Inggris.

maka dari itu allah katakan jangan kamu bersedih hati atas perkataan mereka wahai muhamamd dan umatnya jangan sekalipun pada zaman rasul hidup pun penghinaan tak kalah berat baik dar syair maupun ejekan katakanlah pada mereka wahai saudaraku

TUNGGULAH KARENA AKU TERMASUK ORANG YANG MENUNGGU KEPUTUSAN ALALH DAN KEBENARAN ALQURAN DAN SUNNAH DAN SAKSIKAN KAMI ADALAH ORANG YANG BERSERAH DIRI TERHADAP DIEN ISLAM INI

→ No CommentsKategori: tanya kenapa?

cara menghadapi orang kristen dlm debat *

September 6, 2008 · & Komentar

ahmad dedat memberitahukan dalm bukunya bagaimana cara mengdhadapi sikap orang kristen yang kalah dalam perdebatan

Orang-orang Kristen yang Sombong

Tak akan pernah Anda temui seorang misionaris, apakah itu Katholik, Protestan, atau salah seorang dari seribu satu sekte dan golongan Kristen, yang tidak, secara umum, mensyaratkan bahwa orang yang menjadi sasaran misi da’wahnya harus menerima “Injil”-nya sebagai kitab terakhir dalam setiap opini keagamaan. Satu-satunya jawaban yang dimiliki orang itu (sasaran misionaris) adalah, mengutip ayat-ayat Injil yang bertentangan dengan para misionaris atau mendebat penafsiran mereka.

Pertanyaan yang Mantap

Ketika seorang Muslim membuktikan suatu masalah dari kitab Injil milik umat Kristen, dan ketika seorang pendeta profesional tidak dapat menyangkal argumen-argumen tersebut –cara umat Kristen mengelak adalah dengan pertanyaan– “Apakah Anda menerima Injil sebagai firman Tuhan?” Dalam menghadapi hal itu, pertanyaannya terlihat mudah, tetapi jawaban sederhana “Ya” atau “Tidak” tidak dapat diberikan sebagai jawaban. Pertama kali seseorang harus menerangkan posisinya. Tetapi orang Kristen tersebut tidak akan memberikan kesempatan tersebut. Dia menjadi tidak sabar. “Jawab - ‘Ya atau Tidak!” dia memaksa. Bangsa Yahudi melakukan hal yang sama terhadap Yesus 2000 tahun yang lalu.

Pembaca dengan segera menyetujui bahwa sesuatu tidaklah selalu hitam atau putih. Di antara keduanya ada ber-jenis jenis bayangan abu-abu. Jika Anda mengatakan “Ya” untuk pertanyaan ini, itu berarti Anda siap menelan mentah-mentah semuanya, dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu. Jika Anda memberi tanggapan dengan mengatakan “Tidak”, dengan cepat ia melepaskan diri dari fakta-fakta yang Anda sajikan, dan mengumpulkan dukungan dari teman-teman-nya dengan: “Lihatlah, orang ini tidak percaya terhadap Injil! Apa haknya menjelaskan kasusnya dari kitab kita?” Dengan tipe argumen seperti ini ia tertolong menghindari isu tersebut. Apa yang harus dilakukan oleh seorang Mubaligh? Ia harus menjelaskan posisinya berhadapan dengan Injil, sebagaimana seharusnya.

Tiga Tingkat Pembuktian

Sebagai orang Islam, kita tanpa keraguan mengakui bahwa dalam Injil ada tiga jenis kesaksian berbeda yang dapat dikenali tanpa memerlukan pelatihan khusus apapun, yaitu:

  • Di dalam Injil Anda dapat mengenali apa yang mungkin digambarkan sebagai “Firman Tuhan”.

  • Anda juga dapat melihat apa yang digambarkan sebagai “Perkataan Nabi Tuhan”.

  • Dan Anda akan mengamati bahwa Injil adalah catatan dari para saksi yang melihat atau yang mendengar, atau tulisan seseorang berdasarkan cerita orang. Yang seperti itu adalah “Perkataan Sejarawan”.

Anda tidak perlu mencari contoh-contoh dari berbagai jenis bukti yang berbeda di dalam Injil. Kutipan berikut akan memperjelas hal tersebut:

Tipe pertama:

  • “Aku akan membangkitkan seorang Nabi bagi mereka . . . Aku akan menaruh Firman Ku . . . dan ia akan mengatakan kepada mereka segala apa yang Ku perintahkan kepadanya.” (Injil - Ulangan 18: 18).
    “Aku, Akulah Tuhan, dan tidak ada juru selamat selain daripada-Ku.” (Injil - Yesaya 43: 11).

  • “Berpalinglah kepada Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Aku-lah Allah dan tidak ada yang lain.” (Injil - Yesaya 45: 22).

Perhatikan kata ganti orang pertama (yang diberi tekanan) dalam referensi di atas, dan tanpa kesulitan Anda akan menyetujui bahwa redaksi pernyataan tersebut sepertinya layak sebagai firman Tuhan.

Tipe kedua:

  • “… Yesus berseru dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” (artinya: Allah Ku, Allah Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?….” (Injil - Matius 27: 46).

  • “Jawab Yesus kepadanya, ‘Hukum yang utama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita adalah Tuhan yang Esa’… ” (Injil - Markus 12: 29).

  • “Jawab Yesus kepadanya: ‘Mengapa kau katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain daripada Allah saja’…” (Injil - Markus 10: 18).

Bahkan seorang anak kecil pun dapat menegaskan bahwa: Yesus “berseru,” Yesus “menjawab,” dan Yesus “berkata,” adalah perkataan dari orang yang dijadikan utusan-Nya, yaitu perkataan Nabi Tuhan.

Tipe ketiga:

“Dan dari jauh, Ia (Yesus) melihat pohon Ara yang sudah berdaun. Ia (Yesus) mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia (Yesus) mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia (Yesus) tiba disitu, Ia (Yesus) tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, …” (Injil - Markus 1 1: 13).

Kesaksian tipe ketiga ini banyak terdapat di dalam Injil, yaitu kata-kata orang ketiga. Perhatikan kata ganti kepunyaan yang telah diberi penekanan, itu semua bukanlah Firman Tuhan atau Perkataan Nabi-Nya, tetapi “perkataan sejarawan”.

Amatlah mudah bagi seorang muslim membedakan ketiga tipe redaksi dari bukti di atas, karena semua itu juga terdapat dalam kepercayaannya. Dibanding pengikut agama lain, seorang muslim paling beruntung karena berbagai macam catatan tersebut terdapat dalam kitab yang terpisah!

Pertama: Tipe pertama –Firman Tuhan– ditemukan dalam kitab yang disebut Kitab Suci Al-Qur’an.

Kedua: Tipe kedua –Perkataan Nabi Tuhan–, (Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) dicatat di dalam kitab yang disebut Hadits.

Ketiga: Bukti tipe ketiga ini berlimpah-limpah jumlahnya dalam berbagai buku sejarah Islam yang berbeda, beberapa ditulis oleh orang-orang berpengetahuan yang dapat dipercaya, dan yang lainnya ditulis oleh orang-orang yang kurang dapat dipercaya, tetapi umat Islam dianjurkan menyimpan kitab-kitab tersebut dalam buku yang terpisah!

Umat Islam menjaga ketiga tipe tersebut secara terpisah, sesuai tingkatan sumbernya, dengan tidak menyamakannya. Sebaliknya, Injil berisi campuran berbagai literatur, yang berisi hal-hal yang memalukan, mesum dan cabul –semua dalam sampul yang sama. Seorang Kristen terpaksa mengakui persamaan spiritual terhadap semuanya, dan ini menyebabkannya menjadi tidak beruntung.

→ 6 CommentsKategori: kristologi

sungguh orang pilihan!!

September 6, 2008 · 1 Komentar

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rosul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al–Jumu’ah: 2).

Mengagumkan sebagaimana yang terlihat. Saya tidak kagum lagi! Inilah cara-Nya, Dia memilih seorang ummi, nabi yang buta huruf untuk sebuah bangsa yang ummi, buta huruf.

“Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Seorang Nabi pahlawan telah diutus untuk mereka dengan sebuah kata yang dapat mereka percaya: Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada (Spanyol) telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi (India) di tangannya yang lain. Memantulkan keberanian, kemegahan dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari sebagian besar dunia dalam waktu yang lama. Keyakinan adalah hebat, memberikan kehidupan. Sejarah sebuah bangsa menjadi bermanfaat, meninggikan jiwa, hebat, secepat keyakinannya. Bangsa Arab ini, Muhammad, dan satu abad tersebut, tidak lah seperti jika bunga api jatuh, sebuah percikan, pada dunia yang terlihat hitam, padang pasir yang tak terkenal; tetapi pasir ternyata mesiu yang meledakkan, nyala api surga dari Delhi sampai Granada! Saya katakan, manusia yang besar selalu seperti cahaya surga. Manusia yang lain menunggunya seperti bahan bakar, dan kemudian mereka semua akan berkobar juga.”

Demikian penutup pidato Thomas Carlyle, salah seorang pemikir terbesar abad lalu. Saat itu hari Jum’at, 8 Mei 1840. Temanya: “Pahlawan sebagai Nabi”. Pendengarnya: adalah umat Kristen Anglican - Inggris.

Tuhan memilih utusan-Nya, Tuhan memilih umat-Nya. Di dalam kerajaan spiritual tidak ada bangsa menyerupai bangsa Yahudi dan Musa dibuat meratap menghadapi kaumnya:

“Bahkan kamu menentang Tuhan, sejak aku mengenal kamu.” (Injil - Ulangan 9:24).

Pada surat wasiat terakhir Musa Alaihis-salam bangsa Israel membuat frustrasi utusan yang lemah lembut yang terpaksa mencerca dalam menghadapi sikap yang sombong dan keras kepala kepada petunjuk Tuhan.

“Karena aku mengetahui pembangkanganmu, dan kekakuan tengkukmu Lihatlah, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menjadi pembangkang terhadap Tuhan, terlebih lagi nanti sesudah aku mati.” (Injil - Ulangan 31: 27).

Aduh, benar sekali! Saya tidak akan berfilsafat pada pilihan Tuhan. Tetapi pada bab berikut api kemarahan Tuhan menyala dari sebesar lilin sampai lautan api dan dia mengutuk orang-orang Yahudi.

“Mereka membangkitkan cemburuku dengan yang bukan Allah, mereka membuatku marah dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan membuat mereka marah dengan bangsa yang bodoh. (Injil - Ulangan 32:21).

Setiap orang yang mempunyai sedikit pengetahuan tentang Injil akan dapat menebak siapa yang di mata orang-orang Yahudi rasis dan sombong ini “bukan sebuah umat” –sesuatu yang tidak berarti dan “bangsa yang bodoh” jika bukan sepupu mereka keturunan Ismail– bangsa Arab yang dalam kata-kata Thomas Carlyle telah “mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia!?”

BANGSA ARAB: Alexander Agung telah mengabaikan mereka; bangsa Persia mengabaikannya; Bangsa Mesir mengabaikannya; bangsa Romawi mengabaikannya. Adalah tanggung jawab mutlak setiap bangsa untuk menaklukkan dan menjajah mereka. Tetapi sang Pencipta tidak mengabaikan mereka. Dia mengangkat mereka dari kegelapan yang dalam dan mengubah mereka menjadi obor cahaya dan pengetahuan dunia. “Aku akan membangkitkan rasa cemburu orang-orang Yahudi.” Kecemburuan ini adalah penyakit yang tertanam. Ingat, Sarah dan Hajar, 2 istri Abraham (Ibrahim) Alaihis-salam –sahabat Tuhan. Kecemburuan Sarah diwariskan ke anak-anaknya dan pada bangsa serta pada suku bangsa yang belum lahir.

tuhan menghormati siapa yang diinginkan-Nya. Inilah apa yang dilakukan untuk menunjukkan kekuatan tangan-Nya (Kekuasaan).

“Dan jika kamu berpaling (dari keimanan) niscaya Allah akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (QS. Muhammad: 38)

“Hal ini benar-benar satu dari keajaiban sejarah terbesar bahwa dari Arab yang terbelakang telah meledak suatu kelompok manusia, sahabat nabi, yang dalam beberapa abad dapat menciptakan peradaban yang bagus sekali, meluas dari tumpukan kayu bakar sampai tembok Cina.” (Abdul Wadod Shalabi dalam “Islam Religion of Life.)

Yang terdahulu adalah benar-benar pemenuhan Yesus Kristus, nabi terakhir dari nabi-nabi besar Yahudi, menimbulkan perkiraan atas penempatan ras Yahudi yang salah dalam bimbingan spiritual manusia. Dalam firman Tuhan sendiri:

“Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah? akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu.” (Injil - Matius 21: 23).

→ 1 CommentKategori: kristologi

menjawab komentar

Agustus 29, 2008 · Tidak ada Komentar

asalammualaikum wr wb sudah sepastinya dan sudah menjadi sunatullah bahwa ada sj yang mendebat din allah dan rasulnya ini dgn pengetahuan yang gak jelas silahkan lihat buku tamu http://sebuahkemulian.wordpress.com/buku-tamu/#comment-84

disitu sengaja sy cantumkan dan menajdi pembelajaran bagi siapa sj yang mendebat tanpa pengetahuan yang gak jelas tapi itu sudah menjadi hal yang lumrah jika kita mengkritik keyakinan mereka tapi siapun dia kami berharap bahwa dia akan mengikuti kebenaran setelah nyata kebenaran itu dia berkata:“Muhammad sok mau jadi seperti Nabi Musa:” astagfirullah sungguh bukanlah keinginan muhammad saw untuk menjadi seperti musa

“Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu. {an najm:56} Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu”. {al hajj:49}

Jika anda katakan muhammad sok mau jadi nabi musa jelaskan padaku dan seluruh kaum muslimin kenapa?dia mau hidup susah di mekkah hijrah kemadinah berperang mempertaruhkan nyawa hanya untuk sok mau jadi orang hebat atau dianggap sebagai orang yang diagung agungkan bahkan hingga hari terakhir ia tetap menyuruh kami untuk menjadi zuhud terhadap dunia ? dan paling benci jika diangap sebagai raja atau diagungkan ini jawaban untuk fitnah anda

Dan tiadalah kamu berada di dekat gunung Thur ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami beritahukan itu kepadamu) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat. { Al Qashash :46}

lalu dia menjelaskan tentang ketidak samaan antara muhamamd dgn musa dgn berkata : “1. Musa>Pembesaran baginda serba lengkap, stabil lagi mewah. Musa dibesarkan di dalam Istana Firaun Mesir. Segala keperluannya mencukupi (Keluaran 2:1-9) Baginda telah dibesarkan oleh ibu kandungnya sendiri (Keluaran 2: 6-9). >Muhammad>Pembesaran beliau dalam keadaan serba berkurangan. Dia tiada berbapa bila dilahir, dan penjaganya bertukar tangan daripada datuknya ke pakciknya setelah kematian ibunya (dia yatim piatu). Dia TIDAK dibesarkan oleh ibu kandungnya sendiri. (Sirat Rasulullah 73-79). 2. >Musa telah menjadi Putera kepada Puteri Firaun. Puteri inilah yang menamakan baginda ‘Musa’ (Keluaran 2 ayat 10). Musa telah diberi pendidikan yang cukup tinggi dan istimewa sebagai seorang Putera dalam Istana Firaun (Kisah Rasul-rasul 7: 22). >Muhammad dianggap sebagai Nabi yang Ummi dalam dunia Islam. Menurut tradisi Islam sendiri, beliau buta huruf dan dia TIDAK berpelajaran dan juga tidak berpendidikan. Ini adalah satu PERBEDAAN yang jelas ketara dan penting dengan Nabi Musa. 3. >Musa telah melakukan banyak mukjizat-mukjizat di khalayak ramai dengan pertolongan Allah, dan ini telah menjadi tanda-tanda yang nyata kepada Firaun. Akhirnya dia membenarkan umat Yahudi keluar daripada negeri Mesir. (Keluaran 5:1-12, Keluaran 9,10,11,12,13,14), (Surah 7: 122-128, 14: 5,6, 17: 101). Muhammad, nabi Islam TIDAK melakukan satu pun keajaiban atau mukjizat di depan orang ramai. Bila di cabar orang ramai bagi satu mukjizat, dia tidak melakukannya, cuma kata Quranlah ‘peringatan’nya. (Surah 28:48-49, 29:50-51). Ini SATU LAGI PERBEDAAN yang jelas dengan Musa. 4. >Musa telah tinggal di negeri Mesir selama 40 tahun yang pertama hayatnya dan juga Musa membesar di dalam Istana Firaun. Sesudah itu baginda telah berhijrah keluar dari Mesir, bersama-sama dengan saudara2 seumatnya sesuai dengan sabda dan perintah Allah. (Keluaran 12, 13,14 15). >Muhammad tidak ada perhubungan yang penting atau istimewa dengan negeri Mesir. Beliau TIDAK pernah lari ke Mesir untuk selamatkan diri daripada musuh-musuhnya! Lagi satu perbedaan yang sangat jelas di antara Muhammad DAN kedua-dua Musa dan Isa Al-Masih. 5. >musa>Sehingga pada hari ini, tidak sesiapa pun yang tahu di mana letaknya Makam dan tempat pengkebumian Musa. Dia wafat di atas Gunung Nebo, tetapi tempat pengkebumian baginda di sana tidak dapat dicari atau ditemui, sesuai dengan firman dan sabda Allah. (Ulangan 34:1-5, Ulangan 34: 6). Seluruh dunia tahu di mana letaknya Makam Muhammad. Beribu-ribu orang menziarahi makamnya di Kota Madinah tiap-tiap tahun. Lagi SATU BUKTI jelas ketidak-miripan Muhammad dengan Nabi Musa. 6. >Nabi Musa berasal daripada suku kaum LEVI, salah satu daripada dua-belas suku sanak saudara Nabi Yakub dalam Bani Israel. (Keluaran 2 : 1-2) >Muhammad bin Abdullah berasal daripada suku Banu Hashim dari kaum Quraish. Mereka adalah satu bangsa Arab yang berpindah-randah (badui) di tanah Hijaz. Jelas sekali, Muhammad bukanlah saudara kepada Nabi Yakub atau pun Musa secara langsung”

sy cuma akan mengatakan hal ini begini mas jika kita akan menyamakan antara muhammad saw dgn musa as jelas tidak secara mutlak bahkan kembar siam pun bisa sj sama wajah tapi beda karakter dan sudah menjadi sunnatulah {ketetapan allah } jika manusia itu diciptakan berbeda-beda jika kita akan memiripkan sepenuhnya itu sama sj omong kosong {bullshit} nah jika anda katakan dan keinginan anda bahwa musa harus sma dgn muhammad saw maka anda berangan-angan kosong biar bagaimanapun muhammad adalah nabi besar penutup segala nabi pemberi kabar gembira bagi seluruh umat bukan cuma dgn bani israel jelas perbedaan nya akan ada karena musa hanya untuk bani israel bukan begitu :wink: dan kemuliannya dan derajatnya jelas berbeda dgn musa wahh gawat ternyata kebencian anda sudah mendarah daging :mrgreen: mari sy jelaskan lebih lanjut tentang musa dan muhammad sy yakin anda pasti penyembah salib entah dr katolik anda protestan tapi gaya bicaranya seperti protestan pengagum yahudi bagaimana jika seperti ini Apakah Muhammad seperti Musa? Perhatikan gambaran berikut ini:

(1) Seperti Musa, Muhammad berjuang menundukkan kekuatan2 yang menghambat dakwahnya.

(2) Sebelum mereka lahir, kaum Musa dan Muhammad menyembah berhala2.

(3) Seperti halnya Musa, Muhammad juga mengalahkan musuh2nya dan menjadi pemenang atas mereka.

(4) Sebagaimana Musa, tidak ada seorang pun pengikut Muhammad yang berhasil mengkhianatinya.

(5) Seperti Musa, Muhammad dilahirkan karena pertemuan ayah dan ibu, dan mempunyai istri2 dan anak2.

(6) Musa menyelamatkan umatnya dari kekejaman Fir’aun dan bangsa Mesir serta melakukan hijrah dari Mesir ke negeri lain (Madyan) untuk menghindari serangan kaum Fir’aun. Seperti Musa, Muhammad juga membebaskan umatnya dari penganiayaan kaum Quraisy dan melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah untuk menghindari serangan kaum Quraisy.

(7) Atas perintah Musa, para pengikutnya mengirimkan kekuatan untuk merebut Palestina dan Syria. Seperti Musa, Muhammad juga memberikan instruksi kepada para sahabatnya untuk menundukkan Palestina dan Syria.

(8) Baik Musa maupun Muhammad menerima berita baru dari Allah untuk penetapan hukum2. (Dengan diturunkannya Al-Qur’an, maka hukum2 sebelumnya menjadi tidak berlaku lagi).

(9) Baik Musa maupun Muhammad diterima sebagai pemimpin oleh umat mereka secara turun-temurun.

(10) Baik Musa maupun Muhammad mengalami kehidupan keluarga dan hidup lama serta mengakhiri kehidupan dunia dengan kematian yang wajar.

(11) Setelah kematian Musa, para pengikut utamanya menyebarkan ajarannya ke seluruh Palestina dan Syria. Demikian juga dengan para pengikut utama Muhammad setelah ia wafat. Pada masa pemerintahan Umar bin Khatab, salah seorang sahabat dekat Muhammad (Khulafaur Rasyidin ke-2), kekuatan dikirimkan untuk merebut Palestina dan Syria sekaligus menyebarkan ajarannya.

(12) Seperti halnya Musa, Muhammad juga memerintahkan umatnya untuk berjuang melawan musuh2 mereka dan Muhammad sendiri ikut berjuang (berperang).

(13) Jika Musa menerima tanda kenabian di Gunung Tursina (Gunung Horeb), maka Muhammad menerima tanda kenabian di Gunung Hira. Seperti Musa, Muhammad juga tidak hanya menyeru bangsa Arab, tetapi juga menyeru bangsa2 lain di seluruh penjuru dunia. Secara tegas, Allah berfirman di dalam AL-QUR’AN 21:107: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta.”

(14) Seperti halnya Musa, Muhammad juga lahir, besar, dan mati di luar tanah Palestina. Ia lahir di tanah Mekah dan mati di tanah Madinah. Sebagaimana Musa, Muhammad juga memerintahkan para sahabatnya untuk menundukkan Palestina, dan ketika itu mayoritas (92%) orang2 Palestina memeluk agama Islam terbukti dengan dibangunnya Masjidil Aqsha tempat dimana Muhammad melakukan “mi’raj”. (Setelah ditandatanganinya “Deklarasi Balfour” di Inggris pada tanggal 2 Nopember 1917 yang melahirkan gerakan “Zionisme”, maka orang2 Yahudi dari seluruh penjuru dunia berduyun2 mendatangi bumi Palestina dan mengusir penduduknya).

(15) Sebagaimana Musa, Muhammad juga menerima Kitab Al-Qur’an dari Allah secara bertahap dan terus menerus selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari hingga akhir hayatnya. (Muhammad menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun).

(16) Jika Musa dikenang sebagai tokoh terbesar oleh umat Yahudi (Bani Israel), maka Muhammad dikenang sebagai tokoh terbesar sepanjang sejarah oleh Bangsa Arab khususnya dan Umat Islam pada umumnya.

(17) Seperti Musa, Muhammad juga seorang nabi Allah dan menjadi penguasa pada zamannya. (18) Baik Musa maupun Muhammad, mati secara wajar karena sudah tua (berusia lanjut).

(19) Seperti Musa, Muhammad juga mati dan jasadnya bersemayam di dalam bumi hingga hari kiamat.

(20) Sebagaimana telah dijelaskan, Muhammad hidup lama dan mati secara wajar sehingga dengan sendirinya ia bukanlah nabi sebagaimana yang dimaksud Firman Allah dalam ULANGAN 18:20 di atas. (Muhammad mati pada usia 63 tahun). Dari gambaran2 di atas, tidaklah terlalu berlebihan kalau Muhammad dipandang lebih sesuai/mirip dengan Musa dibandingkan dengan Yesus. Muhammad memiliki persamaan dengan Musa dalam berbagai hal. Sebaliknya, Yesus justru bertolak belakang dengan Musa dalam berbagai hal.

dia berkata: “Sudah amat jelaslah, dengan semua perbandingan ini, kita dapat melihat betapa bedanya Nabi Muhammad daripada Nabi Musa. Ini sesungguhnya membuktikan umat Islam yang cuba mencari kemiripan antara Musa dan Muhammad hanya melakukannya kerana mereka sudah terdesak untuk mengesahkan ‘kerasulan’ nabi Muhammad konon, melalui rujukan-rujukan dari Kitab Taurat. Jadi, di manakah ‘pengesahan’ dan kemiripan itu ? LANGSUNG TIDAK ADA SAMA SEKALI!

demi allah yang jiwaku ada ditangannya kami umat islam tidak pernah mencari pengesahan dr orang kafir tentang kerasulan muhammad cukuplah allah yang jadi saksi atas kerasulannya dan orang yang beserta mummad yaitu sahabatnya apakah kami terdesak jelas tidak bagi kami anda percaya atau tidak allah tetap berkuasa menjadikan rasul siapa yang dia kehendaki lagipula dalil diatas juga bisa dijadikan argumen bahwa muhammad ada kemiripan yang pasti tdk semunya jika anda tuntut semuanya jelas anda tidak mengerti hakikat kehidupan manusia nah sebetulnya kata kuncinya ada pada klaim anda bahwa yesus lah yang dimaksud nabi yang mirip musa

dia berkata :” Contohnya, Nabi Musa, walau pun beliau hidup dalam keadaan serba lengkap dan mewah dalam Istana Firaun, dia dibesarkan oleh ibu kandungnya sendiri,. Nabi Muhammad sudah jelas TIDAK SEPERTI BEGITU. Dia kehilangan kedua-dua ibu-bapanya satu persatu semasa dia masih kanak-kanak kecil lagi. Pendidikan dan pembelajaran Nabi Musa itu cukup lengkap dan sempurna kerana baginda dibesarkan sebagai anak kepada tuan Puteri Firaun di dalam Istana Mesir. Nabi Muhammad itu, SEBALIKNYA seorang yang ummi, yaitu seorang yang dikira tidak berpendidikan. Ini satu lagi perbedaan yang jelas ketara!”

tapi seorang yg katanya tdk berpendidikan itu menunjukan ilmu pengetahuan yang luar bisa dalam alquran sungguh tdkkah anda berfikir demikian satu contoh sj: Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. { An Naml :88} bukankah dizaman unta seperti zaman rasul belum ada teknologi yang mengtahui bahwa gunung bejalan seperti awan bahkan ketika ayat ini turun rasul dikataka orang gila jika dia ummi yang anda maksud lantas siapa yang memberitahukannya ??? jika dia belajar dgn profesor mana haditsnya??? maha benar allah dgn sedala firmannya yang mengetahui sifat kafirin

dia berkata :” Taurat DAN Quran kedua-duanya mengajar Nabi Musa telah melakukan banyak sekali keajaiban dan mukjizat yang cukup hebat di muka umum. Surah 7/128-134, 138. Hasilnya Bani Israil dapat keluar daripada cengkaman zalim Firaun itu. Sebaliknya, Muhammad itu TIDAK! Dia tidak melakukan satu pun keajaiban mukjizat di muka umum atau di khalayak ramai menurut al-Quran! Sebaliknya al-Quran sendiri mengakui bahawa Muhammad tiada bermukjizat seumpama Nabi Musa : “Setelah rasul datang kepada mereka, mereka berkata: ’Mengapa TIDAK DIBERIKAN KEPADA MUHAMMAD SEUMPAMA YANG DIBERIKAN KEPADA NABI MUSA (YAKNI TANDA-TANDA MUKJIZAT)?’ .. Katakanlah ya Muhammad – Maka kamu tunjukkanlah sebuah Kitab dari Allah..” (SURAH 28/48-49) Nats di atas menunjukkan Quran sendiri mengajar tentang ketidak-miripan Muhammad dengan Musa dalam perkara pembuatan keajaiban-keajaiban dan mukjizat yang hebat di khalayak ramai. Inilah lagi perbedaan yang jelas ketara di antara Musa dan Muhammad! tentang mujizat rasul banyak yang dijelaskan oleh hadits sahih belajar lagi gih….. dia berkata :” Jadi siapakah yang dirujuki oleh nubuat di dalam Kitab Taurat itu : >“Seorang Nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudara kamu, sama seperti aku (yakni NABI MUSA), akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan..seorang Nabi akan Ku bangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka; seperti engkau (Nabi Musa) ini; Aku akan menaruh firman-ku dalam mulutnya, dan dia akan mengatakan kepada mereka segala yang Ku perintahkan kepadanya.” (Ulangan 18: 15, 1 8) Jelas sekali dia bukanlah Muhammad! Oleh kerana dia bukan dari salah satu daripada dua belas suku saudara Bani Israel. Inilah nama-nama dua-belas suku sanak-saudara Bani Israel, yakni mengikut 12 anak lelaki Yakub : >“Reuben, Simeon, LEVI, Issachar, JUDAH, Zebulun, Yusuf, Benyamin, Dan, Naphtali, Gad dan Asyer” (Kejadian 35: 23-26) Sebaliknya pula, Isa Al-Masih itu adalah dari suku JUDAH (Matius 1: 1-2) yaitu saudara dengan LEVI, dan Levi adalah leluhur kepada Nabi Musa (lihat Carta di atas). Jadi, jelaslah Sayyidina Isa al-Masih adalah saudara kepada Nabi Musa kerana pertalian mereka sesama sendiri melalui dua-belas Suku Bani Israel Sebaliknya, Muhammad bukanlah dari keturunan salah satu pun daripada dua-belas suku Bani Israel itu. Dia adalah seorang non-Jew atau non-Yahudi. Oleh itu beliau tidak layak sekalipun berhak tuntut pertalian saudara dengan Nabi Musa! Sayidina Isa al-Masih, sebaliknya, telah berkata bahawa semua nubuat di dalam Taurat, Zabur dan Tulisan-tulisan Nabi merujuk kepada Baginda sendiri, dan TIDAK kepada mana-mana orang lain. >“Isa berkata kepada mereka: ‘Inilah perkataan-Ku, yang telah Ku katakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahawa HARUS DIGENAPI SEMUA YANG ADA TERTULIS TENTANG AKU (YAITU ISA) dalam Kitab Taurat Musa, dan Kitab nabi-nabi dan Kitab Zabur. Lalu Isa membuka fikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka : “Ada tertulis demikian: Al-Masih harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertaubatan dan pengampunan dosa harus disampaikan KEPADA SEGALA BANGSA, mulai dari Yerusalam. Kamu adalah saksi-saksi dari semuanya ini.” (Lukas 24 ayat 44 - 4 8) Para Hawariyyun dan pengikut-pengikut Al-Masih Isa pun telah menyahut perintah Baginda dengan sebulat hati dan segenap jiwa mereka. Mereka telah benar-benar menyedari SIAPAKAH itu yang telah Allah janjikan melalui Nubuat Musa itu dalam Ulangan 18, serta apakah PERANANNYA AL-MASIH ITU. Adakah mereka pernah menunggu dan berharap kedatangan kononnya satu lagi rasul yang akan datang selepas Isa Al-Masih bernama ‘Muhammad’? Tidak sama sekali. Kerana sejak permulaan dan dari awal-awal lagi, Isa Al-Masih tidak pernah mengajari mereka tentang teori itu! Lebih-lebih lagi, BAGI SEMUA para Hawariyyun dan murid-murid Sayyidina Isa, nubuat agung dari Kitab Taurat itu yakni dari Ulangan 18: 15 dan 18 itu, DENGAN LAZIMNYA MEREKA TELAH MERUJUKKAN NUBUAT INI KEPADA ISA AL-MASIH dan TIDAK PERNAH kepada mana-mana individu lain. Nah, sudah menjadi amat jelaslah umat Kristian dan Yahudi sudah pun tahu tentang nubuat Ulangan 18:15 dan 18 itu. Dan semua murid-murid Al-Masih Isa sudah mengakui dan mengisytiharkan bahawa Isa Al-Masihlah yang sewajarnya disebut-sebutkan dan yang dinubuatkan di dalam nubuat Ulangan 18 : 15 dan 18 itu lebih daripada LIMA ABAD SEBELUM TIMBULNYA Muhammad nabi Islam. Hanya segelintir umat Muslim yang sudah terdesak, dan masih sanggup menyalah-tafsirkan Nas firman Allah dari Ulangan 18 ini dan cuba merujukinya kepada Muhammad nabi Islam. Tetapi sudah terbuktilah tindakan terdesak mereka itu adalah (i) suatu salah tafsiran yang ketara dan (ii) juga amat buta kepada fakta-fakta sejarah serta (iii) tidak sekali pun memihak kepada Kebenaran !

nah kahn roman-romannya sudah kebaca oke kita jelaskan kata kunci ini perhatikan baik-baik

KITAB ULANGAN: 18:15. Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. 18:16 Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.

18:17 Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;

18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.

18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh. (al. Douay Rheims Bible & New Century Version).

18:21 Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN?

18:22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”

Dalam ayat 19 terdapat frasa “firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku”, maksudnya adalah sebelum membacakan Firman Tuhan yang diturunkan, Nabi itu selalu membaca (artinya): “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Dalam ayat 20 diterangkan bahwa “nabi yang berbicara demi nama Tuhan yang tidak diperintahkan oleh Tuhan untuk dikatakannya”, NABI ITU HARUS DIBUNUH. Faktanya, meski Yesus berbicara demi nama Tuhan, ia tetap saja “dibunuh” oleh kaumnya sendiri. Ini artinya, bahwa nubuat Ulangan ini bukan ditujukan kepada Yesus, melainkan kepada nabi yang lainnya. Sebaliknya, jika Muhammad adalah nabi palsu, tentu beliau sudah mati lebih awal atau dibunuh kaumnya sendiri. Faktanya, Muhammad mampu mengemban misi kenabian selama 22 tahun lebih dan berhasil mengislamkan seluruh penduduk Jazirah Arab! Bandingkan dengan Yesus yang hanya mampu mengemban misi kenabian selama 3 tahun dan ajarannya ditinggalkan oleh kaumnya sendiri, bangsa Israel! Oleh karena Kitab Suci Taurat diturunkan Allah kepada Nabi Musa, maka dapat dipastikan bahwa ayat 15-17 di atas adalah redaksi dari perombak Taurat. Sedangkan ayat 18-22 dapat dikatakan sebagai terjemahan dari teks asli Taurat. Dalam ayat 18 terdapat frasa “dari antara saudara mereka”. Kata “mereka” dalam frasa ini menunjuk kepada umat Israel, sehingga frasa “dari antara saudara mereka” dapat diterjemahkan sebagai “dari antara saudara umat Israel”. Pertanyaannya, siapakah “saudara umat Israel” ini? Dalam catatan Alkitab, “saudara umat Israel” yang paling dekat dari aspek genetis adalah orang2 keturunan Ismail dan orang2 keturunan anak2 Abraham dari istri ketiganya, Ketura. Jadi, secara spesifik, frasa “dari antara saudara mereka” dapat diterjemahkan sebagai “dari antara keturunan Ismail” atau “dari antara keturunan anak2 Ketura”. Namun demikian, mengingat tidak ada bukti literer berkaitan dengan orang2 keturunan Ketura yang menjadi Nabi, maka keturunan Ketura dalam pembahasan ini diabaikan. Lebih jauh, pengarang Kitab Ulangan sendiri dalam catatan khususnya menegaskan bahwa Nabi yang seperti Musa itu tidak akan berasal dari orang yang berdarah Israel.

Berikut kutipannya: 34:10. Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka,* tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel,

34:11. dalam hal segala tanda dan mukjizat, yang dilakukannya atas perintah TUHAN di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya,

34:12. dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

Tak terbantah lagi, bahwa nabi itu bukanlah nabi dari bangsa Israel (termasuk Yesus), tetapi nabi itu akan datang dari bangsa lain yang notabene tidak memiliki ikatan darah setetes pun dengan orang2 Israel. Akan tetapi, agar pembahasan ini terkesan adil, maka frasa “dari tengah-tengahmu” sebagaimana tersebut dalam ayat 15 di atas, tetap disuguhkan dalam pembahasan ini. “Tuhan” berfirman kepada Abraham: KEJADIAN 17:5, “Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. KEJADIAN 17:6, “Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.” KEJADIAN 17:8, “Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kau diami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.” Ayat2 di atas berasal dari Menurut ayat2 di atas, Allah berjanji kepada Abraham dan keturunannya akan memberikan tanah Kanaan sebagai milik mereka selamanya dan Allah akan menjadi Tuhan mereka. Dan Allah juga telah menetapkan Abraham sebagai Bapak Umat (baca: QS. 2:124). Tanah Kanaan sekarang dikenal sebagai tanah Palestina. Tentu saja pengertian Palestina di sini mencakup seluruh wilayah Israel dan Palestina sekarang ini. Lalu, siapakah penduduk Palestina? Secara umum penduduk Palestina terbagi atas 2 bangsa yang saling bersengketa yaitu bangsa Yahudi/Israel yang sebagiannya adalah keturunan Ishak anak Abraham, dan bangsa Arab/Palestina yang sebagiannya adalah keturunan Ismail anak Abraham. Namun demikian, meskipun keduanya saling bersengketa, tetapi pada hakekatnya mereka adalah bersaudara karena sama2 keturunan Abraham. Permasalahannya sekarang adalah, siapakah “Nabi yang seperti Musa”?

Apakah Yesus seperti Musa?

(1) Musa membunuh seorang bangsa Mesir yang dekat dengan Fir’aun yang menentang khutbah Musa. Yang paling penting di sini adalah bahwa Musa menganggap pembunuhan itu pantas untuk menundukkan seseorang yang membuat kericuhan dalam ajaran agamanya. Pada sisi lain, Yesus tidak pernah menundukkan musuh2 agamanya. Sebaliknya, dia sendiri diutus untuk penyaliban oleh mereka yang menentang misinya.

(2) Para pengikut Musa adalah penyembah berhala ketika dia menjadi seorang nabi/rasul. Tetapi para pengikut Yesus bukan penyembah berhala ketika ia menjadi seorang nabi/rasul.

(3) Musa mengalahkan musuh2nya dan menjadi pemenang pada masanya. Sedangkan Yesus dikalahkan oleh musuh2nya dan disalib.

(4) Musa tidak dikhianati oleh para pengikutnya, sedangkan salah seorang murid Yesus yang bernama Yudas Iskariot mengkhianatinya dan menjatuhkannya ke dalam kesengsaraan.

(5) Musa dilahirkan dari pertemuan ayah dan ibu, memiliki istri dan anak2. Sedangkan Yesus dilahirkan dari perawan Maria, tanpa ayah, dan dia tidak mempunyai istri dan anak2.

(6) Musa menyelamatkan kaumnya dari tirani Fir’aun dan hijrah dari Mesir ke negeri lain (Madyan) untuk menghindari serangan dari kaum Fir’aun. Sedangkan Yesus tidak menyelamatkan kaumnya dari dominasi Romawi dan tidak pula hijrah ke negeri lain (kecuali keterangan Matius yang tidak lain merupakan distorsi, dan hal ini dibantah oleh Lukas!).

(7) Musa memerintahkan pengikutnya untuk merebut kembali Palestina, sebagai milik mereka. Sedangkan Yesus tidak meminta pengikutnya untuk ikut serta dalam perjuangan (peperangan).

(8) Musa menerima hukum baru dari Tuhan. Hukumnya dikenal sebagai “Leviticus”. Sedangkan Yesus tidak menetapkan hukum baru. Secara tegas, Yesus mengatakan seperti yang tertulis dalam MATIUS 5:17: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”

(9) Seluruh bangsa dan Bani Israel telah menerima Musa sebagai pemimpin mereka dan Rasul Allah. Sedangkan Yesus ditolak oleh kebanyakan kaumnya. Hanya 12 orang saja yang mau menerimanya. Bahkan dari jumlah yang kecil ini, terdapat seorang muridnya akhirnya mengkhianatinya dan membiarkannya jatuh ke tangan musuh.

(10) Musa hidup lama dan mengalami kematian secara wajar. Sedangkan Yesus hidup sebentar dan “mati” secara tidak wajar di tiang salib, meski kemudian Yesus bangkit dari antara orang mati dan terangkat ke surga (perspektif Kristen). Dalam perspektif Islam, Yesus tidaklah disalib, tetapi dinaikkan Allah roh dan jasadnya ke langit dan akan diturunkan kembali ke muka bumi mendekati hari kiamat untuk menegakkan Islam kembali dan menghancurkan salib. Betapa pun berbedanya kedua perspektif ini, akhir hayat Musa berbeda dengan akhir hayat Yesus.

(11) Setelah kematian Musa, para pengikut utamanya menyebarkan ajarannya ke seluruh Palestina dan Syria. Namun, tidak begitu halnya yang terjadi setelah kematian Yesus. (Penyebaran Kristen dilakukan oleh orang2 Eropa yang nyata2 bukan pengikut utama Yesus).

(12) Musa memerintahkan umatnya untuk melawan musuh2 mereka dan Musa sendiri ikut berjuang (berperang). Sedangkan Yesus tidak pernah meminta umatnya untuk berjuang atau berperang, karena memang Yesus ditolak mentah2 oleh kaumnya. (Hanya 12 orang saja yang mengikut Yesus).

(13) Musa menerima tanda kenabian di Gunung Tursina (Gunung Horeb) dan ia tidak hanya menyeru Bani Israel, tetapi juga menyeru Kaum Fir’aun (Bangsa Qibti). Sedangkan Yesus menerima tanda kenabian ketika menemui Yahya (Yohanes Pembaptis) dan Yesus hanya menyeru Bani Israel saja. Secara tegas, Yesus mengatakan sebagaimana yang tertulis dalam MATIUS 15:24: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

(14) Musa lahir, besar, dan mati di luar tanah Palestina. Ia lahir di tanah Mesir dan mati di tanah Tih (Moab). Meskipun demikian, Musa memerintahkan umatnya untuk menundukkan Palestina. Sedangkan Yesus lahir, besar, dan mati di tanah Palestina. Kebalikan dari Musa, Yesus ditolak mentah2 oleh sebagian besar umatnya hingga akhirnya ia mati di tiang salib oleh umatnya sendiri.

(15) Musa menerima Kitab Taurat dari Allah secara bertahap dan terus menerus hingga ia mati. Sedangkan Yesus menerima Kitab Injil dalam sekali turun saja, karena memang kedatangan Yesus di tanah Israel bukanlah untuk menghilangkan hukum Taurat atau kitab para nabi, melainkan untuk menggenapinya saja. (Yaitu ketika Yesus menjumpai Yohanes Pembaptis kemudian datanglah Malaikat Jibril yang diutus oleh Allah untuk memberikan sebuah buku kepada Yesus yang berisi kabar gembira - Injil, usia Yesus ketika itu kira2 30 tahun).

(16) Hingga kini, Musa dikenang sebagai tokoh terbesar sepanjang sejarah Yahudi (Bani Israel). Sebaliknya, Yesus menjadi orang terhina di mata Yahudi (Bani Israel) padahal ia berasal dari dan diutus hanya untuk Bani Israel.

(17) Musa adalah seorang nabi Allah dan menjadi penguasa pada zamannya, sedangkan Yesus adalah Tuhan (perspektif Kristen) dan tidak pernah menjadi penguasa pada zamannya, karena selalu dirongrong oleh umat Israel. Bahkan, “Yesus” pun harus menderita di tang salib oleh umatnya sendiri (boro2 jadi penguasa).

(18) Kematian Musa adalah kematian yang wajar karena sudah tua, sedangkan kematian Yesus adalah untuk menebus dosa2 manusia (perspektif Kristen).

(19) Musa mati dan jasadnya bersemayam di dalam bumi hingga hari kiamat, sedangkan Yesus bangkit dari antara orang mati dan dinaikkan Allah roh dan jasadnya ke langit.

(20) Berdasarkan ULANGAN 18:20 di atas, maka Yesus bukanlah seorang nabi yang dimaksud dalam ULANGAN 18:18 karena Yesus justru “mati dibunuh” oleh kaumnya sendiri karena dianggap nabi dusta dan palsu. (Usia Yesus ketika mati kira2 33 tahun, ini berarti hanya 3 tahun saja Yesus menjadi nabi/rasul nah menurut anda bagaimana?????bukankah itu semua ditinjau dr presfektif kristen dia berkata :” Selain daripada itu, umat Kristian keberatan untuk menerima Muhammad sebagai seorang ‘rasul’ kerana (iv) Sayyidina Isa Al-Masih tidak pernah bernubuat tentangnya atau mengajarinya! Jika Baginda ada mengajari tentang Muhammad, orang Nasrani Kristian akan datang beramai-ramai dan mempercayai ajaran Muhammad secara sukarela. Tetapi, kepada SEMUA PARA Sahabat Sayyidina Isa, Murid-murid, para pengikutnya DAN Para Hawariyyun sendiri teori ini amatlah JANGGAL KEPADA MEREKA SEMUA, dan tuntutan ini yang hanya timbul lebih daripada LIMA KURUN -YAITU LEBIH 600 tahun KEMUDIAN; adalah suatu penyelewengan yang tidak dapat masuk akal langsung bagi semua pengikut-pengikut Isa al-Masih yang tidak pernah mengajari teori itu sekalipun PADA ZAMAN BAGINDA! Dan (v) Musa dan Kitab Taurat yang sejati juga tidak bernubuat tentang kedatangan Muhammad. Jikalau ada, umat Yahudi akan berpusu-pusu dan berduyun-duyun memeluk ajaran yang dipelopori Muhammad. Tetapi apa yang sebenarnya telah terjadi adalah sebaliknya!

sebetulnya kesalahan bukan pada nabi kalain isa tapi setelahnya dan juga pd pr hawariyun

“Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.” (2 Korintus 12:16) penipu mengakui penipuannya

Bagaimanakah kamu berani berkata: ‘Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN?’ Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.” (Yeremia 8:8)

sejak dr zaman yeremia juga sudah di beritahu untuk menjawab pertanyaan anda cukup alquran yang menjelaskan tentang itu

Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya. {Al Baqarah :113}

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.{al maidah :51}

Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan nasrani ) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”. {Ar Ra’d :36}

ayat ini sudah cukup untuk menjelaskan tentang hakikat dien ini bagi kami kalian mau terima tau tolak itu bukan persoalan tapi persoalan kami sesuai tuntunan rasul kami adalah memberi anda peringatan terima atau tidak terserah kenapa??

KARENA HANYA KEPADA ALLAHLAH KITA KEMBALI ANDA, SAYA MUHAMMAD SAW ,ISA AS ,MUSA AS , DAN SELURUH MANUSIA DARI NABI ADAM SAMPAI KIAMAT KANA KEMBALI KEPADA ALLAH DAN KEPADANYALAH AKAN DITEGAKKAN APA YANG KITA PERSELSIHKAN ANDA SIAPA BERDIRI DIHADAPAN ALLAH INSYA ALLAH SAYA SIAP INGINKANLAH KEMATIAN ANDA SUNGGUH SAYA SEKARANG MENACARI KEMATIAN SY SEBAGAI SYAHID

anda harus tau apa menurut anda kami sebagi umat muhammad akan mengikuti kemauan kalian menyamakan rasul kami dengan nabi musa as tidak dan tidak akan pernah muhammad adalah muhammad musa adalah musa bukan sesuatu yang patut diperdebatkan SUNGGUH SEKIRANYA MUSA HIDUP PADA ZAMAN MUHAMMAD PASTI MUSA MENGIKUTINYA

→ No CommentsKategori: menghapus jejak

tentang ISLAM : Di dalam Injil

Agustus 27, 2008 · & Komentar

  • “Beban bagi Arab … ” (Injil - Yesaya 21: 13)

    Beban: berarti tanggung jawab Arab Muslim, dan tentu saja semua umat Islam saat ini sekarang, untuk menyebarkan agama Islam.

    Yesaya menyebutkan ini setelah melihat bayangan sebuah pasukan keledai dan pasukan unta (Yesaya 21: 7). Pasukan keledai ternyata adalah Yesus Alaihis-Salam yang memasuki Yerusalem dengan mengendarai dua keledai (Matius 21: 7). Lalu siapa “pasukan unta”?

    Tidak lain adalah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang datang sekitar enam ratus tahun sesudah kedatangan Yesus Kristus. Jika kesimpulan ini tidak dapat diterima, maka berarti kenabian masih belum terpenuhi.’

  • “… desa-desa yang didiami Kedar” (Injil-Yesaya 42: 11).

    “Arab dan semua pemuka Kedar… ” (Injil - Yehezkiel 27: 21)

    Ensiklopedi Injil standar Internasional mengutip yang berikut ini dari A. S. Fulton:

    • ” … Dari rumpun Ismail, Kedar adalah yang paling penting, dan oleh karena itu pada masa berikutnya nama tersebut diaplikasikan untuk semua suku-suku liar padang pasir Melalui Kedar (Arab Keidar) geneolog Muslim menelusuri nenek moyang Muhammad dari Ismail.”

  • “… Dia (Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) tampak bersinar dari pegunungan Paran (di Arab) dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus (mengacu pada saat penaklukan Makkah oleh Muhammad).” (Injil - Ulangan 33: 2).

  • “… dan Aku (Tuhan) akan membangkitkan kecemburuan mereka (bangsa Yahudi) dengan yang bukan umat (bangsa Arab) dan akan menyakiti hati mereka (bangsa Yahudi) dengan bangsa yang bebal,” (bangsa Arab sebelum Islam). (Injil - Ulangan 32: 21)

BACCA adalah MAKKAH: Ka’bah yang suci dibangun oleh Nabi Ibrahim Alaihis-salam dan anaknya Ismail Alaihis-salam di Makkah.

Nama Makkah disebut dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Fath (48): 24. Nama lain Makkah adalah Bakka, tergantung dialek sukunya: hal ini juga disebut sekali dalam Surat Ali ‘Imran (3): 96, yaitu:

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dlbangun (untuk tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Sungguh mengagumkan, kota Bakka ini disebut oleh Nabi Daud Alaihis-salam dalam Injil:

“Apabila melintasi lembah Bakka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.” (Injil - Mazmur 84:7).

MUHAMMAD Shallallahu Alaihi wa Sallam:

  • Nabi Tuhan yang benar berdasarkan Injil

    • ” … setiap roh (maksudnya setiap Nabi) yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.” (Injil - 1 Yohanes 4: 2).

      Bandingkan dengan kitab suci Al-Qur’an surat Ali ‘Im-ran (3) ayat 45 dan banyak referensi Qur’an lainnya dimana Yesus diarahkan sebagai Kristus.

  • Nama Muhammad Disebutkan di Dalam Injil:

    • “Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya (Muhammad) menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai putra-putri Yerusalem.” (Injil -Kidung Agung 5: 16).

      Dalam naskah Ibrani asli, kata “Muhummedim” diterjemahkan menjadi “segala sesuatu menarik” yang pada dasarnya adalah kata Muhummed dengan tambahan “im”. Dalam bahasa Ibrani “im” digunakan untuk menyatakan jamak.

  • Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam Adalah Seorang “Penolong” Seperti Yesus Alaihis-salam.

    • “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia me-nyertai kamu selama-lamanya.” (Injil - Yohanes 14: 16).

      Yesus Alaihis-salam adalah penolong pertama, dan yang lain tentunya seperti dia, sama seperti Yesus, seorang manusia dan bukan Tuh

dlm islam orang murtad harus dibunuh dalam hadits bukhari dinyatakan jika ada orang yang murtad dari agamanya maka bunuhlah ia

“… Janganlah engkau merasa sayang kepadanya (orang yang murtad); janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya.”

“Tetapi bunuhlah dia: Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia …” (Injil -Ulangan 13: 8,9).

ini adalah beberapa hal yang menyangkut tentang isalm dalam alkitab terdahulu

→ 2 CommentsKategori: kristologi

persiapan yesus untuk jihad

Agustus 27, 2008 · Tidak ada Komentar

dalam buku the choice dikatakan

Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi. Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian. Dengan berhati-hati, agar tidak membuat takut murid-muridnya, dia mengajarkan cara-cara mempertahankan diri. Dia memulainya:

“Ketika aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?”Jawab mereka, ‘Suatu pun tidak’. Katanya kepada mereka, ‘Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan barangsiapa yang tidak mempunyainya hendaknya dia menjual jubahnya dan membeli pedang’…” (Injil - Lukas 22: 35-36)

Ini adalah persiapan untuk jihad, perang suci –Yahudi melawan Yahudi! Mengapa? Mengapa ini terjadi? Apakah dia tidak menasehatkan mereka untuk ‘hidup berdampingan’– Apakah dia tidak menasehati ke 12 muridnya dengan:

“Lihat, aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati “. (Injil - Matius 10: 16).

jika rasul mengatakan bahwa perang itu tipu daya

Situasi dan kondisi telah berubah dan dengan segala kebijakan maka strategi harus dirubah. Murid-muridnya telah dipersenjatai. Mereka telah mempunyai gambaran masa depan. Mereka tidak mau meninggalkan Galilea dengan tangan kosong. Mereka menjawab:

“… Tuhan, ini dua pedang.” Jawabnya, “Sudah cukup” (Injil - Lukas 22: 38).

Untuk membentuk gambaran Yesus yang baik budi dan lembut hati, sebagai “Pangeran Perdamaian”, kaum misionaris membelanya, bahwa pedang yang dimaksud adalah roh/jiwa! Jika pedang-pedang tersebut adalah jiwa, maka ‘jubah’ di atas berarti juga jiwa. Jika murid-murid Yesus harus menjual jubah jiwa untuk membeli pedang jiwa, maka dalam kasus ini, berarti mereka menjadi jiwa yang telanjang. Lebih dari itu, seseorang tidak akan bisa memotong telinga manusia dengan pedang jiwa.

“Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunuskan pedangnya, dan meletakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya “. (Injil - Matius 26: 51).

Satu-satunya maksud dari pedang-pedang atau senjata tersebut adalah untuk membuntungkan dan membunuh. Di masa Yesus orang-orang tidak akan membawa pedang hanya untuk mengupas apel atau pisang.

Jika saat itu adalah persiapan untuk perang, lalu mengapa sepasang pedang sudah ‘cukup’? Alasannya adalah Yesus tidak bermaksud menyerang pasukan Romawi. Karena ‘temannya’ Yudas bekerja sama dengan penguasa kuil. Dia tahu bahwa dia bisa ditangkap dengan cara yang licik oleh kaum Yahudi. Ini menjadi masalah bagi kaum Yahudi. Dalam suatu peperangan melawan penjaga kuil dan kaum gelandangan di kota, dia mungkin menang. Dan dia yakin sekali karena ada Petrus (si batu), Yohanes dan James (Putra Halilintar) serta delapan murid lainnya yang masing-masing bersedia berkorban dipenjara bersamanya bahkan mati demi dirinya (”Semua murid yang lain pun berkata demikian” (Matius 26: 35)). Mereka semua adalah orang Galilea yang mempunyai reputasi kesetiaan, teroris dan pemberontakan terhadap Romawi.

Dengan bersenjatakan tongkat, batu dan pedang serta rasa percaya diri dan keyakinan terhadap gurunya, mereka yakin bisa mengetuk pintu neraka bagi setiap Yahudi yang mengganggu dan melawan mereka.

Dia (Yesus) telah membuktikan bahwa dirinya mempunyai keahlian dalam mengatur strategi dan rencana, peka terhadap sinyal-sinyal bahaya dan banyak akal. Saat itu bukan waktunya untuk duduk dan ongkang-ongkang kaki untuk menjadi sasaran empuk bagi musuh-musuhnya. Tidak? Itu bukanlah sifatnya. Suatu malam, sewaktu sedang menuju Getsemani –kebun zaitun– dengan suatu bangunan berdinding batu yang jauhnya 5 mil dari kota, dia menggambarkan betapa seriusnya situasi saat itu. Resiko yang harus dihadapi apabila mereka gagal dalam serangan ini.

Anda tidak perlu menjadi anggota militer yang jenius untuk menilai itu. Yesus menunjukkan kekuatannya sebagai ahli siasat dengan bersikap seperti anggota Sandhurst (Suatu akademi militer terbaik di Inggris). Beliau menempatkan delapan dari sebelas muridnya pada pintu masuk bangunan tersebut dan memerintahkan mereka:

“…duduklah di sini sementara aku pergi ke sana untuk berdoa.” (Injil - Matius 26: 36).

Pertanyaan yang mengganggu para pemikir adalah: “Mengapa mereka semua pergi ke Getsemani?” Untuk beribadah? Apakah mereka tidak bisa pergi ke kuil Sulaiman yang mereka lewati apabila tujuan mereka hanya untuk beribadah? Tidak! Mereka pergi ke kebun itu sehingga mereka berada pada posisi yang lebih baik untuk membela diri dari serangan musuh.

Perhatikan, Yesus tidak mengajak kedelapan muridnya” untuk beribadah. Dia menempatkan muridnya secara strategis pada pintu masuk kebun, mempersenjatai dengan pedang, karena situasi yang mungkin terjadi:

“Dan ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus bersamanya … Lalu katanya kepada mereka … Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan aku.” (Injil - Matius 26: 37-38).

Kemana dia membawa Petrus serta Yohanes dan Yakobus sekarang? Ke dalam kebun itu! Untuk beribadah? Tidak! Untuk membuat jalur pertahanan –dia menempatkan delapan orang itu pada pintu masuk dan sekarang ketiga murid lainnya yang terkenal fanatik dan bersemangat, dipersenjatai dengan pedang, hanya untuk ‘menunggu dan mengawasi’- -untuk mengawal! Gambaran ini sangat gamblang. Yesus tidak memberikan gambaran apa pun bagi kita. Dan dia (sendiri) hanya berdoa!


“…dan mulailah ia merasa sedih dan gentar. Lalu katanya kepada mereka, ‘Hatiku sangat sedih seperti mau mati rasanya … ‘ Maka ia maju sedikit, lalu sujud (seperti posisi shalat bagi Muslim), dan berdoa, katanya, ‘Ya Bapa ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku, tetapi janganlah seperti yang kukehendaki; melainkan seperti yang Engkau kehendaki’…” (Injil - Matius 26: 37-39).

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa; Peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” (Injil - Lukas 22: 44).

Apakah arti ratapan dan tangisan ini? Apakah dia menangis karena kulitnya luka? Tidak mungkin ia melakukan hal itu! Karena seperti nasehatnya pada muridnya:

“Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cukillah dan buanglah itu … Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, maka penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa daripada tubuhmu yang utuh masuk neraka.” (Injil -Matius 5: 29-30).

Kita mungkin menilai Yesus dengan tidak adil bila kita menduga bahwa dia menangis seperti seorang wanita untuk menjaga tubuhnya dari luka fisik. Beliau menangis bagi umatnya –kaum Yahudi. Mereka memegang suatu pemikiran yang aneh yaitu bahwa jika mereka berhasil membunuh Al-Masih (Kristus), maka akan menjadi bukti yang meyakinkan terhadap kebohongan Yesus. Akan tetapi Allah Subha-nahu wa Ta’a1a tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Karenanya, penolakan kaum Yahudi terhadap Yesus Putra Maria sebagai Al-Masih yang dijanjikan adalah –Penolakan Yang abadi.

Cerita yang penuh dengan ratapan tangis yang mengerikan dan membekukan darah ini menimbulkan simpati di hati yang mendalam. Dan para pengabar Injil memanfaatkannya dengan efektif. Kita diceritakan bahwa Yesus ditakdirkan untuk meninggal demi menebus dosa umat manusia. Bahwa dia telah “dipersiapkan untuk menjalani pengorbanan diri, sebelum dunia ini dibuat”. Bahwa bahkan sebelum bahan-bahan dasar dunia ini terbentuk, sudah ada suatu kontrak antara “Bapa dan Putranya” dan bahwa pada tahun 4000 setelah Adam (menurut perhitungan Kristen, dunia beserta isinya ini berumur 6000 tahun), Tuhan dalam bentuk Yesus sebagai orang kedua dalam Trinitas yang membingungkan, turun langsung untuk menebus manusia dari dosa turunan dan dosa manusia itu sendiri. (”Trinitas”: Dalam ajaran Kristen yang ada dalam Injil - Bahwa ada 3 kesaksian dalam surga yaitu Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu (1 Yohanes 5: 7))

Dari peristiwa rencana mempersenjatai diri, sang guru menyebar kekuatannya di Getsemani dan doa yang penuh dengan air mata darah untuk meminta pertolongan Tuhain, tergambar bahwa Yesus tidak mengetahui adanya perjanjian mengenai pengorbanan dirinya. Ini mengingatkan pada cerita Ibrahim yang membiarkan anaknya disembelih sebagai pengorbanan kepada Tuhan.


Jika ini adalah rencana Tuhan untuk suatu pengorbanan diri bagi menebus dosa umat manusia, maka jelaslah bahwa Tuhan telah salah memilih korban. Calon yang dipilih ini sangat enggan untuk mati. Mempersenjatai diri! Meratap! Berkeringat! Menangis! Mengeluh! Berbeda sekali dengan respon Lord Nelson, seorang pahlawan perang yang terkenal dengan kata-katanya yang abadi:

“Terima kasih Tuhan, saya telah menyelesaikan tugas saya!” Telah jutaan orang sampai saat ini yang dengan suka rela mengorbankan jiwanya bagi raja dan negaranya dengan senyum di wajahnya, dengan teriakan Amandhla! atau Allahu Akbar atau “Tuhan menyelamatkan Sang Ratu”. Yesus tidak rela untuk berkorban: Jika ini adalah skenario dari pengorbanan, maka ini adalah adegan yang tidak menjiwai. Ini adalah pembunuhan tingkat pertama dan bukannya pengorbanan diri.

Mayor Yeast-Brown, dalam bukunya Life of a Bengal Lancer meringkas ajaran Kristen tentang pengorbanan ini hanya dengan satu kalimat:

“Tak satu pun suku kafir yang pernah menyusun cerita yang sangat aneh yang penuh dengan dugaan, bahwa manusia lahir dengan dosa bawaan dari nenek moyangnya; dan dosa bawaan itu (yang sebetulnya bukanlah tanggungjawabnya secara pribadi) harus ditebus; dan bahwa sang pencipta alam beserta isinya ini telah mengorbankan satu-satunya putranya untuk menebus kutukan misterius ini.”

sumber : buku ” the choice”



→ No CommentsKategori: kristologi

jangan tunggu imam mahdi

Juli 7, 2008 · Tidak ada Komentar

pada hari ini kita melihat seakan buku tentang imam mahdi meyebar luas dan para mahdiisme mulai bertaburan dan kebanyakan menjadi buku best seller yang ditunggu kaum muslimin kenapa karena kepahitan hidup,derita ,ujian ,kekalahan,kehinaan membuat umat muhammad mendambakan sosok yang di ikuti sosok pemimpin yang adil saat para pemimpin islam hanya memikirkan keadaan perut dan yang dibawah perut. belum lagi kehinaan demi kehinaan ditimpakan kepada umat islam ini.

membuat mereka seperti zaman bani israel dahulu yang merindukan sosok pemimpin yang bisa mengeluarkan mereka dari kehinaan .bayangakn banyak buku bermunculan seperti:“sai baba,huru hara akhir zaman ,panji hitam,dll” yang membuat umat ini dalam perdebatan panjang dan lemah semangat

sungguh bukannya kami tidak percaya dengan yang rasul katakan semoga allah mengampuni kami tapi sebagai umat islam apakah kita harus berpangku tangan dan biarkan umat ini dihinakan .

dan ketika ditanya oleh allah hey umat muhammad kenapa engkau tidak usir penjajah palestin yahudi dari bumi para nabi ??

apa dengan santai kita akan menjawab bahwa itu urusan imam mahdi atau kami tunggu imam mahdi yang menaklukkannya astagfirullah wahai umat yang mulia karena islam janganlah begitu sungguh itu bukan suruhan allah dan rasulnya bukankah allah dan rasulnya menyuruh kita berusaha sekuat dan semampu kita untuk berusaha demi dein islam ini

apakah iamam mahdi yang memberi kita syafaat? atau diakah yang dapat menjauhkan kita dari azab jahhannam maka mengapa kamu tidak sadar maka mengapa kamu habiskan umur ,hartmu dalam perdebatan panjang yang tak berguna dan hanya menimbulakan perpecahan apakah rasul menyuruh kita berpangku tangan melihat saudara kita dibantai rumahnya menjadi pemakaman ,istrinya menjadi janda,anaknya menjadi yatim ,dan halaman rumahnya penuh darah ,sungguh wahai saudaraku masih belum hilang hutang darah ini maka kenapa kalian megentengkan dan ketika disuruh berjuang kalin malah menunggu imam mahdi

bukannya kami tidak percaya imam mahdi atau nabi isa akan turun tapi sebagai umat islam rasul menyuruh kita untuk mengambil persoalan gaib ini pada posis pertengahan.

dimanakah posisi itu.!! turun atau tidaknya imam mahdi kita akan berjuang karena itulah kewajiban kita

sekiranya imam mahdi turun alhamdullilah dan sekiranya tidak maka bagaimanakah kita akan berhadapan dengn allah dengan membawa tanggung jawab darah dari saudara kita yang kita biarkan karena menunggu imam mahdi

maka dari itu sebagai seorang muslim hendaknya kita mengambil petengahan dari masalah gaib dan hanya allah yang tau tentang ini karena kita adalah seorang muslim:

“HAMBA DARI ALLAH SWT DAN UMAT DARI MUHAMMAD SAW”

Bagaimana pandangan anda dengan hadirnya blog ini?